Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Tim Saber Pungli tangkap 1 tersangka dan sita ratusan sertifikat tanah

Rabu, 19 September 2018 - 20:44 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ketua Tim Saber Pungli Polda Sumbar Kombes Pol Dody Marsidy menunjukkan barang bukti saat pemaparan kasus, Rabu (19/9). Sumber foto: Musthofa/Radio Elshinta
Ketua Tim Saber Pungli Polda Sumbar Kombes Pol Dody Marsidy menunjukkan barang bukti saat pemaparan kasus, Rabu (19/9). Sumber foto: Musthofa/Radio Elshinta

Elshinta.com - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan berhasil menangkap SK (48) dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp29 juta.

Ketua Tim Saber Pungli Sumbar, Komisaris Besar Polisi Dody Marsidy saat jumpa pers yang didampingi Kabid Humas Polda Sumbar, Kombespol Syamsi mengatakan, motif pungutan liar yang dilakukan oleh tersangka dengan meminta uang untuk pengambilan setiap sertifikat sebesar Rp800.000.

"Pengakuan tersangka uang itu akan digunakan untuk pengurusan sertifikat mulai dari pendataan pengukuran sampai dengan pengambilan sertifikat di Badan Pertahanan Nasional (BPN)," kata Dodi, Rabu (19/9) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa.

Sedangkan untuk pendaftaran tanah sistematis lengkap hanya mengerluarkan biaya sebesar Rp250.000, karena tidak adanya anggaran untuk biaya pendataan dan pengukuran.

Tersangka yang sehari-hari sebagai petani ditangkap sedang melakukan transakasi sertifikat dirumahnya pada hari Kamis 13 September 2018 di Jorong Sidomulyo, Kenagarian Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.

Lebih lanjut Dodi Marsidy menjelaskan, dalam operasi tangkap tangan ini tim Satgas Saber Pungli Sumbar berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp29.950.000, berikut 380 sertifikat hak milik, satu buah hp dan tiga buah buku catatan yang berisi nama masyarakat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan berhasil menangkap SK (48) dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp29 juta.

Ketua Tim Saber Pungli Sumbar, Komisaris Besar Polisi Dody Marsidy saat jumpa pers yang didampingi Kabid Humas Polda Sumbar, Kombespol Syamsi mengatakan, motif pungutan liar yang dilakukan oleh tersangka dengan meminta uang untuk pengambilan setiap sertifikat sebesar Rp800.000.

"Pengakuan tersangka uang itu akan digunakan untuk pengurusan sertifikat mulai dari pendataan pengukuran sampai dengan pengambilan sertifikat di Badan Pertahanan Nasional (BPN)," kata Dodi, Rabu (19/9) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa.

Sedangkan untuk pendaftaran tanah sistematis lengkap hanya mengerluarkan biaya sebesar Rp250.000, karena tidak adanya anggaran untuk biaya pendataan dan pengukuran.

Tersangka yang sehari-hari sebagai petani ditangkap sedang melakukan transakasi sertifikat dirumahnya pada hari Kamis 13 September 2018 di Jorong Sidomulyo, Kenagarian Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.

Lebih lanjut Dodi Marsidy menjelaskan, dalam operasi tangkap tangan ini tim Satgas Saber Pungli Sumbar berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp29.950.000, berikut 380 sertifikat hak milik, satu buah hp dan tiga buah buku catatan yang berisi nama masyarakat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com