Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Jengkel ditagih hutang, karyawati bank sayat leher bosnya dengan pisau

Rabu, 03 Oktober 2018 - 15:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Jajaran Reskrim Polres Kediri akhirnya berhasil menguak latarbelakang penganiayaan sadis, yang dilakukan oleh karyawati sebuah bank terhadap pimpinanya yang menjabat sebagai supervisior.  

Dalam keteranganya kepada petugas, tersangka RR (39) asal Kelurahan Darmo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, merasa geram terhadap korban Djony Suwono (44) selaku pimpinannya karena selalu ditagih hutang. Tak kuasa menahan amarah, tersangka kemudian menyayat leher korban menggunakan sebilah pisau. 

Merasa terancam korban sempat mempertahankan diri dengan mencengkram pisau tersebut. Namun upaya korban ini justru membuat pelaku semakin beringas dan melakukan pemukulan terhadap korban. 

Korban yang merasa terancam nyawanya kemudian keluar dari mobil Daihatsu Xenia warna Silver nopol N 1437 BV yang ditumpanginya bersama pelaku. Warga yang melihat kondisi korban dalam keadaan bersimbah darah, langsung menolong dan membawanya ke RSUD Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Sementara pelaku saat itu, hanya bisa terdiam di dalam mobil. Petugas yang menerima laporan terkait kejadian ini langsung membawa bersangkutan ke Polres Kediri. "Latar belakang tersangka melakukan seperti itu, ini bermotif hutang piutang. Tersangka mungkin sudah geram ya,  karena sering ditagih akhirnya melakukan tindakan tersebut," ujar Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Tersangka yang menyandang status janda ini diduga merasa  jengkel karena ditagih hutang. Padahal ia merasa urusan hutang piutang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya melainkan, antara korban dengan mantan suaminya. 

"Mantan suami saya katanya pinjam uang Rp250 juta. Saya tidak tahu kesepakatan diantara mereka, karena tidak diberitahu," cerita tersangka Selasa (2/10). Semula saat menjalani pemeriksaan, tersangka sempat mengaku jika dirinya merasa diserang terlebih dahulu oleh korban. 

Diketahui sebelum terjadi penganiayaan tersebut, semula korban diajak oleh tersangka untuk menemui seoarang nasabah. Mereka berdua kemudian berangkat bersama sama, saat dalam perjalanan mereka berdua terlibat cek cok mulut hingga akhirnya berujung penganiayaan sadis. Penganiayaan itu sendiri terjadi, di Perempatan Jalan Raya Desa Sambi Rejo. 

Dalam kejadian ini, polisi menyita sebilah pisau berukuran panjang, terlihat ada bekas bercak darah dan sebuah palu. Alat ini diduga dipergunakan tersangka untuk melukai korban.

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 353 ayat 1 dan 2 KUHP Ancaman Hukuman Paling lama 7 tahun penjara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Jajaran Reskrim Polres Kediri akhirnya berhasil menguak latarbelakang penganiayaan sadis, yang dilakukan oleh karyawati sebuah bank terhadap pimpinanya yang menjabat sebagai supervisior.  

Dalam keteranganya kepada petugas, tersangka RR (39) asal Kelurahan Darmo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, merasa geram terhadap korban Djony Suwono (44) selaku pimpinannya karena selalu ditagih hutang. Tak kuasa menahan amarah, tersangka kemudian menyayat leher korban menggunakan sebilah pisau. 

Merasa terancam korban sempat mempertahankan diri dengan mencengkram pisau tersebut. Namun upaya korban ini justru membuat pelaku semakin beringas dan melakukan pemukulan terhadap korban. 

Korban yang merasa terancam nyawanya kemudian keluar dari mobil Daihatsu Xenia warna Silver nopol N 1437 BV yang ditumpanginya bersama pelaku. Warga yang melihat kondisi korban dalam keadaan bersimbah darah, langsung menolong dan membawanya ke RSUD Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Sementara pelaku saat itu, hanya bisa terdiam di dalam mobil. Petugas yang menerima laporan terkait kejadian ini langsung membawa bersangkutan ke Polres Kediri. "Latar belakang tersangka melakukan seperti itu, ini bermotif hutang piutang. Tersangka mungkin sudah geram ya,  karena sering ditagih akhirnya melakukan tindakan tersebut," ujar Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Tersangka yang menyandang status janda ini diduga merasa  jengkel karena ditagih hutang. Padahal ia merasa urusan hutang piutang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya melainkan, antara korban dengan mantan suaminya. 

"Mantan suami saya katanya pinjam uang Rp250 juta. Saya tidak tahu kesepakatan diantara mereka, karena tidak diberitahu," cerita tersangka Selasa (2/10). Semula saat menjalani pemeriksaan, tersangka sempat mengaku jika dirinya merasa diserang terlebih dahulu oleh korban. 

Diketahui sebelum terjadi penganiayaan tersebut, semula korban diajak oleh tersangka untuk menemui seoarang nasabah. Mereka berdua kemudian berangkat bersama sama, saat dalam perjalanan mereka berdua terlibat cek cok mulut hingga akhirnya berujung penganiayaan sadis. Penganiayaan itu sendiri terjadi, di Perempatan Jalan Raya Desa Sambi Rejo. 

Dalam kejadian ini, polisi menyita sebilah pisau berukuran panjang, terlihat ada bekas bercak darah dan sebuah palu. Alat ini diduga dipergunakan tersangka untuk melukai korban.

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 353 ayat 1 dan 2 KUHP Ancaman Hukuman Paling lama 7 tahun penjara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com