Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Ribuan warga berebut nasi `buka luwur` di Makam Sunan Kudus

Kamis, 20 September 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Foto: Sutini/Radio Elshinta
Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Puncak rangkaian tradisi buka luwur (penutup) makam Sunan Kudus yakni pembagian nasi jangkrik (nasi berisi lauk daging bungkus daun jati) kepada masyarakat, dimana ada ribuan orang berdesak-desakan untuk berebut nasi yang dipercaya membawa berkah tersebut. Mereka mengantri sejak subuh karena dibagikan puluhan ribu nasi jangkrik.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, KH Em Najib Hasan mengatakan, pada prosesi buka luwur kali ini banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari penjamasan pusaka Sunan Kudus sampai puncaknya hari ini bertepatan 10 Muharam (Asyura) pembagian nasi jangkrik yang mencapai kurang lebih 29.000 bungkus dan 2.000 keranjang.

"Ada 12 ton beras yang dimasak, 85 ekor kambing dan 11 ekor kerbau yang merupakan sumbangan dari 10.000 orang, dengan berbagai latar belakang agama maupun ekonomi, semua bahan dimasak dan dibagikan pada masyarakat lainnya," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (20/9).

Najib menuturkan, untuk acara pemasangan luwur kangjeng Sunan Kudus telah selesai, sehingga makam sudah tertutup 'luwur' semua, mulai dari langitan, unthok banyu, kompol, wiru dan roncean melati, dan diiringi doa luwur terakhir dipasang.

Salah satu warga Karanganyar, Demak, Dono mengaku sengaja datang untuk mengikuti tradisi pembagian nasi berkat. "Saya datang dari jam 04.00 WIB, karena saya percaya nasi tersebut membawa berkah," pungkasnya.

Sementara adanya kegiatan pembagian nasi berkat pada prosesi buka luwur, puluhan personel Polres Kudus, Kodim, Satpol PP dan Dishub serta Banser membantu mengamankan jalannya antrian warga baik dari jalur untuk laki-laki maupun perempuan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Puncak rangkaian tradisi buka luwur (penutup) makam Sunan Kudus yakni pembagian nasi jangkrik (nasi berisi lauk daging bungkus daun jati) kepada masyarakat, dimana ada ribuan orang berdesak-desakan untuk berebut nasi yang dipercaya membawa berkah tersebut. Mereka mengantri sejak subuh karena dibagikan puluhan ribu nasi jangkrik.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, KH Em Najib Hasan mengatakan, pada prosesi buka luwur kali ini banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari penjamasan pusaka Sunan Kudus sampai puncaknya hari ini bertepatan 10 Muharam (Asyura) pembagian nasi jangkrik yang mencapai kurang lebih 29.000 bungkus dan 2.000 keranjang.

"Ada 12 ton beras yang dimasak, 85 ekor kambing dan 11 ekor kerbau yang merupakan sumbangan dari 10.000 orang, dengan berbagai latar belakang agama maupun ekonomi, semua bahan dimasak dan dibagikan pada masyarakat lainnya," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (20/9).

Najib menuturkan, untuk acara pemasangan luwur kangjeng Sunan Kudus telah selesai, sehingga makam sudah tertutup 'luwur' semua, mulai dari langitan, unthok banyu, kompol, wiru dan roncean melati, dan diiringi doa luwur terakhir dipasang.

Salah satu warga Karanganyar, Demak, Dono mengaku sengaja datang untuk mengikuti tradisi pembagian nasi berkat. "Saya datang dari jam 04.00 WIB, karena saya percaya nasi tersebut membawa berkah," pungkasnya.

Sementara adanya kegiatan pembagian nasi berkat pada prosesi buka luwur, puluhan personel Polres Kudus, Kodim, Satpol PP dan Dishub serta Banser membantu mengamankan jalannya antrian warga baik dari jalur untuk laki-laki maupun perempuan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com