Kwarnas Pramuka perlu dipimpin sosok nasionalis yang tegas
Kamis, 27 September 2018 - 14:39 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2svj6p5/Elshinta.

Elshinta.com - Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka saat ini sedang membutuhkan pemimpin yang nasionalis, tegas, disiplin, berkharakter dan tidak diragukan komitmennya terhadap ideologi Pancasila. 

Hal ini pun disampaikan oleh pemerhati politik dan kebangsaan Karyono Wibowo. Ia menegaskan bahwa ketua Kwarnas harus memiliki integritas, loyalitas dan totalitas dalam mengabdi kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan  Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Figur Budi Waseso yang sering disapa Buwas itu disampaikan Karyono telah memenuhi kriteria untuk memimpin Kwarnas untuk lima tahun ke depan. Mantan Kabareskrim Mabes Polri yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog itu telah menunjukkan integritasnya.

"Rekam jejak pak Buwas bisa dilihat pada saat dia menjadi Kabareskrim Polri, Kepala Badan Narkotika Nasional dan Direktur Utama Perum Bulog. Sosok Buwas dalam pandangan publik dinilai sebagai orang tegas dan memiliki integritas yang tinggi," ujar Karyono melalui keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Rabu (26/9).

Di sisi lain, Karyono menegaskan jangan sampai Gerakan Pramuka menjadi pembenihan bibit-bibit radikalisme yang menebarkan benih intoleran.

"Saatnya mengembalikan Gerakan Pramuka kepada relnya, agar on the right track, sesuai dengan Tri Satya Pramuka", tutup Karyono.

Perlu diketahui bahwa Budi Waseso adalah salah satu kandidat Ketua Kwarnas dalam Munas X Kwarnas Gerakan Pramuka yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara hari ini. Nama Buwas sangat senter setelah dirinya mengaku direstui oleh Presiden ketika hendak maju dalam bursa Pemilihan Ketua Kwarnas itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Apakah bisa seseorang yg menggunakan cara2 represif dan menekan yg tdk mencerminkan tri satya akan membawa GP onthe track sesuai tri satya...???

Baca Juga
 
Selasa, 18 Desember 2018 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Angkatan 75 di bawah ...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 20:41 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong para...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:55 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Koord...
Jumat, 14 Desember 2018 - 13:58 WIB
Elshinta.com - Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 172 bersama PT. Lima Inti Sinergi...
Rabu, 12 Desember 2018 - 14:13 WIB
Elshinta.com - Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 328/ Dirgahayu yang tergab...
Rabu, 12 Desember 2018 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk komitmen bersama dari segenap lembaga untuk memerangi dan me...
Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB
Elshinta.com - Temuan adanya SD yang telah dimerger dengan SD lain, namun diformasi CPNS Kabupa...
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:54 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang berharap ka...
Minggu, 09 Desember 2018 - 17:13 WIB
Elshinta.com - Prajurit TNI dari Yonif PR 328/DGH membantu mengajar murid-murid Sekolah Da...
Sabtu, 08 Desember 2018 - 17:32 WIB
Elshinta.com  - Kementerian Agama akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing yang terta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)