Rabu, 12 Desember 2018 | 15:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Aktual Perempuan

WCC Mawar Balqis: Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi

Rabu, 26 September 2018 - 08:32 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xNBcSR
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xNBcSR

Elshinta.com - Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Cirebon, Jawa Barat, masih tergolong tinggi, di mana pada hingga September 2018 ini ada 58 kasus.

"Dari Januari hingga September 2018, kita menangani sebanyak 58 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Manager Program WCC Mawar Balqis, Sa`adah, di Cirebon, Selasa (25/9).

"Di mana untuk 20 kasus kategori kekerasan seksual dan saat ini sudah diproses secara hukum," ujarnya, dikutip Antara.

Sedangkan pada 2017 kekerasan perempuan dan anak tercatat sebanyak 141 kasus. Dari ratusan kasus yang ditangani WCC Mawar Balqis, mayoritas dialami oleh anak-anak hingga remaja.

"Usia terbanyak itu 11 tahun, ada juga yang berusia lima tahun," katanya.

Sa`adah mengatakan, para pelaku kekerasan terhadap perempuan itu mayoritas dilakukan oleh orang terdekatnya, seperti ayah, paman, pengasuh, dan tetangga korban.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan terjadi karena minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya pada kalangan remaja.

Kendala dalam penanganannya itu karena masih banyak masyarakat yang belum berani melapor ke ranah hukum, mereka beralasan malu dan repot. "Terlebih lagi, korban kekerasan yang kita tangani ini mayoritas kalangan masyarakat menengah bawah," kata Sa`adah.

WCC Mawar Balqis bersama jaringan Cirebon untuk kemanusian dan forum pengadaan layanan saat ini sedang mendesak pemerintah untuk mengesahkan Rencana Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual. Selain itu, mendorong Pemkab Cirebon untuk membuat Peraturan Bupati dalam tindak lanjut pengesahan Perda Nomor 1/2018 tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Cirebon, Jawa Barat, masih tergolong tinggi, di mana pada hingga September 2018 ini ada 58 kasus.

"Dari Januari hingga September 2018, kita menangani sebanyak 58 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Manager Program WCC Mawar Balqis, Sa`adah, di Cirebon, Selasa (25/9).

"Di mana untuk 20 kasus kategori kekerasan seksual dan saat ini sudah diproses secara hukum," ujarnya, dikutip Antara.

Sedangkan pada 2017 kekerasan perempuan dan anak tercatat sebanyak 141 kasus. Dari ratusan kasus yang ditangani WCC Mawar Balqis, mayoritas dialami oleh anak-anak hingga remaja.

"Usia terbanyak itu 11 tahun, ada juga yang berusia lima tahun," katanya.

Sa`adah mengatakan, para pelaku kekerasan terhadap perempuan itu mayoritas dilakukan oleh orang terdekatnya, seperti ayah, paman, pengasuh, dan tetangga korban.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan terjadi karena minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya pada kalangan remaja.

Kendala dalam penanganannya itu karena masih banyak masyarakat yang belum berani melapor ke ranah hukum, mereka beralasan malu dan repot. "Terlebih lagi, korban kekerasan yang kita tangani ini mayoritas kalangan masyarakat menengah bawah," kata Sa`adah.

WCC Mawar Balqis bersama jaringan Cirebon untuk kemanusian dan forum pengadaan layanan saat ini sedang mendesak pemerintah untuk mengesahkan Rencana Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual. Selain itu, mendorong Pemkab Cirebon untuk membuat Peraturan Bupati dalam tindak lanjut pengesahan Perda Nomor 1/2018 tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 02 Desember 2018 - 16:13 WIB

Pengidap HIV/AIDS di Lhokseumawe dominan wanita

Selasa, 20 November 2018 - 12:47 WIB

Bangladesh minati produk kosmetik halal Indonesia

Jumat, 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com