Rabu, 12 Desember 2018 | 15:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Tudingan sebut BIN cekal HRS di Arab Saudi Hoax

Jumat, 28 September 2018 - 19:05 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto. Foto: Redaksi/Elshinta.
Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengatakan, berita yang menyatakan  bahwa BIN merekayasa dan mempengaruhi Pemerintah Arab Saudi agar Habib Rizieq Shihab (HRS) tidak dapat keluar dari Arab Saudi adalah Hoax.

Menurut Wawan, pemerintah Indonesia justru ingin agar HRS segera kembali ke tanah air guna menuntaskan masalahnya, makin cepat kembali ke tanah air akan lebih baik.

"Masalah isu cekal oleh pihak Arab Saudi sama sekali tidak ada hubungannya dengan BIN dan Pemerintah RI. Sebab ini adalah otoritas negara berdaulat bukan atas permintaan ataupun tekanan negara lain," kata Wawan dalam rilisnya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Jumat (28/9).

Wawan menegaskan, Pemerintah Arab Saudi sendiri menyatakan tidak ada masalah dengan HRS, dan tidak pernah mencekal, hal ini sudah jelas. "Jadi tidak perlu menuding BIN, Polri maupun Kemenlu," ujarnya.

BIN, kata Wawan bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam hal ini BIN juga harus menjaga keselamatan HRS. BIN pun tidak pernah membatasi kegiatan HRS baik di Indonesia, di Arab Saudi maupun di negara  lain yang dikunjungi.

Sementara menyinggung pertemuan sejumlah tokoh dengan HRS di Arab Saudi adalah hak setiap warga negara dan tidak masalah. BIN tidak mempersoalkan afiliasi politik HRS, sebab sebagai negara demokratis maka HRS bebas menentukan arah pilihan politiknya.

"Berbagai tuduhan kepada BIN hanya opini dan itu Hoax," tandas Wawan.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengatakan, berita yang menyatakan  bahwa BIN merekayasa dan mempengaruhi Pemerintah Arab Saudi agar Habib Rizieq Shihab (HRS) tidak dapat keluar dari Arab Saudi adalah Hoax.

Menurut Wawan, pemerintah Indonesia justru ingin agar HRS segera kembali ke tanah air guna menuntaskan masalahnya, makin cepat kembali ke tanah air akan lebih baik.

"Masalah isu cekal oleh pihak Arab Saudi sama sekali tidak ada hubungannya dengan BIN dan Pemerintah RI. Sebab ini adalah otoritas negara berdaulat bukan atas permintaan ataupun tekanan negara lain," kata Wawan dalam rilisnya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Jumat (28/9).

Wawan menegaskan, Pemerintah Arab Saudi sendiri menyatakan tidak ada masalah dengan HRS, dan tidak pernah mencekal, hal ini sudah jelas. "Jadi tidak perlu menuding BIN, Polri maupun Kemenlu," ujarnya.

BIN, kata Wawan bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam hal ini BIN juga harus menjaga keselamatan HRS. BIN pun tidak pernah membatasi kegiatan HRS baik di Indonesia, di Arab Saudi maupun di negara  lain yang dikunjungi.

Sementara menyinggung pertemuan sejumlah tokoh dengan HRS di Arab Saudi adalah hak setiap warga negara dan tidak masalah. BIN tidak mempersoalkan afiliasi politik HRS, sebab sebagai negara demokratis maka HRS bebas menentukan arah pilihan politiknya.

"Berbagai tuduhan kepada BIN hanya opini dan itu Hoax," tandas Wawan.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com