Rabu, 12 Desember 2018 | 15:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Liga Indonesia

Penghentian Liga 1 Indonesia dinilai kurang tepat

Sabtu, 29 September 2018 - 20:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NQarrB
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NQarrB

Elshinta.com - Wakil Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta, Aldi Karmawan, menilai penghentian Liga 1 Indonesia 2018 menyusul kasus kematian suporter Persija, Haringga Sirla, kurang tepat.

Menurut dia, keputusan PSSI pusat itu berdampak tidak hanya pada klub yang terlibat, tetapi juga bagi tim-tim yang tidak memiliki permasalahan.

"Seharusnya PSSI Pusat melanjutkan Liga 1 tetap berjalan, dengan memberikan sanksi tegas kepada klub yang bersangkutan, yang suporternya terlibat atas kejadian meninggalnya Haringga Sirla," kata Aldi dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (29/9).

Keputusan itu dinilai akan sangat berdampak terhadap kinerja seluruh tim Liga 1, bahkan menimbulkan efek domino hingga ke berbagai industri yang terkait dengan sepak bola di Indonesia.

"Seperti kita ketahui sebuah klub bertanggung jawab atas pemain, pelatih dan suporternya, dan termasuk para sponsor yang telah berinvestasi di jersey masing-masing klub Liga 1," ujarnya.

Kendati demikian, Aldi menegaskan bahwa kasus kematian Haringga harus menjadi momentum bagi PSSI untuk membenahi permasalahan suporter, bukan saja di Liga 1 tetapi juga di seluruh liga sepak bola di Indonesia. "Saya harap PSSI Pusat dalam hal ini dapat mempertimbangkan keputusannya. Jadi ini adalah momentumnya untuk segera memperbaiki," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Wakil Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta, Aldi Karmawan, menilai penghentian Liga 1 Indonesia 2018 menyusul kasus kematian suporter Persija, Haringga Sirla, kurang tepat.

Menurut dia, keputusan PSSI pusat itu berdampak tidak hanya pada klub yang terlibat, tetapi juga bagi tim-tim yang tidak memiliki permasalahan.

"Seharusnya PSSI Pusat melanjutkan Liga 1 tetap berjalan, dengan memberikan sanksi tegas kepada klub yang bersangkutan, yang suporternya terlibat atas kejadian meninggalnya Haringga Sirla," kata Aldi dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (29/9).

Keputusan itu dinilai akan sangat berdampak terhadap kinerja seluruh tim Liga 1, bahkan menimbulkan efek domino hingga ke berbagai industri yang terkait dengan sepak bola di Indonesia.

"Seperti kita ketahui sebuah klub bertanggung jawab atas pemain, pelatih dan suporternya, dan termasuk para sponsor yang telah berinvestasi di jersey masing-masing klub Liga 1," ujarnya.

Kendati demikian, Aldi menegaskan bahwa kasus kematian Haringga harus menjadi momentum bagi PSSI untuk membenahi permasalahan suporter, bukan saja di Liga 1 tetapi juga di seluruh liga sepak bola di Indonesia. "Saya harap PSSI Pusat dalam hal ini dapat mempertimbangkan keputusannya. Jadi ini adalah momentumnya untuk segera memperbaiki," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com