TKA viral di Bekasi, ini hasil pemeriksaan Kemnaker
Elshinta
Kamis, 20 September 2018 - 06:57 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
TKA viral di Bekasi, ini hasil pemeriksaan Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Sumber foto: https://bit.ly/2MnYowQ

Elshinta.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan  kereta api cepat Jakarta-Bandung (PT KCIC) dan Sinohydro Co. Ltd (SINOHYDRO) selaku vendor atau kontraktor pelaksana, menyusul viralnya video mengenai tenaka kerja asing (TKA) pekerja kasar di sana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pelacakan dokumen izin kerja, Kemnaker tidak menemukan adanya pelanggaran izin penggunaan TKA karena TKA yang dimaksud adalah legal. Mereka memiliki izin dan jabatannya yang sesuai.

"Kalau dilihat dari jabatannya ini adalah TKA yang profesional dan setelah kita cek memang sesuai dengan izin yang ada di Kemnaker," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri di Jakarta, Rabu (19/9).

Menaker Hanif meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang dilebih-lebihkan terkait beredarnya video ini. Dia mengatakan, dalam video tersebut terdapat juga tenaga kerja lokal sebagai pendamping TKA.

"Artinya ada TKI sebagai pendamping sesuai ketentuan. Nah sayangnya pendampingnya tidak mampu memberikan penjelasan kepada warga setempat sehingga menimbulkan kecurigaan dan kesan seolah-olah TKA tersebut buruh kasar dan ilegal," jelas Menaker.

Kemudian, lanjut Menaker, diperoleh informasi juga jika lokasi kejadian kebetulan dalam proses pembebasan lahan, namun warga belum menerima uang ganti rugi lahan.  "Makanya ketika ada tim yang mengukur tanah maka jadi sensitif," ujar dia.

Kedepannya, Menaker mengimbau supaya pihak Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung harus memberikan informasi pelaksanaan pekerjaannya kepada bupati dan wali kota yang daerahnya dilalui jalur pembangunan rel kereta. "Tujuannya agar kepala desa dan ketua  rukun tetangga mendapatkan informasi kegiatan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat yang berada di sekitar lokasi," tutur Menaker Hanif, dikutip Antara.

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3), Sugeng Priyanto menambahkan, pihaknya telah melakukan pemanggilan untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap kedua perusahaan tersebut.

“Dalam pemeriksaan tersebut diketahui bahwa para TKA tersebut tengah melakukan pengukuran dalam rangka menentukan kekuatan pembuatan pondasi konstruksi jalur kereta cepat Jakarta-Bandung,” ungkapnya.

Dikatakan Dirjen Sugeng, dalam pemeriksaan dokumen Izin Menggunakan Tenaga Kerja (IMTA), diketahui izin kerja TKA itu merupakan tenaga ahli sebagai geologist engineer, geodetic engineer, dan survey engineer. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Fatayat NU Lebak: Kawin kontrak rugikan perempuan
Senin, 17 Juni 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak Siti Nurasiah mengatakan kawi...
FPI harus serahkan berkas perpanjangan izin
Senin, 17 Juni 2019 - 14:04 WIB
Elshinta.com - Direktur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kementerian Dalam Negeri, Lutfi ...
Angkasa Pura I layani 3,7 juta penumpang saat liburan Lebaran
Senin, 17 Juni 2019 - 13:55 WIB
Elshinta.com - PT Angkasa Pura I (Persero) sukses mendukung kelancaran arus mudik Lebaran ...
Ridwan Kamil imbau warga pantau sidang sengketa Pilpres dari televisi
Senin, 17 Juni 2019 - 13:37 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil atau Emil mengajak seluruh warga di Jaw...
Presiden serahkan sepenuhnya penjaringan calon pimpinan KPK ke Pansel
Senin, 17 Juni 2019 - 12:51 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesn...
Dana desa di Kabupaten Bangka capai Rp59 miliar
Senin, 17 Juni 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospemdes) Kabupaten Ba...
Kuasa hukum Jokowi tak kesulitan siapkan jawaban dalil Prabowo
Senin, 17 Juni 2019 - 10:38 WIB
Elshinta.com - Kuasa hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma`ruf Amin, Ade Irfan Pulungan menyatakan, pih...
Jumlah kunjungan wisata ke Bantul selama libur Lebaran lebihi target
Senin, 17 Juni 2019 - 10:18 WIB
Elshinta.com - Jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata beretribusi di wilayah Kabupaten Bant...
Jemaah calon haji Sleman diberangkatkan awal Juli 2019
Senin, 17 Juni 2019 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mulai member...
Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulut
Senin, 17 Juni 2019 - 08:49 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berharap masyarakat me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once