Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Bawaslu sebut kerawanan Pemilu netralitas ASN, ujaran kebencian, SARA dan politik uang

Selasa, 25 September 2018 - 12:47 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin. Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin. Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan temuan kerawanan di Pemilu 2019 antara lain netralitas ASN, ujaran kebencian, dan politisasi SARA. Masing-masing aspek kerawanan tersebut rata-rata presentasenya 17 persen hingga 19 persen dan terjadi di sekitar 90 daerah.

"Untuk kerawanan aspek netralitas ASN itu terjadi di 93 kabupaten/kota dengan presentase 18,1 persen, ini terdiri dari otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, relasi kuasa lokal, dan pelibatan saat kampanye," ungkapnya di Pancoran, Jaksel, Selasa (25/9) seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Ditambahkannya, "Aspek keamanan, itu terjadi kerawanan di 94 kabupaten/kota dengan persentase 18,3 persen yang meliputi kondisi sosial, relasi kuasa lokal, dan praktik kampanye," ujarnya.

Kerawanan ujaran kebencian terjadi di 90 kabupaten/kota, termasuk kerawanan baru. "Ujaran kebencian ini masuk ke kerawanan baru. Ini terjadi di 90 kabupaten/kota, dengan persentase 17,5 persen. Ujaran kebencian ini meliputi relasi kuasa lokal, praktik kampanye, dan keterlibatan pemilih," katanya.

Dijelaskannya terdapat pula 513 daerah rawan politik uang yang terbagi dalam kategori tinggi dan sedang. "Kerawanan aspek politik uang yang tinggi ada di 176 daerah yaitu 34,2 persen, kemudian kerawanan sedangnya ada 65 persen yaitu ada di 337 daerah," paparnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan temuan kerawanan di Pemilu 2019 antara lain netralitas ASN, ujaran kebencian, dan politisasi SARA. Masing-masing aspek kerawanan tersebut rata-rata presentasenya 17 persen hingga 19 persen dan terjadi di sekitar 90 daerah.

"Untuk kerawanan aspek netralitas ASN itu terjadi di 93 kabupaten/kota dengan presentase 18,1 persen, ini terdiri dari otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, relasi kuasa lokal, dan pelibatan saat kampanye," ungkapnya di Pancoran, Jaksel, Selasa (25/9) seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Ditambahkannya, "Aspek keamanan, itu terjadi kerawanan di 94 kabupaten/kota dengan persentase 18,3 persen yang meliputi kondisi sosial, relasi kuasa lokal, dan praktik kampanye," ujarnya.

Kerawanan ujaran kebencian terjadi di 90 kabupaten/kota, termasuk kerawanan baru. "Ujaran kebencian ini masuk ke kerawanan baru. Ini terjadi di 90 kabupaten/kota, dengan persentase 17,5 persen. Ujaran kebencian ini meliputi relasi kuasa lokal, praktik kampanye, dan keterlibatan pemilih," katanya.

Dijelaskannya terdapat pula 513 daerah rawan politik uang yang terbagi dalam kategori tinggi dan sedang. "Kerawanan aspek politik uang yang tinggi ada di 176 daerah yaitu 34,2 persen, kemudian kerawanan sedangnya ada 65 persen yaitu ada di 337 daerah," paparnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com