Rabu, 12 Desember 2018 | 04:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

LIPI: Penyebab tsunami adalah longsoran

Sabtu, 29 September 2018 - 14:52 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Redaksi
Sumber foto: Redaksi

Elshinta.com - Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Dr Nugroho Dwi Hananto menduga penyebab tsunami di Palu Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah adalah longsoran, mengingat bentuk batimetri di Teluk Palu yang berbentuk lembah sempit dan curam. Bentuk ini bukti adanya Sesar Palu-Koro yang mengiris teluk itu.

"Data dari situs USGS mendorong saya untuk menyimpulkan bahwa tidak akan ada tsunami, karena mekanis pusat gempa menunjukkan hampir murni strike slip (sesar mendatar). Nyaris sempurna, meskipun ada sedikit komponen gerakan vertikal (USGS, 2018). Kalau toh ada tsunami, mungkin kecil saja," katanya, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Sabtu (29/9).

Gempa Palu Magnitude 7.4 terletak di utara Kota Palu dan berada di Sesar Palu-Koro yang memanjang hampir utara-selatan. Sesar aktif ini membelah Sulawesi menjadi dua bagian yakni barat dan timur. Di bagian utara khususnya di Teluk Palu, kenampakan sesar ini di bawah laut, berupa lembah sempit dan curam. Diujung selatan sesar ini menyatu dengan Sesar Matano yang memanjang hampir barat-timur, dan kemudian menyatu dengan Sesar Sorong yang panjang itu.

"Sejatinya, banyak bagian di wilayah kita yang terkoyak-koyak oleh sesar-sesar aktif. Di sepanjang sesar-sesar itu serpihan-serpihan lempengan tektonik bergerak sebagai respon terhadap tumbukan tiga lempeng raksasa, Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia. Serpihan lempengan di Sulawesi itu lah yang kini menyebabkan gempa di Palu," ujarnya.

Pada dasarnya BMKG sangat beralasan menghentikan peringatan tsunami 30 karena gempa memiliki gerakan mendatar. Selain itu, posisi gempa yang sangat dekat dengan pantai 'seharusnya' tsunami akan datang segera setelah gempa terjadi, boleh jadi kurang dari 10 menit.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Dr Nugroho Dwi Hananto menduga penyebab tsunami di Palu Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah adalah longsoran, mengingat bentuk batimetri di Teluk Palu yang berbentuk lembah sempit dan curam. Bentuk ini bukti adanya Sesar Palu-Koro yang mengiris teluk itu.

"Data dari situs USGS mendorong saya untuk menyimpulkan bahwa tidak akan ada tsunami, karena mekanis pusat gempa menunjukkan hampir murni strike slip (sesar mendatar). Nyaris sempurna, meskipun ada sedikit komponen gerakan vertikal (USGS, 2018). Kalau toh ada tsunami, mungkin kecil saja," katanya, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Sabtu (29/9).

Gempa Palu Magnitude 7.4 terletak di utara Kota Palu dan berada di Sesar Palu-Koro yang memanjang hampir utara-selatan. Sesar aktif ini membelah Sulawesi menjadi dua bagian yakni barat dan timur. Di bagian utara khususnya di Teluk Palu, kenampakan sesar ini di bawah laut, berupa lembah sempit dan curam. Diujung selatan sesar ini menyatu dengan Sesar Matano yang memanjang hampir barat-timur, dan kemudian menyatu dengan Sesar Sorong yang panjang itu.

"Sejatinya, banyak bagian di wilayah kita yang terkoyak-koyak oleh sesar-sesar aktif. Di sepanjang sesar-sesar itu serpihan-serpihan lempengan tektonik bergerak sebagai respon terhadap tumbukan tiga lempeng raksasa, Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia. Serpihan lempengan di Sulawesi itu lah yang kini menyebabkan gempa di Palu," ujarnya.

Pada dasarnya BMKG sangat beralasan menghentikan peringatan tsunami 30 karena gempa memiliki gerakan mendatar. Selain itu, posisi gempa yang sangat dekat dengan pantai 'seharusnya' tsunami akan datang segera setelah gempa terjadi, boleh jadi kurang dari 10 menit.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com