Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Ribuan meter kain penutup Makam Sunan Kudus dipasang

Senin, 17 September 2018 - 19:48 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Ribuan meter kain penutup Makam Sunan Kudus dipasang. Foto: Sutini/Elshinta.
Ribuan meter kain penutup Makam Sunan Kudus dipasang. Foto: Sutini/Elshinta.

Elshinta.com - Sebanyak 32 orang yang mempunyai keahlian khusus terlibat dalam prosesi merangkai penutup Makam Sunan Kudus (Syech Ja'far Shodiq) yang merupakan salah satu Wali Songo dalam rangkaian tradisi buka luwur (kain penutup). Dimana kain penutup makam terdiri dari kain mori yang dibentuk wiru, kompol, unthok banyu, untaian melati dan Langitan. 

Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Wildan Nidzar mengatakan kegiatan tradisi buka luwur sudah mulai dilakukan sejak tanggal 1 Muharram dengan puncak kegiatan yakni 10 Muharram. "Hari ini untuk kegiatan pemasangan penutup makam  melibatkan 32 orang yang mempunyai keahlian khusus. Diantaranya ahli menjahit, merangkai kain mori membentuk untaian unthok, melati maupun kompol. Mereka rata-rata sudah turun temurun" ungkapnya kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (17/9).

"Untuk kain wiru terdiri dari  96 buah dengan panjang kain mori 867,5 meter, kain berbentuk kompol ada 125 buah, unthok banyu sepanjang 400 meter, untaian melati 38 meter, dan langitan 133 meter. Urutan pemasangan kelambu makam terdiri dari kain langitan, wiru, kompol, unthok banyu, melati, dilanjutkan pemasangan mori dinisan", jelasnya.

Wildan menambahkan pemasangan akan berakhir tanggal 9 muharam. Sehingga, pada tanggal 10 muharam sudah terpasang semua. "Kain penutup makam yang lama akan dibagikan kepada masyarakat pada saat buka luwur lusa", imbuhnya.

Sementara itu, jelang prosesi buka luwur pihak Menara menyiapkan lebih dari 1000 orang untuk membantu memasak nasi dan daging, termasuk membungkus puluhan ribu bungkus nasi dengan daun jati yang akan dibagikan kepada masyarakat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Sebanyak 32 orang yang mempunyai keahlian khusus terlibat dalam prosesi merangkai penutup Makam Sunan Kudus (Syech Ja'far Shodiq) yang merupakan salah satu Wali Songo dalam rangkaian tradisi buka luwur (kain penutup). Dimana kain penutup makam terdiri dari kain mori yang dibentuk wiru, kompol, unthok banyu, untaian melati dan Langitan. 

Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Wildan Nidzar mengatakan kegiatan tradisi buka luwur sudah mulai dilakukan sejak tanggal 1 Muharram dengan puncak kegiatan yakni 10 Muharram. "Hari ini untuk kegiatan pemasangan penutup makam  melibatkan 32 orang yang mempunyai keahlian khusus. Diantaranya ahli menjahit, merangkai kain mori membentuk untaian unthok, melati maupun kompol. Mereka rata-rata sudah turun temurun" ungkapnya kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (17/9).

"Untuk kain wiru terdiri dari  96 buah dengan panjang kain mori 867,5 meter, kain berbentuk kompol ada 125 buah, unthok banyu sepanjang 400 meter, untaian melati 38 meter, dan langitan 133 meter. Urutan pemasangan kelambu makam terdiri dari kain langitan, wiru, kompol, unthok banyu, melati, dilanjutkan pemasangan mori dinisan", jelasnya.

Wildan menambahkan pemasangan akan berakhir tanggal 9 muharam. Sehingga, pada tanggal 10 muharam sudah terpasang semua. "Kain penutup makam yang lama akan dibagikan kepada masyarakat pada saat buka luwur lusa", imbuhnya.

Sementara itu, jelang prosesi buka luwur pihak Menara menyiapkan lebih dari 1000 orang untuk membantu memasak nasi dan daging, termasuk membungkus puluhan ribu bungkus nasi dengan daun jati yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com