Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Aktual Perempuan

WCC Mawar Balqis: Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi

Rabu, 26 September 2018 - 08:32 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xNBcSR
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xNBcSR

Elshinta.com - Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Cirebon, Jawa Barat, masih tergolong tinggi, di mana pada hingga September 2018 ini ada 58 kasus.

"Dari Januari hingga September 2018, kita menangani sebanyak 58 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Manager Program WCC Mawar Balqis, Sa`adah, di Cirebon, Selasa (25/9).

"Di mana untuk 20 kasus kategori kekerasan seksual dan saat ini sudah diproses secara hukum," ujarnya, dikutip Antara.

Sedangkan pada 2017 kekerasan perempuan dan anak tercatat sebanyak 141 kasus. Dari ratusan kasus yang ditangani WCC Mawar Balqis, mayoritas dialami oleh anak-anak hingga remaja.

"Usia terbanyak itu 11 tahun, ada juga yang berusia lima tahun," katanya.

Sa`adah mengatakan, para pelaku kekerasan terhadap perempuan itu mayoritas dilakukan oleh orang terdekatnya, seperti ayah, paman, pengasuh, dan tetangga korban.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan terjadi karena minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya pada kalangan remaja.

Kendala dalam penanganannya itu karena masih banyak masyarakat yang belum berani melapor ke ranah hukum, mereka beralasan malu dan repot. "Terlebih lagi, korban kekerasan yang kita tangani ini mayoritas kalangan masyarakat menengah bawah," kata Sa`adah.

WCC Mawar Balqis bersama jaringan Cirebon untuk kemanusian dan forum pengadaan layanan saat ini sedang mendesak pemerintah untuk mengesahkan Rencana Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual. Selain itu, mendorong Pemkab Cirebon untuk membuat Peraturan Bupati dalam tindak lanjut pengesahan Perda Nomor 1/2018 tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Kemenkumham: Dana kampanye harus masuk pembukuan khusus

Elshinta.com - Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Cirebon, Jawa Barat, masih tergolong tinggi, di mana pada hingga September 2018 ini ada 58 kasus.

"Dari Januari hingga September 2018, kita menangani sebanyak 58 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Manager Program WCC Mawar Balqis, Sa`adah, di Cirebon, Selasa (25/9).

"Di mana untuk 20 kasus kategori kekerasan seksual dan saat ini sudah diproses secara hukum," ujarnya, dikutip Antara.

Sedangkan pada 2017 kekerasan perempuan dan anak tercatat sebanyak 141 kasus. Dari ratusan kasus yang ditangani WCC Mawar Balqis, mayoritas dialami oleh anak-anak hingga remaja.

"Usia terbanyak itu 11 tahun, ada juga yang berusia lima tahun," katanya.

Sa`adah mengatakan, para pelaku kekerasan terhadap perempuan itu mayoritas dilakukan oleh orang terdekatnya, seperti ayah, paman, pengasuh, dan tetangga korban.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan terjadi karena minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya pada kalangan remaja.

Kendala dalam penanganannya itu karena masih banyak masyarakat yang belum berani melapor ke ranah hukum, mereka beralasan malu dan repot. "Terlebih lagi, korban kekerasan yang kita tangani ini mayoritas kalangan masyarakat menengah bawah," kata Sa`adah.

WCC Mawar Balqis bersama jaringan Cirebon untuk kemanusian dan forum pengadaan layanan saat ini sedang mendesak pemerintah untuk mengesahkan Rencana Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual. Selain itu, mendorong Pemkab Cirebon untuk membuat Peraturan Bupati dalam tindak lanjut pengesahan Perda Nomor 1/2018 tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com