PPTI tidak mempermasalahkan Ijtima Ulama II
Elshinta
Senin, 17 September 2018 - 19:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 PPTI tidak mempermasalahkan Ijtima Ulama II
PPTI tidak mempermasalahkan Ijtima Ulama II. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta.

Elshinta.com - Ijtima ulama ll merupakan hasil keputusan terhadap pilihannya dalam kontribusi suara Presiden dan Wakil Presiden 2019. Kesamaan fikirian itu untuk Indonesia lebih baik utamanya perlindungan keamanan, pangan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Pengamal Tharekat Islam (PPTI) Ormas Kino Kino Sekber Golkar Rahman Sabon Nama, Senin (17/9). 

"Saya coba memberikan pencerahan dari  sudut pandang saya untuk kepentingan negara dan bangsa bahwa agama itu tidak tergantung hasil pemilu 2019, demikian pula tidak tergantung menang atau kalahnya salah satu kandidat pasangan capres-cawapres karena agama tetap menjadi keyakinan dari rakyat Indonesia. Lahirnya Ijtima Ulama ll dilakukan untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional terkini dan kedepan, karena di era pemerintahan sekarang dirasakan adanya agenda pemiskinan rakyat Indonesia melalui jorjoran impor pangan tanpa mengindahkan UU pangan, ketidakadilan di bidang ekonomi, tenaga kerja dan imigran gelap asal China menyerbu lapangan kerja Indonesia, ekonomi pribumi  terpinggirkan karena hegemoni asing dan aseng, perlakuan tidak adil terhadap ulama dan umat Islam adanya kriminilisasi ulama/Islam phobia", kata Rahman kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Dijelaskan Rahman tidak dipungkiri bahwa peranan  para ulama/kyai itu sangatlah besar dalam pembangunan nasional, membimbing masyarakat. Maka seharusnya diperlukan kesatuan sikap antara ulama dan umaro/pemerintah, malahan oleh sebagian umat dianggap  sebaliknya. 
Oleh karena itu lahirlah Ijtima Ulama II di Grand Cempaka Hotel, Minggu (16/9-2018) adalah untuk memilih pemimpin yang lebih memahami aspirasi umat Islam. 

Menurut Rahman, sikap dan tindakan para kyai, pendeta, pastor dan tokoh agama/pemuka agama sangat mempengaruhi masyarakat sekitar, sehingga dapat digunakan sebagai landasan untuk membangunan kerukunan hidup beragama dan untuk mensukseskan pembangunan nasional dan merupakan tugas kita bersama. "Ini yang seharusnya dipahami oleh pemerintahan Jokowi," tandasnya.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkopolhukam: Parpol jadi tertuduh maraknya kasus korupsi
Sabtu, 14 Desember 2019 - 21:42 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai saat ini p...
Ketua MPR: Generasi milenial jangan alergi sama politik
Sabtu, 14 Desember 2019 - 21:27 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet mengingatka...
Kader PKB diwajibkan terus berkhidmat pada NU
Sabtu, 14 Desember 2019 - 17:12 WIB
Seluruh kader maupun pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di semua tingkatan diwajibkan terus be...
PPP gelar Mukernas tentukan kepastian jadwal Muktamar
Sabtu, 14 Desember 2019 - 15:29 WIB
PPP menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ke-V pada Sabtu-Minggu (14-15 Desember) di Jakart...
Muqowam minta Suharso rangkul semua tokoh PPP
Sabtu, 14 Desember 2019 - 14:49 WIB
Politisi senior PPP Akhmad Muqowam meminta Soeharso Monoarfo selaku Plt Ketua Umum PPP merangkul sem...
DPRD siap bersinergi dukung pembangunan Kota Medan
Kamis, 12 Desember 2019 - 21:46 WIB
Ketua DRPD Medan Hasyim menutup kegiatan Rapat Kerja  (Raker) DPRD Medan, yang berlangsung di Hote...
163 calon Panwascam ikuti tes socrative
Kamis, 12 Desember 2019 - 21:37 WIB
Sebanyak 163 peserta Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pemilihan Ke...
Jokowi tegaskan pencalonan Gibran murni kompetisi bukan penunjukan  
Kamis, 12 Desember 2019 - 16:15 WIB
Presiden Joko Widodo menegaskan pencalonan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali...
BPIP dorong Kesbangpol daerah tanamkan Pancasila lewat Medsos
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:46 WIB
“Peristiwa politik besar dan terencana seperti pilkada serentak mesti dapat dimanfaatkan menanamka...
PPP diprediksi tidak akan pecah karena pemilihan ketum baru
Kamis, 12 Desember 2019 - 07:36 WIB
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memprediksi Partai Persatuan Pembangunan tidak aka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once