Jadi pemasok dunia, KKP dorong peningkatan produksi mutiara
Jumat, 21 September 2018 - 14:37 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OLc0nq

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong agar pusat pemuliaan induk di berbagai daerah terus memproduksi induk dan benih unggul tiram mutiara untuk menghentikan berkurangnya ketersediaan induk tiram mutiara di alam.

"Ke depan tidak boleh ada lagi hatchery (tempat penetasan) kerang mutiara yang menggantungkan keperluan induknya dari alam, tapi harus didapatkan dari pusat induk kekerangan,"  kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, Jumat (21/9).

Menurut dia, hal tersebut penting sebagai bagian dari upaya mengendalikan eksploitasi induk tiram mutiara yang selama ini masih tergantung dari tangkapan di alam dan berdampak terhadap penurunan stok induk tiram mutiara di berbagai lokasi.

Ia memaparkan, untuk memperkuat keberlanjutan produksi induk tiram mutiara, telah dibentuk jejaring induk tiram mutiara diantaranya beranggotakan Balai Produksi Induk Udang Unggul Dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem Bali, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok, dan Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol Bali.

Melalui jejaring ini, lanjutnya, dilakukan pembagian tugas diantaranya tugas pemuliaan dan perbanyakan induk maupun calon induk. Contohnya, BPIU2K Karangasem saat ini telah berhasil mengembangkan breeding program tiram mutiara dengan menghasilkan 2,5 juta ekor per tahun.

Hasil breeding program ini juga telah terdistribusi untuk memenuhi kebutuhan di Sulawesi Tenggara (Kendari, Buton), Sulawesi Tengah (Pulau Togean), NTB (Bima, Lombok), Jawa Timur (Trenggalek), Lampung, dan NTT (Manggarai, Labuan Bajo), demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Pelindo 1 bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Suma...
Minggu, 16 Desember 2018 - 21:25 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo meminta aparat keamanan serius menangani pem...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:33 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengungkapkan upaya mengatasi kabut asap yan...
Jumat, 14 Desember 2018 - 09:37 WIB
Elshinta.com - Pesisir dan laut dengan keragaman, keunikan ekosistem dan kekayaan jenis se...
Rabu, 12 Desember 2018 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan operator ...
Minggu, 09 Desember 2018 - 12:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Rini Soemarno me...
Minggu, 09 Desember 2018 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Peneliti dari lembaga konservasi Conservation International Indonesia Abrah...
Kamis, 06 Desember 2018 - 08:47 WIB
Elshinta.com - Fenomena buaya menampakkan diri di permukaaan sungai-sungai di wilayah Kabu...
Rabu, 05 Desember 2018 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali menjadi nominator peraih Adipura Kenca...
Rabu, 05 Desember 2018 - 17:52 WIB
Elshinta.com - Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di wilayah industri, Dusun Rumamb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)