Senin, 17 Desember 2018 | 11:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Pendiri Whatsapp bersitegang dengan Zuckerberg

Kamis, 27 September 2018 - 20:58 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi/Elshinta.
Foto: Ilustrasi/Elshinta.

Elshinta.com - Salah seorang pendiri WhatsApp, Brian Acton, diketahui bersitegang dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg soal monetisasi aplikasi tersebut sebelum dia hengkang.

Dikutip dari laman Reuters, wawancara dengan Forbes mengungkapkan Acton berkata Facebook ingin menjual alat bisnis tentang obrolan pengguna WhatsApp dengan perangkat analisis.

Tapi, WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end, orang-orang Facebook mempertanyakan dan mencoba cara agar dapat menawarkan temuan analisis bisnis berdasarkan pengguna WhatsApp dengan mempertahankan enkripsi tersebut.

Acton dikabarkan menawarkan cara lain monetisasi WhatsApp melalui model metered-user, pengguna dikenakan biaya setelah kuota mengirim pesan gratis habis.

Tapi, ide tersebut ditolak oleh Sandberg karena  tidak akan membuat (WhatsApp) berkembang. Facebook tidak berkomentar terhadap laporan ini.

Acton sudah delapan tahun bersama WhatsApp, sebelum akhirnya keluar pada September tahun lalu. April lalu, WhatsApp kembali ditingga pendirinya Jan Koum, yang mendukung soal kebijakan privasi di Facebook.

Temuan ini dikeluarkan setelah dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger meninggalkan Facebook pekan ini.

Disinyalir Systrom dan Krieger juga keluar karena berkonflik dengan Zuckerberg.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 17 Desember 2018 - 10:33 WIB

Penanganan korupsi proyek pipa di Palopo mandek

Startup | 17 Desember 2018 - 10:15 WIB

Jumlah investor Bareksa tembus 300 ribu

Elshinta.com - Salah seorang pendiri WhatsApp, Brian Acton, diketahui bersitegang dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg soal monetisasi aplikasi tersebut sebelum dia hengkang.

Dikutip dari laman Reuters, wawancara dengan Forbes mengungkapkan Acton berkata Facebook ingin menjual alat bisnis tentang obrolan pengguna WhatsApp dengan perangkat analisis.

Tapi, WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end, orang-orang Facebook mempertanyakan dan mencoba cara agar dapat menawarkan temuan analisis bisnis berdasarkan pengguna WhatsApp dengan mempertahankan enkripsi tersebut.

Acton dikabarkan menawarkan cara lain monetisasi WhatsApp melalui model metered-user, pengguna dikenakan biaya setelah kuota mengirim pesan gratis habis.

Tapi, ide tersebut ditolak oleh Sandberg karena  tidak akan membuat (WhatsApp) berkembang. Facebook tidak berkomentar terhadap laporan ini.

Acton sudah delapan tahun bersama WhatsApp, sebelum akhirnya keluar pada September tahun lalu. April lalu, WhatsApp kembali ditingga pendirinya Jan Koum, yang mendukung soal kebijakan privasi di Facebook.

Temuan ini dikeluarkan setelah dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger meninggalkan Facebook pekan ini.

Disinyalir Systrom dan Krieger juga keluar karena berkonflik dengan Zuckerberg.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com