Rabu, 12 Desember 2018 | 15:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Kementerian PUPR akan perbaiki jembatan Palu yang rusak

Rabu, 03 Oktober 2018 - 13:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Jembatan Kuning Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami. Sumber foto: https://bit.ly/2Rmepqj
Jembatan Kuning Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami. Sumber foto: https://bit.ly/2Rmepqj

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki dua jembatan jalan nasional di Towalen dan Tobayo, serta Jembatan Kuning, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Mengingat fungsi Jembatan Kuning sebagai ikon Kota Palu, maka akan ditangani Kementerian PUPR, diawali dengan pengecekan struktur jembatan dan desain ulang," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (3/10).

Menteri PUPR memaparkan, pemulihan kondisi akses jalan pasca gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala menjadi salah satu dari empat fokus di samping membantu evakuasi korban, penyediaan air bersih dan sanitasi serta pembersihan kota.

Kelancaran aakses perhubungan, lanjutnya, sangat penting bagi mobilitas orang dan distribusi bantuan agar bisa sampai ke lokasi-lokasi pengungsian di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Salah satu ruas krusial yakni Kota Palu-Kabupaten Parigi yang menjadi jalur utama dari utara Sulawesi menuju Palu dimana terdapat daerah daerah dataran tinggi yang rawan longsor yakni di Kebon Kopi.

Penanganan ruas jalan ini telah dilakukan secara bertahap dimana pada tahun 2017 ada 4 paket pekerjaan "multiyears" dengan nilai Rp330 miliar.

"Saat ini kita di Kebun Kopi yang berada di ruas jalan antara Kota Palu dan Kabupaten Parigi, penghubung lintas Timur dan Barat. Jalan di kawasan Kebun Kopi sejak lama rawan longsor. Kami lakukan perbaikan secara ofensif," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki dua jembatan jalan nasional di Towalen dan Tobayo, serta Jembatan Kuning, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Mengingat fungsi Jembatan Kuning sebagai ikon Kota Palu, maka akan ditangani Kementerian PUPR, diawali dengan pengecekan struktur jembatan dan desain ulang," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (3/10).

Menteri PUPR memaparkan, pemulihan kondisi akses jalan pasca gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala menjadi salah satu dari empat fokus di samping membantu evakuasi korban, penyediaan air bersih dan sanitasi serta pembersihan kota.

Kelancaran aakses perhubungan, lanjutnya, sangat penting bagi mobilitas orang dan distribusi bantuan agar bisa sampai ke lokasi-lokasi pengungsian di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Salah satu ruas krusial yakni Kota Palu-Kabupaten Parigi yang menjadi jalur utama dari utara Sulawesi menuju Palu dimana terdapat daerah daerah dataran tinggi yang rawan longsor yakni di Kebon Kopi.

Penanganan ruas jalan ini telah dilakukan secara bertahap dimana pada tahun 2017 ada 4 paket pekerjaan "multiyears" dengan nilai Rp330 miliar.

"Saat ini kita di Kebun Kopi yang berada di ruas jalan antara Kota Palu dan Kabupaten Parigi, penghubung lintas Timur dan Barat. Jalan di kawasan Kebun Kopi sejak lama rawan longsor. Kami lakukan perbaikan secara ofensif," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com