Senin, 17 Desember 2018 | 11:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

PKS kunjungi tiga partai koalisi Pakatan Harapan di Malaysia

Senin, 17 September 2018 - 08:36 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Dewi Rusiana
Delegasi PKS saat mengunjungi tokoh partai koalisi Pakatan Harapan, Malaysia/foto (Istimewa)
Delegasi PKS saat mengunjungi tokoh partai koalisi Pakatan Harapan, Malaysia/foto (Istimewa)

Elshinta.com - Fenomena politik yang mencengangkan Malaysia belum lama ini menjadi hari paling kelabu bagi koalisi Barisan Nasional atau BN. Koalisi yang sebelumnya disebut Aliansi ini terjungkal dari pucuk kekuasaan setelah 60 tahun memimpin Malaysia.

Mereka kalah dari partai Pakatan Harapan. Partai koalisi baru yang dipimpin oleh Dr. Mahathir Mohamad, yang dulunya merupakan kader terbaik dari koalisi BN. Partai koalisi ini mendapat 122 kursi di parlemen.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah memperluas dan mengembangkan jaringan global. Fakta di negeri Jiran dinilai suatu pencapaian yang luar biasa. PKS menuju Malaysia melakukan lawatan kepada partai-partai yang tergabung dalam Pakatan Harapan  6 - 7 September 2018.

Dalam lawatan yang dipimpin oleh Farouk Abdullah Alwyni (FAA), MA, MBA selaku Head, Foreign Service and Public Diplomacy Bureau, PKS mengirimkan sejumlah delegasi. Terdiri dari Ahmad Zaki Sabewhi, Ali Sofyan PhD, Sapto Waluyo MM, Teddy Surya Gunawan PhD, dan Umar Salim MM.

FAA menilai selain perlu mendengar langsung kesuksesan PH menumbangkan koalisi Barisan Nasional, partai PH dianggap memiliki kesamaan visi dengan PKS, yakni keinginan untuk melaksanakan “good governance” di pemerintahan.

Praktisi Keuangan Islam dan dosen pada sejumlah perguruan tinggi terkemuka ini menandaskan bahwa Pakatan Harapan (PH) mampu memenangkan pemilu di Malaysia dengan strategi-strategi jitu. Strategi yang disusun dengan sangat baik oleh partai koalisi, di antaranya mengangkat isu pajak GST yang dianggap memberatkan masyarakat.

“Tetapi yang lebih penting dari semua itu, di sini kita mencoba membangun jaringan komunikasi yang baik dengan partai-partai yang tergabung dalam PH itu, dan masing-masing bisa saling belajar terkait “strength” dan *weakness' dari masing-masing partai,” katanya.

Ketiga partai koalisi Pakatan Harapan (PH) yang dikunjungi Delegasi PKS ialah Partai Keadilan Rakyat (PKR), Parti Amanah Negara (Amanah) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). FAA, mengaku PKS terinspirasi oleh prestasi ketiga partai tersebut.

FAA menegaskan yang tak kalah penting adalah terkait upaya menyuarakan persoalan-persoalan yang dihadapi TKI di Malaysia, khususnya para TKI yang telah lama tinggal di Malaysia tetapi tidak mempunyai status yang jelas, atau yang dikenal dengan istilah TKI “irregular”, dan jumlahnya cukup besar.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 17 Desember 2018 - 10:33 WIB

Penanganan korupsi proyek pipa di Palopo mandek

Startup | 17 Desember 2018 - 10:15 WIB

Jumlah investor Bareksa tembus 300 ribu

Elshinta.com - Fenomena politik yang mencengangkan Malaysia belum lama ini menjadi hari paling kelabu bagi koalisi Barisan Nasional atau BN. Koalisi yang sebelumnya disebut Aliansi ini terjungkal dari pucuk kekuasaan setelah 60 tahun memimpin Malaysia.

Mereka kalah dari partai Pakatan Harapan. Partai koalisi baru yang dipimpin oleh Dr. Mahathir Mohamad, yang dulunya merupakan kader terbaik dari koalisi BN. Partai koalisi ini mendapat 122 kursi di parlemen.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tengah memperluas dan mengembangkan jaringan global. Fakta di negeri Jiran dinilai suatu pencapaian yang luar biasa. PKS menuju Malaysia melakukan lawatan kepada partai-partai yang tergabung dalam Pakatan Harapan  6 - 7 September 2018.

Dalam lawatan yang dipimpin oleh Farouk Abdullah Alwyni (FAA), MA, MBA selaku Head, Foreign Service and Public Diplomacy Bureau, PKS mengirimkan sejumlah delegasi. Terdiri dari Ahmad Zaki Sabewhi, Ali Sofyan PhD, Sapto Waluyo MM, Teddy Surya Gunawan PhD, dan Umar Salim MM.

FAA menilai selain perlu mendengar langsung kesuksesan PH menumbangkan koalisi Barisan Nasional, partai PH dianggap memiliki kesamaan visi dengan PKS, yakni keinginan untuk melaksanakan “good governance” di pemerintahan.

Praktisi Keuangan Islam dan dosen pada sejumlah perguruan tinggi terkemuka ini menandaskan bahwa Pakatan Harapan (PH) mampu memenangkan pemilu di Malaysia dengan strategi-strategi jitu. Strategi yang disusun dengan sangat baik oleh partai koalisi, di antaranya mengangkat isu pajak GST yang dianggap memberatkan masyarakat.

“Tetapi yang lebih penting dari semua itu, di sini kita mencoba membangun jaringan komunikasi yang baik dengan partai-partai yang tergabung dalam PH itu, dan masing-masing bisa saling belajar terkait “strength” dan *weakness' dari masing-masing partai,” katanya.

Ketiga partai koalisi Pakatan Harapan (PH) yang dikunjungi Delegasi PKS ialah Partai Keadilan Rakyat (PKR), Parti Amanah Negara (Amanah) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). FAA, mengaku PKS terinspirasi oleh prestasi ketiga partai tersebut.

FAA menegaskan yang tak kalah penting adalah terkait upaya menyuarakan persoalan-persoalan yang dihadapi TKI di Malaysia, khususnya para TKI yang telah lama tinggal di Malaysia tetapi tidak mempunyai status yang jelas, atau yang dikenal dengan istilah TKI “irregular”, dan jumlahnya cukup besar.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com