Komnas Perempuan minta tak hubungkan bencana dengan agama
Minggu, 30 September 2018 - 21:26 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Bangunan yang rusak akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9). Sumber foto: https://bit.ly/2Is1sHd

Elshinta.com - Komnas Perempuan menyerukan kepada semua pihak, terutama pengguna media sosial tidak menghubungkan bencana dengan penghakiman berbasis agama maupun budaya yang cenderung menyalahkan, menakut-nakuti dan dapat memperparah kondisi korban bencana. 

Komisioner Komnas Perempuan Azriana di Jakarta, Minggu (30/9) mengatakan, temuan Komnas Perempuan di beberapa wilayah bencana memperlihatkan ada  kecenderungan menyalahkan perempuan atau mengaitkan bencana dengan isu moralitas perempuan.

"Termasuk menghubungkan kondisi jenazah perempuan dengan stigma-stigma yang merendahkan perempuan, tanpa menimbang dampaknya pada keluarga yang ditinggalkan dan martabat perempuan korban yang kehilangan nyawa," kata dia, yang dikutip Antara.

Media dan pengguna media sosial diminta untuk turut sensitif pada penderitaan korban dan keluarganya dengan menyampaikan berita yang informatif, mendorong "sense of urgency" dan solidaritas publik.

Komnas menyarankan masyarakat  untuk menyebar informasi mengenai kecepatan penanganan dan wilayah yang belum ditangani, data korban dan menghubungkan dengan keluarganya.  Komnas meminta masyarakat menghindari pemberitaan yang mengeksploitasi penderitaan korban dan keluarganya, termasuk penyebaran foto dan  atau video jenazah yang telah ditemukan.

Komnas Perempuan mengajak dan mendukung berbagai pihak untuk menyalurkan dukungan finansial dan lainnya yang dapat digunakan untuk membantu membangun kehidupan korban kembali. "Melalui lembaga-lembaga yang mengelola bantuan dengan transparan dan akuntabel, baik lembaga pemerintah maupun lembaga yang diinisiasi masyarakat," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 23:05 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Peremp...
Senin, 17 Desember 2018 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Dharma Pertiwi yang merupakan induk dari organisasi istri prajurit TNI,&nbs...
Senin, 17 Desember 2018 - 21:04 WIB
Elshinta.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhamm...
Senin, 17 Desember 2018 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perindustrian semakin gencar menciptakan wirausaha baru melalui...
Senin, 17 Desember 2018 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan tid...
Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise ...
Minggu, 16 Desember 2018 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo meminta agar masyarakat tidak terus menanam ...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade tak setuju soal larangan poligami ya...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Sekitar 10 ribu santri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti jalan seh...
Kamis, 13 Desember 2018 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Anggota Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Fa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)