Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Prabowo nilai penganiayaan Ratna ancaman demokrasi

Rabu, 03 Oktober 2018 - 08:57 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Calon Presiden RI nomor urut 2 Prabowo Subianto saat menemui Ratna Sarumpaet. Sumber foto: https://bit.ly/2ya6zHs
Calon Presiden RI nomor urut 2 Prabowo Subianto saat menemui Ratna Sarumpaet. Sumber foto: https://bit.ly/2ya6zHs

Elshinta.com - Calon presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto menilai tindakan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet merupakan ancaman terhadap demokrasi dan sebuah ironi demokratisasi Indonesia.

"Ini ancaman serius terhadap demokrasi dan tentu ini sangat ironis, lalu hari ini adalah hari Anti-Kekerasan Internasional namun harus saya sampaikan kepada publik," kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10) malam.

Menurut dia, tindakan intimidasi terhadap pejuang demokrasi bukan hanya dialami Ratna, namun juga dialami Neno Warisman yang mobilnya dibakar dan Novel Baswedan yang disiram air keras yang menyebabkan kerusakan di matanya.

Prabowo menilai apa yang dialami Ratna merupakan tindakan represif, di luar kepatutan, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan tindakan pengecut karena dilakukan terhadap perempuan berusia 70 tahun.

"Saya sendiri kaget baru tadi malam dikirim foto beliau dan baru hari ini jumpa dengan Fadli Zon dan Amien Rais, beliau sangat ketakutan serta sangat trauma, saya lihat sendiri," ujarnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Calon presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto menilai tindakan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet merupakan ancaman terhadap demokrasi dan sebuah ironi demokratisasi Indonesia.

"Ini ancaman serius terhadap demokrasi dan tentu ini sangat ironis, lalu hari ini adalah hari Anti-Kekerasan Internasional namun harus saya sampaikan kepada publik," kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10) malam.

Menurut dia, tindakan intimidasi terhadap pejuang demokrasi bukan hanya dialami Ratna, namun juga dialami Neno Warisman yang mobilnya dibakar dan Novel Baswedan yang disiram air keras yang menyebabkan kerusakan di matanya.

Prabowo menilai apa yang dialami Ratna merupakan tindakan represif, di luar kepatutan, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan tindakan pengecut karena dilakukan terhadap perempuan berusia 70 tahun.

"Saya sendiri kaget baru tadi malam dikirim foto beliau dan baru hari ini jumpa dengan Fadli Zon dan Amien Rais, beliau sangat ketakutan serta sangat trauma, saya lihat sendiri," ujarnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com