Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / ASEAN

Tajamkan visi, PKS gandeng koalisi Pakatan Harapan Malaysia

Kamis, 27 September 2018 - 10:01 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
Rombongan PKS diterima Sekretaris Jenderal  Parti Keadilan Rakyat Pak, Dato’ Saifuddin Nasution, Menteri Perdagangan Malaysia di kantor Kementerian Perdagangan Malaysia/ist
Rombongan PKS diterima Sekretaris Jenderal Parti Keadilan Rakyat Pak, Dato’ Saifuddin Nasution, Menteri Perdagangan Malaysia di kantor Kementerian Perdagangan Malaysia/ist

Elshinta.com - Sebagai partai politik yang memiliki visi keislaman Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengamati perkembangan umat dari masa ke masa, baik yang terjadi di Indonesia maupun internasional. Terkait hal tersebut, membangun komunikasi yang baik dengan partai politik negeri tetangga menjadi sesuatu yang penting. 

Khususnya, partai politik yang memiliki kesamaan visi baik dalam hal isu-isu keislaman dan keumatan internasional maupun partai-partai yang perduli terhadap penegakan "good governance” dan isu-isu keadilan sosial pada umumnya. 

PKS telah melakukan hal itu, salah satunya dengan melawat ke beberapa partai yang tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada  awal September2018. 

Dipilihnya PH bukan tanpa sebab, menurut Farouk Abdullah Alwyni (FAA) MA. MBA. Head Foreign Service and Public Diplomacy Bureau, yang menjadi ketua rombongan, PH memiliki kesamaan visi dengan PKS.  

PH sama-sama memperdulikan kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan pemihakan kepada masyarakat, selain tentu saja elemen terkait penegakan Islam sebagai Rahmatan Lilalamiin dalam konteks masyarakat plural. 

PH juga dinilai mempunyai prestasi gemilang. Seperti diketahui PH berhasil menggeser partai koalisi Barisan Nasional (BN) yang sudah 60 tahun berkuasa di Malaysia. Rabu (9 /5 /2018) PH menang dari koalisi BN dalam Pemilihan Umum. 

Koalisi partai sayap kanan dan tengah yang meraih 79 dari 222 kursi parlemen itu, kalah oleh koalisi oposisi. Pakatan Harapan (PH), memenangkan 122 kursi parlemen. Banyak pengamat menilai BN tidak kuasa menahan keinginan rakyat yang menghendaki perubahan. 

Atas keberhasilan yang diraih PH, PKS merasa perlu membangun jaringan dengan mereka, dan gayung pun bersambut. FAA menjelaskan bahwa pertemuan berjalan hangat dan mendapat respon yang sangat positif. 

Pada pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Parti Keadilan Rakyat (PKR), Dato' Saifuddin Nasution bin Ismail yang merupakan Menteri Perdagangan, di Kementerian Perdagangan Malaysia itu, Farouk menyampaikan harapannya agar terjalin tali silaturahim, sinergi, dan hubungan antar-kedua partai dapat berjalan mulus, langgeng serta akrab. 

“Dengan membangun komunikasi yang baik dengan partai-partai yang tergabung dalam PH, maka akan membantu kita juga untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita, khususnya yang tidak mempunyai kejelasan status (irregular) agar tetap diperlakukan secara manusiawi,” ungkap FAA. 

Sosok yang pernah menyabet gelar Diploma dalam keuangan Islam dari Chartered Institute for Management Accountant (CINA), Kualifikasi Keuangan Islam dari Chartered Institute for Securities & Investment, London, UK  juga menjelaskan bahwa hubungan itu bukan sekadar menjadi hubungan antar partai. Lebih dari itu dapat menjadi hubungan kekeluargaan, dari dua Negara Serumpun. 

Hal serupa juga disampaikan Ustadz Ahmad Awang (UAA) selaku General Advisor Pani Amanah Negara di Wisma Amanah Negara. Kehadiran PKS menjadi momen menjaga dan mengetatkan tali silaturahim antar-kedua partai, sekaligus juga mempererat hubungan dua negara. Ahmad juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Pani Amanah Negara akan mengadakan kunjungan ke Jakarta untuk bersilaturahim ke kantor DPP PKS. 

