Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Kekeringan, DPRD desak Wali Kota Bandung fokus pengadaan air bersih

Minggu, 23 September 2018 - 19:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Anggota DPRD Kota Bandung Yusuf Supardi. Foto: Dudy Supriyadi/Elshinta
Anggota DPRD Kota Bandung Yusuf Supardi. Foto: Dudy Supriyadi/Elshinta

Elshinta.com - Anggota DPRD Kota Bandung Yusuf Supardi mendesak Wali Kota Bandung yang baru dilantik Oded M  Danial bersama wakilnya Yana Mulyana agar fokus pada program pengadaan air bersih berupa pipanisasi dari sejumlah mata air di kawasan Bandung Timur. 

Musim kemarau yang sudah terjadi sekitar tujuh bulan terakhir di Kota Bandung, Jawa Barat mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kekeringan di sawah dan tanah garapan, serta berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih. Salah satunya di beberapa RW di Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

"Saya harapkan Pemkot Bandung melalui Mang Oded dan Kang Yana sebagai Walikota yang baru untuk fokus dibidang kepentingan air bersih, karena warga sangat memprihatinkan,  mereka mengantri di masjid sekitar selama berjam-jam untuk mendapatkan air bersih," kata Yusuf di Bandung, Minggu (23/9), dilaporkan Kontributor Elshinta Dudy Supriyadi.

Yusuf menilai, jika hanya mengandalkan sumur artesis maka sewaktu-waktu akan kembali mengalami penyusutan air, sehingga harus kembali membuat sumur baru. Jika pipanisasi dilakukan, timpal Yusuf, dengan jarak dua hingga tiga kilometer dari perumahan warga ke sejumlah mata air, maka ribuan kepala keluarga dapat diselamatkan dari kesulitan mendapatkan air bersih. 

Dengan biaya Rp500 juta sampai Rp1 miliar, menurut Yusuf, maka kesulitan warga mendapatkan air bersih dapat diatasi tanpa harus membayar listrik dengan biaya mahal. Pihaknya berharap Pemkot Bandung melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirtawening dapat segera bergerak melalukan pipanisasi dan mencari mata air yang baru di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Anggota DPRD Kota Bandung Yusuf Supardi mendesak Wali Kota Bandung yang baru dilantik Oded M  Danial bersama wakilnya Yana Mulyana agar fokus pada program pengadaan air bersih berupa pipanisasi dari sejumlah mata air di kawasan Bandung Timur. 

Musim kemarau yang sudah terjadi sekitar tujuh bulan terakhir di Kota Bandung, Jawa Barat mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kekeringan di sawah dan tanah garapan, serta berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih. Salah satunya di beberapa RW di Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

"Saya harapkan Pemkot Bandung melalui Mang Oded dan Kang Yana sebagai Walikota yang baru untuk fokus dibidang kepentingan air bersih, karena warga sangat memprihatinkan,  mereka mengantri di masjid sekitar selama berjam-jam untuk mendapatkan air bersih," kata Yusuf di Bandung, Minggu (23/9), dilaporkan Kontributor Elshinta Dudy Supriyadi.

Yusuf menilai, jika hanya mengandalkan sumur artesis maka sewaktu-waktu akan kembali mengalami penyusutan air, sehingga harus kembali membuat sumur baru. Jika pipanisasi dilakukan, timpal Yusuf, dengan jarak dua hingga tiga kilometer dari perumahan warga ke sejumlah mata air, maka ribuan kepala keluarga dapat diselamatkan dari kesulitan mendapatkan air bersih. 

Dengan biaya Rp500 juta sampai Rp1 miliar, menurut Yusuf, maka kesulitan warga mendapatkan air bersih dapat diatasi tanpa harus membayar listrik dengan biaya mahal. Pihaknya berharap Pemkot Bandung melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirtawening dapat segera bergerak melalukan pipanisasi dan mencari mata air yang baru di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com