Rabu, 12 Desember 2018 | 15:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Pertunjukan

Tari Tenun Bali sukses pecahkan rekor MURI

Senin, 17 September 2018 - 09:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Dua ribu peserta Tari Tenun Bali yang berhasil memecahkan rekor MURI. Sumber foto: https://bit.ly/2pfNyix
Dua ribu peserta Tari Tenun Bali yang berhasil memecahkan rekor MURI. Sumber foto: https://bit.ly/2pfNyix

Elshinta.com - Sebanyak dua ribu penari dari 50 banjar Desa Adat Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali memeragakan Tari Tenun di ajang "Petitenget Festival" sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Manager MURI Andre Purwandono disela penyerahan rekor MURI di Pantai Petitenget, Bali, Minggu (16/9) malam, mengatakan penghargaan tersebut diraih karena para penari mampu menarikan tari Tenun secara massal dengan jumlah dua ribu orang.

"Penghargaan diberikan MURI atas rekor pagelaran Tari Tenun dengan jumlah penari terbanyak. Karena itu layak mendapatkan penghargaan tersebut," ujarnya, sebagaimana dikutip Antara.

Para penari cantik yang berasal dari 50 banjar se-Desa Adat Kerobokan itu sejak tampil awal terlihat begitu memukau. Bahkan ribuan penonton juga betah menyaksikan tarian ciptaan seniman asal Banjar Campuhan, Kerobokan, yakni Nyoman Ridet pada 1957.

Pementasan Tari Tenun ini sekaligus menutup "Petitenget Festival" (Kerobokan Arts and Spirit 2018) yang telah berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (14/9) dan mampu menyedot ribuan pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan yang berlibur di Pulau Dewata.

"Tari Tenun ini juga menjadi salah satu ikon Petitenget Festival selain ada Butho Ijo. Kami juga apresiasi terhadap antusias pengunjung dan wisatawan yang membludak salah satunya untuk menyaksikan Tari Tenun yang telah disiapkan sejak beberapa bulan lalu," kata Ketua Panitia Petitenget Festival, Bayu Joni Saputra.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Sebanyak dua ribu penari dari 50 banjar Desa Adat Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali memeragakan Tari Tenun di ajang "Petitenget Festival" sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Manager MURI Andre Purwandono disela penyerahan rekor MURI di Pantai Petitenget, Bali, Minggu (16/9) malam, mengatakan penghargaan tersebut diraih karena para penari mampu menarikan tari Tenun secara massal dengan jumlah dua ribu orang.

"Penghargaan diberikan MURI atas rekor pagelaran Tari Tenun dengan jumlah penari terbanyak. Karena itu layak mendapatkan penghargaan tersebut," ujarnya, sebagaimana dikutip Antara.

Para penari cantik yang berasal dari 50 banjar se-Desa Adat Kerobokan itu sejak tampil awal terlihat begitu memukau. Bahkan ribuan penonton juga betah menyaksikan tarian ciptaan seniman asal Banjar Campuhan, Kerobokan, yakni Nyoman Ridet pada 1957.

Pementasan Tari Tenun ini sekaligus menutup "Petitenget Festival" (Kerobokan Arts and Spirit 2018) yang telah berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (14/9) dan mampu menyedot ribuan pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan yang berlibur di Pulau Dewata.

"Tari Tenun ini juga menjadi salah satu ikon Petitenget Festival selain ada Butho Ijo. Kami juga apresiasi terhadap antusias pengunjung dan wisatawan yang membludak salah satunya untuk menyaksikan Tari Tenun yang telah disiapkan sejak beberapa bulan lalu," kata Ketua Panitia Petitenget Festival, Bayu Joni Saputra.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com