Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Ditemukan bangunan mirip candi di lereng kaki Gunung Wilis

Rabu, 19 September 2018 - 19:23 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Sumber foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sebuah bangunan berbentuk mirip candi peninggalan kerajaan Kediri ditemukan diatas lereng kaki Gunung Wilis. Lokasinya berada di area Hutan KPH Kediri di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Bangunan berbentuk mirip candi tersebut diyakini diduga sebagai Widaya Mendala Kaguruan atau tempat bergurunya para resi. Temuan ini menguat setelah ditemukan barang purbakala di lokasi berupa batu bata struktur candi, serta sebuah patirtan dan peripih mirip pecahan uang koin. "Biasanya patirtan digunakan untuk membersihkan diri sebelum melakukan kegiatan ritual (ibadah)," terang Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setiyowati, Rabu (19/9).

Guna membuktikan keaslian temuan benda purbakala tersebut, pihak Disbudparpora telah mendatangkan Balai Pelesetarian Cagar Budaya Trowulan Mojokerto, Jawa Timur, untuk dilaksanakan penelitian sekaligus esvakasi. "Ada 17 orang dari BPCB yang sudah datang ke lokasi untuk esvakasi tahap pertama. Esvakasi tahap kedua nunggu nanti tahun 2019," tuturnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Jika dilihat dari lokasi penemuan candi yang lokasinya berada di sebelah selatan Situs Goa Selomangkleng tempat Muksho (bertapa) Dewi Kili Suci, kemungkinan ada saling keterkaitan satu sama lain. Selain Goa Selomangkleng, di sekitaran kawasan tersebut juga situs purbakala lainnya diantaranya Goa Selobale dan Goa Padedean. "Kemungkinan masih ada keterkaitan, tetapi masih belum bisa dipastikan," urainya.

Jika dilihat dari lokasi Goa Selomangkleng yang dahulu kala dipergunakan Dewi Kili Suci untuk Muksho (bertapa untuk meninggalkan keduniawian) kemungkinan mereka membuat sebuah candi yang dipergunakan untuk ritual (bertapa) menuntut ilmu disana.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan, dirinya meyakini jika benda purbakala tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan Kediri. Tetapi untuk menentukan tahun berapa candi itu dibangun, pihaknya masih belum bisa memastikan karena diperlukan penelitian. "Setelah dilakukan eskavasi memang sebagian dari peninggalan Kediri sudah ditemukan, tetapi itu tahunnya berapa masih dalam penelitan para ahlinya, para arkeolog yang kita tunggu laporanya," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Sebuah bangunan berbentuk mirip candi peninggalan kerajaan Kediri ditemukan diatas lereng kaki Gunung Wilis. Lokasinya berada di area Hutan KPH Kediri di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Bangunan berbentuk mirip candi tersebut diyakini diduga sebagai Widaya Mendala Kaguruan atau tempat bergurunya para resi. Temuan ini menguat setelah ditemukan barang purbakala di lokasi berupa batu bata struktur candi, serta sebuah patirtan dan peripih mirip pecahan uang koin. "Biasanya patirtan digunakan untuk membersihkan diri sebelum melakukan kegiatan ritual (ibadah)," terang Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setiyowati, Rabu (19/9).

Guna membuktikan keaslian temuan benda purbakala tersebut, pihak Disbudparpora telah mendatangkan Balai Pelesetarian Cagar Budaya Trowulan Mojokerto, Jawa Timur, untuk dilaksanakan penelitian sekaligus esvakasi. "Ada 17 orang dari BPCB yang sudah datang ke lokasi untuk esvakasi tahap pertama. Esvakasi tahap kedua nunggu nanti tahun 2019," tuturnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Jika dilihat dari lokasi penemuan candi yang lokasinya berada di sebelah selatan Situs Goa Selomangkleng tempat Muksho (bertapa) Dewi Kili Suci, kemungkinan ada saling keterkaitan satu sama lain. Selain Goa Selomangkleng, di sekitaran kawasan tersebut juga situs purbakala lainnya diantaranya Goa Selobale dan Goa Padedean. "Kemungkinan masih ada keterkaitan, tetapi masih belum bisa dipastikan," urainya.

Jika dilihat dari lokasi Goa Selomangkleng yang dahulu kala dipergunakan Dewi Kili Suci untuk Muksho (bertapa untuk meninggalkan keduniawian) kemungkinan mereka membuat sebuah candi yang dipergunakan untuk ritual (bertapa) menuntut ilmu disana.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan, dirinya meyakini jika benda purbakala tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan Kediri. Tetapi untuk menentukan tahun berapa candi itu dibangun, pihaknya masih belum bisa memastikan karena diperlukan penelitian. "Setelah dilakukan eskavasi memang sebagian dari peninggalan Kediri sudah ditemukan, tetapi itu tahunnya berapa masih dalam penelitan para ahlinya, para arkeolog yang kita tunggu laporanya," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com