Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

PKB harap dapat efek ekor jas jika Jokowi-Ma`ruf dapat nomor urut 1

Senin, 17 September 2018 - 18:57 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sekretaris MPR Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Foto: Istimewa/Elshinta.
Sekretaris MPR Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 20 September mendatang akan menetapkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden peserta Pemilu Presiden 2019, yakni pasangan Joko Widodo - KH.Maruf Amin dan Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Selanjutnya tanggal 21 September atau Sehari setelah ditetapkan, KPU akan mengundi nomor urut pasangan calon.

“PKB berdoa pasangan yang kami dukung, yakni bapak Jokowi dan Kyai Haji Ma`ruf Amin mendapat nomor urut satu, karena dengan demikian PKB berpeluang mendapat Efek Ekor Jas (Coat-Tail Effect), karena nomor urut PKB adalah nomor 1,” demikian ditegaskan Sekretaris MPR Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Senin (17/9), di Gedung DPR/MPR.

Efek Ekor Jas adalah hubungan positif antara kekuatan elektoral calon presiden dan partai yang mengusungnya. Artinya, Jokowi yang populer dan memiliki elektabilitas yang tinggi akan memberikan keuntungan positif secara elektoral kepada PKB.

“Pilih Presiden nomor Urut 1 dan partai no 1, PKB,” ujar Neng Eem yang juga fungsionaris DPP PKB ini dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com. Keyakinan Neng Eem ini didasari prilaku masyarakat pemilih di Indonesia yang cenderung simple dan tidak mau repot-repot saat berada di bilik suara.

Lebih lanjut Neng Eem yang kini menjadi anggota Komisi V DPR dan akan kembali maju di Pemilu Legislatif dari daerah pemilihan (dapil) 3 Jawa Barat Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor berharap, PKB juga mendapatkan berkah suara dari dukungan kepada calon wakil presiden kyai haji Maruf Amin yang berasal dari NU yang merupakan basis suara PKB, sehingga target memperoleh 100 kursi DPR RI tercapai.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 20 September mendatang akan menetapkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden peserta Pemilu Presiden 2019, yakni pasangan Joko Widodo - KH.Maruf Amin dan Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Selanjutnya tanggal 21 September atau Sehari setelah ditetapkan, KPU akan mengundi nomor urut pasangan calon.

“PKB berdoa pasangan yang kami dukung, yakni bapak Jokowi dan Kyai Haji Ma`ruf Amin mendapat nomor urut satu, karena dengan demikian PKB berpeluang mendapat Efek Ekor Jas (Coat-Tail Effect), karena nomor urut PKB adalah nomor 1,” demikian ditegaskan Sekretaris MPR Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Senin (17/9), di Gedung DPR/MPR.

Efek Ekor Jas adalah hubungan positif antara kekuatan elektoral calon presiden dan partai yang mengusungnya. Artinya, Jokowi yang populer dan memiliki elektabilitas yang tinggi akan memberikan keuntungan positif secara elektoral kepada PKB.

“Pilih Presiden nomor Urut 1 dan partai no 1, PKB,” ujar Neng Eem yang juga fungsionaris DPP PKB ini dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com. Keyakinan Neng Eem ini didasari prilaku masyarakat pemilih di Indonesia yang cenderung simple dan tidak mau repot-repot saat berada di bilik suara.

Lebih lanjut Neng Eem yang kini menjadi anggota Komisi V DPR dan akan kembali maju di Pemilu Legislatif dari daerah pemilihan (dapil) 3 Jawa Barat Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor berharap, PKB juga mendapatkan berkah suara dari dukungan kepada calon wakil presiden kyai haji Maruf Amin yang berasal dari NU yang merupakan basis suara PKB, sehingga target memperoleh 100 kursi DPR RI tercapai.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com