Minggu, 16 Desember 2018 | 07:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Liga Inggris

Alisson mengaku sangat sedih tinggalkan Roma

Selasa, 02 Oktober 2018 - 20:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kiper Liverpool Alisson merebut bola dari pemain Chelsea Willian pada pertandingan Liga Inggris antara kedua tim yang berlangsung pada Sabtu (29/9). Sumber foto: https://bit.ly/2DKNLEC
Kiper Liverpool Alisson merebut bola dari pemain Chelsea Willian pada pertandingan Liga Inggris antara kedua tim yang berlangsung pada Sabtu (29/9). Sumber foto: https://bit.ly/2DKNLEC

Elshinta.com - Kiper Liverpool asal Brazil Alisson mengaku bahwa ia sangat sedih menjelang kepindahannya dari AS Roma ke Liverpool pada musim panas silam.

Pria 26 tahun itu menjadi incaran utama manajer Reds Juergen Klopp saat ia memutuskan perlu mendatangkan kiper baru ke Anfield. Legiun Brazil tersebut dinilai memiliki semua atribut yang diperlukan untuk bersinar di Inggris dan menghadirkan jawaban bagi masalah problematis di Merseyside.

Liverpool akhirnya mampu mewujudkan transfer tersebut, namun Alisson sempat begitu sedih saat harus meninggalkan klub ibukota Italia. "Meninggalkan Roma merupakan hal yang sulit," ucapnya kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip Antara.

"Saya banyak menangis, bersama istri saya. Itulah satu-satunya hal yang saya dapat jujur menyampaikannya. Saya membuat keputusan profesional, langkah maju dalam karier saya dan untuk Roma, yang mendapat bayaran dalam jumlah besar."

"Saya memutuskan dengan kepala saya untuk pergi ke Liverpool, namun hati saya berurai air mata. Saya menghabiskan dua tahun di Roma. Putri saya lahir di sana dan saya memiliki banyak teman di luar sepak bola di sana."

Meski sempat bersedih, Alisson menyadari bahwa pergi ke Liverpool merupakan pilihan yang tepat, khususnya karena klub itu diarsiteki Juergen Klopp.

Klopp merupakan sosok yang telah lama dikagumi Alisson, dan salah satu orang yang berjuang keras untuk mendapatkan jasanya dan membuat dirinya dinilai setinggi mungkin. "Ketika kedua klub mencapai kesepakatan, Klopp beberapa kali menghubungi saya melalui FaceTime dan ia menjelaskan proyeknya, dan apa yang akan kami lakukan bersama," papar kiper utama timnas Brazil ini.

"Saya telah lama mengaguminya, sejak ia masih bekerja di Dortmund. Saya suka dilatih dia karena ia tidak banyak bicara, namun ia selalu tahu apa yang perlu dikatakan dan bagaimana mengatakannya."

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Elshinta.com - Kiper Liverpool asal Brazil Alisson mengaku bahwa ia sangat sedih menjelang kepindahannya dari AS Roma ke Liverpool pada musim panas silam.

Pria 26 tahun itu menjadi incaran utama manajer Reds Juergen Klopp saat ia memutuskan perlu mendatangkan kiper baru ke Anfield. Legiun Brazil tersebut dinilai memiliki semua atribut yang diperlukan untuk bersinar di Inggris dan menghadirkan jawaban bagi masalah problematis di Merseyside.

Liverpool akhirnya mampu mewujudkan transfer tersebut, namun Alisson sempat begitu sedih saat harus meninggalkan klub ibukota Italia. "Meninggalkan Roma merupakan hal yang sulit," ucapnya kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip Antara.

"Saya banyak menangis, bersama istri saya. Itulah satu-satunya hal yang saya dapat jujur menyampaikannya. Saya membuat keputusan profesional, langkah maju dalam karier saya dan untuk Roma, yang mendapat bayaran dalam jumlah besar."

"Saya memutuskan dengan kepala saya untuk pergi ke Liverpool, namun hati saya berurai air mata. Saya menghabiskan dua tahun di Roma. Putri saya lahir di sana dan saya memiliki banyak teman di luar sepak bola di sana."

Meski sempat bersedih, Alisson menyadari bahwa pergi ke Liverpool merupakan pilihan yang tepat, khususnya karena klub itu diarsiteki Juergen Klopp.

Klopp merupakan sosok yang telah lama dikagumi Alisson, dan salah satu orang yang berjuang keras untuk mendapatkan jasanya dan membuat dirinya dinilai setinggi mungkin. "Ketika kedua klub mencapai kesepakatan, Klopp beberapa kali menghubungi saya melalui FaceTime dan ia menjelaskan proyeknya, dan apa yang akan kami lakukan bersama," papar kiper utama timnas Brazil ini.

"Saya telah lama mengaguminya, sejak ia masih bekerja di Dortmund. Saya suka dilatih dia karena ia tidak banyak bicara, namun ia selalu tahu apa yang perlu dikatakan dan bagaimana mengatakannya."

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com