UAA menilai PKS lebih senior dan mempunyai lebih banyak aktivitas politik. Hal ini juga diharap dapat bertukar pengalaman dan sama-sama saling belajar antar-kedua partai. Sebagai realisasinya Pemuda Partai dari Parti Amanah Negara akan membuat wadah komunikasi dengan bidang kepemudaan PKS dalam bentuk diskusi untuk berbagi pengalaman sekaligus program-program yang terkait dengan kepartaian.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Sebagai partai politik yang memiliki visi keislaman Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengamati perkembangan umat dari masa ke masa, baik yang terjadi di Indonesia maupun internasional. Terkait hal tersebut, membangun komunikasi yang baik dengan partai politik negeri tetangga menjadi sesuatu yang penting. 

Khususnya, partai politik yang memiliki kesamaan visi baik dalam hal isu-isu keislaman dan keumatan internasional maupun partai-partai yang perduli terhadap penegakan "good governance” dan isu-isu keadilan sosial pada umumnya. 

PKS telah melakukan hal itu, salah satunya dengan melawat ke beberapa partai yang tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada  awal September2018. 

Dipilihnya PH bukan tanpa sebab, menurut Farouk Abdullah Alwyni (FAA) MA. MBA. Head Foreign Service and Public Diplomacy Bureau, yang menjadi ketua rombongan, PH memiliki kesamaan visi dengan PKS.  

PH sama-sama memperdulikan kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan pemihakan kepada masyarakat, selain tentu saja elemen terkait penegakan Islam sebagai Rahmatan Lilalamiin dalam konteks masyarakat plural. 

PH juga dinilai mempunyai prestasi gemilang. Seperti diketahui PH berhasil menggeser partai koalisi Barisan Nasional (BN) yang sudah 60 tahun berkuasa di Malaysia. Rabu (9 /5 /2018) PH menang dari koalisi BN dalam Pemilihan Umum. 

Koalisi partai sayap kanan dan tengah yang meraih 79 dari 222 kursi parlemen itu, kalah oleh koalisi oposisi. Pakatan Harapan (PH), memenangkan 122 kursi parlemen. Banyak pengamat menilai BN tidak kuasa menahan keinginan rakyat yang menghendaki perubahan. 

Atas keberhasilan yang diraih PH, PKS merasa perlu membangun jaringan dengan mereka, dan gayung pun bersambut. FAA menjelaskan bahwa pertemuan berjalan hangat dan mendapat respon yang sangat positif. 

Pada pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Parti Keadilan Rakyat (PKR), Dato' Saifuddin Nasution bin Ismail yang merupakan Menteri Perdagangan, di Kementerian Perdagangan Malaysia itu, Farouk menyampaikan harapannya agar terjalin tali silaturahim, sinergi, dan hubungan antar-kedua partai dapat berjalan mulus, langgeng serta akrab. 

“Dengan membangun komunikasi yang baik dengan partai-partai yang tergabung dalam PH, maka akan membantu kita juga untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita, khususnya yang tidak mempunyai kejelasan status (irregular) agar tetap diperlakukan secara manusiawi,” ungkap FAA. 

Sosok yang pernah menyabet gelar Diploma dalam keuangan Islam dari Chartered Institute for Management Accountant (CINA), Kualifikasi Keuangan Islam dari Chartered Institute for Securities & Investment, London, UK  juga menjelaskan bahwa hubungan itu bukan sekadar menjadi hubungan antar partai. Lebih dari itu dapat menjadi hubungan kekeluargaan, dari dua Negara Serumpun. 

Hal serupa juga disampaikan Ustadz Ahmad Awang (UAA) selaku General Advisor Pani Amanah Negara di Wisma Amanah Negara. Kehadiran PKS menjadi momen menjaga dan mengetatkan tali silaturahim antar-kedua partai, sekaligus juga mempererat hubungan dua negara. Ahmad juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Pani Amanah Negara akan mengadakan kunjungan ke Jakarta untuk bersilaturahim ke kantor DPP PKS. 

UAA menilai PKS lebih senior dan mempunyai lebih banyak aktivitas politik. Hal ini juga diharap dapat bertukar pengalaman dan sama-sama saling belajar antar-kedua partai. Sebagai realisasinya Pemuda Partai dari Parti Amanah Negara akan membuat wadah komunikasi dengan bidang kepemudaan PKS dalam bentuk diskusi untuk berbagi pengalaman sekaligus program-program yang terkait dengan kepartaian.
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com