Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Minggu, 23 September 2018 - 21:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Tersangka pemerkosa IRT, PP alias Botak (17) yang diamankan Polsek Pangkalan Brandan. Foto: M Salim/Elshinta
Tersangka pemerkosa IRT, PP alias Botak (17) yang diamankan Polsek Pangkalan Brandan. Foto: M Salim/Elshinta

Elshinta.com - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan berhasil mengamankan seorang laki-laki pelaku pemerkosa terhadap ibu rumah tangga (IRT) berinisial Il warga Cempaka Ujung, Kampung Baru, Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.

Diketahui, tersangka berinisial PP alias Botak (17) yang berprofesi sebagai pemulung, warga jalan Stasiun KA Gang Armenia, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, yang saat ini sudah mendekam di tahanan Polsek Pangkalan Brandan.

"Tersangka pelaku sudah diamankan dan barang bukti satu buah senjata tajam juga sudah diamankan polisi," kata Kasubbag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan, saat dikonfirmasi Kontributor Elshinta M Salim, Minggu (23/9).

Dijelaskan Arnold aksi pemerkosaan tersebut terjadi pada Jumat (21/9) dini hari sekira pukul 02.00 WIB di rumah korban. "Saat itu korban sedang menelpon di ruang dapur, tiba-tiba pelaku PP alias Botak sudah berdiri dihadapan korban dalam keadaan sudah tidak memakai pakaian sambil menodongkan senjata tajam kepada korban, sambil menghardik 'jangan berteriak'," ungkap Arnold.

Korban yang ketakutan membuat pelaku mendorong tubuh korban dan melakukan tindakan bejatnya di lantai dapur sambil tetap memegang senjata tajam. Setelah puas menyetubuhi korban, pelaku keluar lewat jendela dan tetap mengarahkan pisau sambil mengancam agar korban tidak berteriak.

"Pada saat kejadian pemerkosaan tersebut suami korban tidak ada di rumah dan korban tinggal bersama dengan tiga orang anak korban masih kecil berusia 9 tahun anak pertama, anak kedua usia 5 tahun dan yang ke tiga berusia 3 tahun," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan berhasil mengamankan seorang laki-laki pelaku pemerkosa terhadap ibu rumah tangga (IRT) berinisial Il warga Cempaka Ujung, Kampung Baru, Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.

Diketahui, tersangka berinisial PP alias Botak (17) yang berprofesi sebagai pemulung, warga jalan Stasiun KA Gang Armenia, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, yang saat ini sudah mendekam di tahanan Polsek Pangkalan Brandan.

"Tersangka pelaku sudah diamankan dan barang bukti satu buah senjata tajam juga sudah diamankan polisi," kata Kasubbag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan, saat dikonfirmasi Kontributor Elshinta M Salim, Minggu (23/9).

Dijelaskan Arnold aksi pemerkosaan tersebut terjadi pada Jumat (21/9) dini hari sekira pukul 02.00 WIB di rumah korban. "Saat itu korban sedang menelpon di ruang dapur, tiba-tiba pelaku PP alias Botak sudah berdiri dihadapan korban dalam keadaan sudah tidak memakai pakaian sambil menodongkan senjata tajam kepada korban, sambil menghardik 'jangan berteriak'," ungkap Arnold.

Korban yang ketakutan membuat pelaku mendorong tubuh korban dan melakukan tindakan bejatnya di lantai dapur sambil tetap memegang senjata tajam. Setelah puas menyetubuhi korban, pelaku keluar lewat jendela dan tetap mengarahkan pisau sambil mengancam agar korban tidak berteriak.

"Pada saat kejadian pemerkosaan tersebut suami korban tidak ada di rumah dan korban tinggal bersama dengan tiga orang anak korban masih kecil berusia 9 tahun anak pertama, anak kedua usia 5 tahun dan yang ke tiga berusia 3 tahun," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com