Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Rumah sakit terapung Unair bertolak menuju Donggala

Senin, 01 Oktober 2018 - 21:27 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSTKA). Sumber foto: https://bit.ly/2QgSP4U
Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSTKA). Sumber foto: https://bit.ly/2QgSP4U

Elshinta.com - Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSTKA) bertolak menuju Donggala, Sulawesi Tengah dari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin setelah memutuskan mengalihkan bakti sosial dari Maluku Barat Daya ke daerah yang tengah dilanda bencana itu.

"Kami anggap Palu dan Donggala lebih membutuhkan bantuan sehingga kami putuskan untuk putar haluan menuju Donggala," kata Direktur RSTKA dr Agus Harianto melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Senin (1/10).

Menurut rencana, RSTKA seharusnya mengadakan misi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan dokter spesialis pada masyarakat yang tinggal di kawasan pulau-pulau perbatasan di kawasan Indonesia Indonesia Timur. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak tanggal 19 September lalu dan rencanannya akan berakhir 3 November 2018.

Pulau yang akan dijadikan lokasi kegiatan sosial meliputi Pulau Nusa Penida, Alor, Lirang, Wetar, Kisar, Leti, Moa, Lakor, Luang Barat, Luang Timur, Sermata, Babar, Banda, dan terakhir Wakatobi. Adapun yang telah dilakukan bakti sosial adalahNusa Penida dan Alor. "Rencana itu berubah seketika mengingat adanya bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. Kami memutuskan untuk putar haluan menuju Donggala mengingat di sana ada bencana yang lebih membutuhkan penanganan cepat," katanya, dikutip Antara.

Sementara itu Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga Dr Christriyogo Sumartono mengatakan ada 10 relawan RSTKA yang dari Minggu (30/9) sudah tiba di Makassar dan menuju Palu menggunakan pesawat Hercules. "Kapal singgah di pelabuhan Makassar untuk mencari bahan bakar kapal, barang bantuan medis dan non-medis, seperti tenda, obat-obatan, kateter, kain pembalut (perban), dan keperluan lain terkait penanganan korban," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSTKA) bertolak menuju Donggala, Sulawesi Tengah dari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin setelah memutuskan mengalihkan bakti sosial dari Maluku Barat Daya ke daerah yang tengah dilanda bencana itu.

"Kami anggap Palu dan Donggala lebih membutuhkan bantuan sehingga kami putuskan untuk putar haluan menuju Donggala," kata Direktur RSTKA dr Agus Harianto melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Senin (1/10).

Menurut rencana, RSTKA seharusnya mengadakan misi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan dokter spesialis pada masyarakat yang tinggal di kawasan pulau-pulau perbatasan di kawasan Indonesia Indonesia Timur. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak tanggal 19 September lalu dan rencanannya akan berakhir 3 November 2018.

Pulau yang akan dijadikan lokasi kegiatan sosial meliputi Pulau Nusa Penida, Alor, Lirang, Wetar, Kisar, Leti, Moa, Lakor, Luang Barat, Luang Timur, Sermata, Babar, Banda, dan terakhir Wakatobi. Adapun yang telah dilakukan bakti sosial adalahNusa Penida dan Alor. "Rencana itu berubah seketika mengingat adanya bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. Kami memutuskan untuk putar haluan menuju Donggala mengingat di sana ada bencana yang lebih membutuhkan penanganan cepat," katanya, dikutip Antara.

Sementara itu Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga Dr Christriyogo Sumartono mengatakan ada 10 relawan RSTKA yang dari Minggu (30/9) sudah tiba di Makassar dan menuju Palu menggunakan pesawat Hercules. "Kapal singgah di pelabuhan Makassar untuk mencari bahan bakar kapal, barang bantuan medis dan non-medis, seperti tenda, obat-obatan, kateter, kain pembalut (perban), dan keperluan lain terkait penanganan korban," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com