Sumber air baku Cipanunjang kering, Kota Bandung terancam krisis air
Kamis, 27 September 2018 - 15:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kota Bandung terancam krisis air. Foto: Dudi Supriyadi/Elshinta.

Elshinta.com - Menyusul keringnya sumber air baku Cipanunjang Pangalengan,  Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi mengatakan masyarakat harus bijak menggunakan air, hargai air sebagai sesuatu yang mahal , gunakan dengan sehemat mungkin karena tidak menutup kemungkinan kota Bandung krisis air bersih.

Demikian ditegaskan Sonny saat Jajaran Direksi PDAM Tirtawening meninjau sumber air baku di Situ Cipanunjang, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (26/9). 

Kondisi air baku Situ Cipananjung kering kerontang, dari yang seharusnya mencapai ketinggian 23 Meter disaat normal, kini hanya terlihat daratan gersang dengan sedikit air tersisa.

Situ Cipanunjang menjadi salah satu sumber air baku terbesar bagi PDAM Tirtawening. Artinya kita sudah semakin dekat untuk tidak mendapat lagi air baku yang cukup yang bisa kita olah sebagai air minum untuk masyarakat Kota Bandung,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Kamis (27/9).

Surutnya air di Situ Cipanunjang akibat musim kemarau  sejak Juni lalu, tidak ada hujan turun untuk menambah debit air baku. 

Sampai hari ini muka air Situ Cipanunjang sudah turun sebanyak 21,3 meter. Setiap harinya cadangan air mengalami penurunan sebesar 24,8 sentimeter (cm).

Selain Situ Cipanunjang, salahsatu sumber air baku yang dimanfaatkan PDAM Tirtawening adalah Situ Cileunca. namun kondisinya sama-sama memprihatinkan.

Menurut Sonny,  kondisi ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pendistribusian aliran air kepada para pelanggan di wilayah-wilayah pelayanan PDAM Tirtawening.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Gimana mau gak tekor habis air nya di pakai 1 kota besar

Baca Juga
 
Jumat, 22 Februari 2019 - 06:45 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut, korban ledak...
Kamis, 21 Februari 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Turap tebing proyek perumahan baru Cluster Azzura di Perumahan Tirta Mandal...
Kamis, 21 Februari 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Kasus rabies akibat gigitan anjing liar di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus ...
Rabu, 20 Februari 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai membagikan 14 ribu masker kepada masyar...
Selasa, 19 Februari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com -Akibat hujan dan angin yang mengguyur Kota Malang menyebabkan puluhan pohon tumba...
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:21 WIB
Elshinta.com - Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim menetapkan status siaga darurat kebakaran huta...
Senin, 18 Februari 2019 - 15:58 WIB
Elshinta.com -Truk pengangkut pasir untuk program pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 1...
Senin, 18 Februari 2019 - 13:33 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Waykanan, Rusli Arsyad me...
Sabtu, 16 Februari 2019 - 08:59 WIB
Elshinta.com -Dua siswi SD Negeri 01 Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, ...
Jumat, 15 Februari 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Satu buah granat meledak mengakibatkan seorang anak meninggal dunia dan dua...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)