BEM PTM se-Indonesia minta kampus tak dijadikan ajang kampanye Pilpres
Minggu, 30 September 2018 - 13:02 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Capres - Cawapres Pilpres 2019. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Kehadiran para elit politik di wilayah kampus dengan memanfaatkan institusi pendidikan untuk berkampanye mendapat kecaman dari Koordinator Presidium Nasional (Koorpresnas) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM) Se-Indonesia, Rahmat Syarif.

“Saya mengecam para elit politik yang berkampanye di lingkungan Kampus, berdalih memberikan ilmu tapi malah berkampanye,” tegasnya.

Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tersebut mengungkapkan bahwa berkampanye di kampus bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Pasal 280 ayat 1. “Saya kira sudah jelas, bukan hanya dalam UU tersebut, tapi dalam PKPU Nomor 33 Tahun 2018 Pasal 69 secara jelas melarang fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dijadikan tempat untuk berkampanye oleh peserta pemilu," ungkapnya dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Minggu (30/9).

Ia juga menyampaikan bahwa sejatinya kampus harus menjunjung tinggi nilai- nilai kebenaran dan tidak menunjukan keberpihakan kepada salah satu kekuatan politik.

“Saya mengimbau, aktifis BEM PTM Se-Indonesia untuk tolak kedatangan Capres-Cawapres ke kampus dan segera laporkan!,” pungkasnya.

Sementara, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya telah menerima laporan kegiatan yang dilakukan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno saat berkunjung ke sejumlah kampus beberapa hari belakangan.

Menindaklanjuti itu, kata Afifuddin, Bawaslu RI saat ini masih mengkaji setiap laporan yang masuk. Pengkajian ini dilakukan demi mengetahui apakah terdapat unsur pelanggaran yang dilakukan Sandi dalam kegiatan tersebut. Misalnya, berkampanye di areal lembaga pendidikan. 

"Kami lihat apakah ada unsur kampanye yang dilakukan," kata dia seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 18 Desember 2018 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Angkatan 75 di bawah ...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 20:41 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong para...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:55 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Koord...
Jumat, 14 Desember 2018 - 13:58 WIB
Elshinta.com - Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 172 bersama PT. Lima Inti Sinergi...
Rabu, 12 Desember 2018 - 14:13 WIB
Elshinta.com - Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 328/ Dirgahayu yang tergab...
Rabu, 12 Desember 2018 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk komitmen bersama dari segenap lembaga untuk memerangi dan me...
Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB
Elshinta.com - Temuan adanya SD yang telah dimerger dengan SD lain, namun diformasi CPNS Kabupa...
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:54 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang berharap ka...
Minggu, 09 Desember 2018 - 17:13 WIB
Elshinta.com - Prajurit TNI dari Yonif PR 328/DGH membantu mengajar murid-murid Sekolah Da...
Sabtu, 08 Desember 2018 - 17:32 WIB
Elshinta.com  - Kementerian Agama akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing yang terta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)