Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Fadlin Zon: Pemulangan Rizieq bukan kesepakatan politik

Senin, 17 September 2018 - 18:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Imam FPI Habib Rizieq Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2MFGyoo
Imam FPI Habib Rizieq Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2MFGyoo

Elshinta.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menilai kesanggupan bakal calon presiden Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno, untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab bukan kesepakatan politik namun bentuk jaminan menegakkan keadilan.

"Itu bukan kesepakatan politik. Itu jaminan menegakkan hukum dan keadilan keadilan hukum karena Riezieq dikriminalisasi dan sudah ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/9).

Dia menilai pakta integritas yang ditandatangani Prabowo Subianto kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama khususnya terkait kesanggupan memulangkan Rizieq, bukan masalah yang harus dipersoalkan.

Menurut dia seharusnya Rizieq sudah tidak ada masalah dan bisa kembali ke Indonesia namun diduga ada permainan politik yang menyebabkan Imam Besar FPI itu belum bisa kembali ke tanah air. "Jadi kami jamin penegakan hukum. Kami lihat Habib Rizieq tidak ada kesalahan, ini dibuat-buat saja," ujarnya.

Dia juga tidak setuju pakta integritas itu mengistimewakan Rizieq karena disebutkan penegakan hukum bagi aktivis 411 dan 212 yang dikriminalisasi antara lain Al Khathath, Ahmad Dani, Neno Warisman, dan Ratna Sarumpaet, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menilai kesanggupan bakal calon presiden Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno, untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab bukan kesepakatan politik namun bentuk jaminan menegakkan keadilan.

"Itu bukan kesepakatan politik. Itu jaminan menegakkan hukum dan keadilan keadilan hukum karena Riezieq dikriminalisasi dan sudah ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/9).

Dia menilai pakta integritas yang ditandatangani Prabowo Subianto kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama khususnya terkait kesanggupan memulangkan Rizieq, bukan masalah yang harus dipersoalkan.

Menurut dia seharusnya Rizieq sudah tidak ada masalah dan bisa kembali ke Indonesia namun diduga ada permainan politik yang menyebabkan Imam Besar FPI itu belum bisa kembali ke tanah air. "Jadi kami jamin penegakan hukum. Kami lihat Habib Rizieq tidak ada kesalahan, ini dibuat-buat saja," ujarnya.

Dia juga tidak setuju pakta integritas itu mengistimewakan Rizieq karena disebutkan penegakan hukum bagi aktivis 411 dan 212 yang dikriminalisasi antara lain Al Khathath, Ahmad Dani, Neno Warisman, dan Ratna Sarumpaet, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com