Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

KPU minta peserta Pemilu tidak jadikan bencana alam sebagai komoditas politik

Selasa, 02 Oktober 2018 - 13:58 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Dewi Rusiana
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) , Wahyu. Foto: Dody Handoko/Elshinta.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) , Wahyu. Foto: Dody Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu mengatakan, KPU mengimbau peserta Pemilu 2019 untuk tidak menjadikan bencana alam sebagai komoditas politik, terkait gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9).

"Terkait dengan bantuan terhadap korban bencana alam, jangan dijadikan komoditas politik. Jadi dipersilahkan memberikan bantuan kemanusiaan, tetapi tanpa diembel-embeli oleh kepentingan politik tertentu," ujarnya di kantor KPU,Imam Bonjol,  Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10). 

Komoditas politik yang dimaksud seperti memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa dan tsunami, tetapi disertai dengan embel-embel dan atribut politik dengan maksud kampanye terselubung.

Dijelaskannya, atribut kampanye itu bisa berupa alat peraga kampanye, yang berwujud bendera, foto, maupun alat peraga lain yang mengandung unsur visi, misi, dan citra diri peserta pemilu.  Penyertaan atribut politik dalam bantuan kemanusiaan dilarang oleh KPU karena  bukan bagian dari metode kampanye yang diperbolehkan.

“Jika ditemukan bantuan yang disertai embel-embel kampanye, kata Wahyu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa menindaknya sebagai pelanggaran kampanye,” ucapnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu mengatakan, KPU mengimbau peserta Pemilu 2019 untuk tidak menjadikan bencana alam sebagai komoditas politik, terkait gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9).

"Terkait dengan bantuan terhadap korban bencana alam, jangan dijadikan komoditas politik. Jadi dipersilahkan memberikan bantuan kemanusiaan, tetapi tanpa diembel-embeli oleh kepentingan politik tertentu," ujarnya di kantor KPU,Imam Bonjol,  Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10). 

Komoditas politik yang dimaksud seperti memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa dan tsunami, tetapi disertai dengan embel-embel dan atribut politik dengan maksud kampanye terselubung.

Dijelaskannya, atribut kampanye itu bisa berupa alat peraga kampanye, yang berwujud bendera, foto, maupun alat peraga lain yang mengandung unsur visi, misi, dan citra diri peserta pemilu.  Penyertaan atribut politik dalam bantuan kemanusiaan dilarang oleh KPU karena  bukan bagian dari metode kampanye yang diperbolehkan.

“Jika ditemukan bantuan yang disertai embel-embel kampanye, kata Wahyu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa menindaknya sebagai pelanggaran kampanye,” ucapnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com