Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Sumber air baku Cipanunjang kering, Kota Bandung terancam krisis air

Kamis, 27 September 2018 - 15:45 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kota Bandung terancam krisis air. Foto: Dudi Supriyadi/Elshinta.
Kota Bandung terancam krisis air. Foto: Dudi Supriyadi/Elshinta.

Elshinta.com - Menyusul keringnya sumber air baku Cipanunjang Pangalengan,  Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi mengatakan masyarakat harus bijak menggunakan air, hargai air sebagai sesuatu yang mahal , gunakan dengan sehemat mungkin karena tidak menutup kemungkinan kota Bandung krisis air bersih.

Demikian ditegaskan Sonny saat Jajaran Direksi PDAM Tirtawening meninjau sumber air baku di Situ Cipanunjang, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (26/9). 

Kondisi air baku Situ Cipananjung kering kerontang, dari yang seharusnya mencapai ketinggian 23 Meter disaat normal, kini hanya terlihat daratan gersang dengan sedikit air tersisa.

Situ Cipanunjang menjadi salah satu sumber air baku terbesar bagi PDAM Tirtawening. Artinya kita sudah semakin dekat untuk tidak mendapat lagi air baku yang cukup yang bisa kita olah sebagai air minum untuk masyarakat Kota Bandung,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Kamis (27/9).

Surutnya air di Situ Cipanunjang akibat musim kemarau  sejak Juni lalu, tidak ada hujan turun untuk menambah debit air baku. 

Sampai hari ini muka air Situ Cipanunjang sudah turun sebanyak 21,3 meter. Setiap harinya cadangan air mengalami penurunan sebesar 24,8 sentimeter (cm).

Selain Situ Cipanunjang, salahsatu sumber air baku yang dimanfaatkan PDAM Tirtawening adalah Situ Cileunca. namun kondisinya sama-sama memprihatinkan.

Menurut Sonny,  kondisi ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pendistribusian aliran air kepada para pelanggan di wilayah-wilayah pelayanan PDAM Tirtawening.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Kemenkumham: Dana kampanye harus masuk pembukuan khusus

Elshinta.com - Menyusul keringnya sumber air baku Cipanunjang Pangalengan,  Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi mengatakan masyarakat harus bijak menggunakan air, hargai air sebagai sesuatu yang mahal , gunakan dengan sehemat mungkin karena tidak menutup kemungkinan kota Bandung krisis air bersih.

Demikian ditegaskan Sonny saat Jajaran Direksi PDAM Tirtawening meninjau sumber air baku di Situ Cipanunjang, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (26/9). 

Kondisi air baku Situ Cipananjung kering kerontang, dari yang seharusnya mencapai ketinggian 23 Meter disaat normal, kini hanya terlihat daratan gersang dengan sedikit air tersisa.

Situ Cipanunjang menjadi salah satu sumber air baku terbesar bagi PDAM Tirtawening. Artinya kita sudah semakin dekat untuk tidak mendapat lagi air baku yang cukup yang bisa kita olah sebagai air minum untuk masyarakat Kota Bandung,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Kamis (27/9).

Surutnya air di Situ Cipanunjang akibat musim kemarau  sejak Juni lalu, tidak ada hujan turun untuk menambah debit air baku. 

Sampai hari ini muka air Situ Cipanunjang sudah turun sebanyak 21,3 meter. Setiap harinya cadangan air mengalami penurunan sebesar 24,8 sentimeter (cm).

Selain Situ Cipanunjang, salahsatu sumber air baku yang dimanfaatkan PDAM Tirtawening adalah Situ Cileunca. namun kondisinya sama-sama memprihatinkan.

Menurut Sonny,  kondisi ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pendistribusian aliran air kepada para pelanggan di wilayah-wilayah pelayanan PDAM Tirtawening.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Gimana mau gak tekor habis air nya di pakai 1 kota besar
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com