Ribuan warga berebut nasi `buka luwur` di Makam Sunan Kudus
Kamis, 20 September 2018 - 15:15 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Puncak rangkaian tradisi buka luwur (penutup) makam Sunan Kudus yakni pembagian nasi jangkrik (nasi berisi lauk daging bungkus daun jati) kepada masyarakat, dimana ada ribuan orang berdesak-desakan untuk berebut nasi yang dipercaya membawa berkah tersebut. Mereka mengantri sejak subuh karena dibagikan puluhan ribu nasi jangkrik.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, KH Em Najib Hasan mengatakan, pada prosesi buka luwur kali ini banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari penjamasan pusaka Sunan Kudus sampai puncaknya hari ini bertepatan 10 Muharam (Asyura) pembagian nasi jangkrik yang mencapai kurang lebih 29.000 bungkus dan 2.000 keranjang.

"Ada 12 ton beras yang dimasak, 85 ekor kambing dan 11 ekor kerbau yang merupakan sumbangan dari 10.000 orang, dengan berbagai latar belakang agama maupun ekonomi, semua bahan dimasak dan dibagikan pada masyarakat lainnya," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (20/9).

Najib menuturkan, untuk acara pemasangan luwur kangjeng Sunan Kudus telah selesai, sehingga makam sudah tertutup 'luwur' semua, mulai dari langitan, unthok banyu, kompol, wiru dan roncean melati, dan diiringi doa luwur terakhir dipasang.

Salah satu warga Karanganyar, Demak, Dono mengaku sengaja datang untuk mengikuti tradisi pembagian nasi berkat. "Saya datang dari jam 04.00 WIB, karena saya percaya nasi tersebut membawa berkah," pungkasnya.

Sementara adanya kegiatan pembagian nasi berkat pada prosesi buka luwur, puluhan personel Polres Kudus, Kodim, Satpol PP dan Dishub serta Banser membantu mengamankan jalannya antrian warga baik dari jalur untuk laki-laki maupun perempuan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 23:05 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Peremp...
Senin, 17 Desember 2018 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Dharma Pertiwi yang merupakan induk dari organisasi istri prajurit TNI,&nbs...
Senin, 17 Desember 2018 - 21:04 WIB
Elshinta.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhamm...
Senin, 17 Desember 2018 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perindustrian semakin gencar menciptakan wirausaha baru melalui...
Senin, 17 Desember 2018 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan tid...
Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise ...
Minggu, 16 Desember 2018 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo meminta agar masyarakat tidak terus menanam ...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade tak setuju soal larangan poligami ya...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Sekitar 10 ribu santri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti jalan seh...
Kamis, 13 Desember 2018 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Anggota Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Fa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: