Rabu, 12 Desember 2018 | 15:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aktual IPTEK

Cegah pelanggaran UU ITE, Kemkominfo kenalkan Nawala

Senin, 24 September 2018 - 17:46 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kemenkominfo, Latifah Hanum. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta
Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kemenkominfo, Latifah Hanum. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta

Elshinta.com - Menghadapi pesta demokrasi 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bagian Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) melakukan pencegahan dengan berbagai bentuk agar masyarakat tidak terjerumus pelanggaran UU ITE dengan menggunakan Blogger Nawala.

Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kemenkominfo, Latifah Hanum kepada Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Senin (24/9) mengatakan, Blogger Nawala akan bekerja melakukan cek berita yang sifatnya tidak baik atau melanggar ketentuan UU ITE, yang juga bisa diajukan masyarakat yang didaftarkan melaui website ke perangkat alat yang dimiliki Kemenkominfo.

"Maka berita yang sifatnya fotografi, ujaran kebencian atau memprovokasi dan sejenisnya akan dilakukan review oleh petugas atau komite yang menangani di Kemenkominfo sebagai penentu kebijakan apa berita yang disampaikan ada pelanggaran atau tidak," ujar Latifah dalam seminar bertajuk "Merawat Kebangsaan dengan Pemanfaatan Teknologi ITE dalam rangka sosialisasi redesain USO".

Pihaknya juga berharap, dengan seminar ini juga dapat menyampaikan ke masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran.

"Kaitan kontrol atau pengawasan WhatsApp seminar ini belum sampai menyentuh soal itu namun diminta masyarakat tidak menyalahgunakan layanan komunikasi apapun itu bentuknya, dalam pencegahan Kemkominfo melaui BAKTI selalu aktif melakukan sosialisasi seperti saat yang digelar di Kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan tujuan mengajak masyarakat menggunakan alat atau fasilitas komunikasi dengan bijak," ungkapnya.

Penyuluhan dilakukan mulai usia sekolah atau kemasyarakatan mengkampanyekan antisipasi berita hoax pada founder media sosial, tokoh masyarakat, agar tidak terjadi penyalahgunaan dengan menimbulkan fitnah atau ujaran kebencian.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Menghadapi pesta demokrasi 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bagian Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) melakukan pencegahan dengan berbagai bentuk agar masyarakat tidak terjerumus pelanggaran UU ITE dengan menggunakan Blogger Nawala.

Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kemenkominfo, Latifah Hanum kepada Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Senin (24/9) mengatakan, Blogger Nawala akan bekerja melakukan cek berita yang sifatnya tidak baik atau melanggar ketentuan UU ITE, yang juga bisa diajukan masyarakat yang didaftarkan melaui website ke perangkat alat yang dimiliki Kemenkominfo.

"Maka berita yang sifatnya fotografi, ujaran kebencian atau memprovokasi dan sejenisnya akan dilakukan review oleh petugas atau komite yang menangani di Kemenkominfo sebagai penentu kebijakan apa berita yang disampaikan ada pelanggaran atau tidak," ujar Latifah dalam seminar bertajuk "Merawat Kebangsaan dengan Pemanfaatan Teknologi ITE dalam rangka sosialisasi redesain USO".

Pihaknya juga berharap, dengan seminar ini juga dapat menyampaikan ke masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran.

"Kaitan kontrol atau pengawasan WhatsApp seminar ini belum sampai menyentuh soal itu namun diminta masyarakat tidak menyalahgunakan layanan komunikasi apapun itu bentuknya, dalam pencegahan Kemkominfo melaui BAKTI selalu aktif melakukan sosialisasi seperti saat yang digelar di Kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan tujuan mengajak masyarakat menggunakan alat atau fasilitas komunikasi dengan bijak," ungkapnya.

Penyuluhan dilakukan mulai usia sekolah atau kemasyarakatan mengkampanyekan antisipasi berita hoax pada founder media sosial, tokoh masyarakat, agar tidak terjadi penyalahgunaan dengan menimbulkan fitnah atau ujaran kebencian.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Kota semarang mlm ini cuacanya cerah
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com