Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

721 guru honorer di Garut dapat SK

Rabu, 03 Oktober 2018 - 21:46 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto:  https://bit.ly/2QmaKqU
Sumber foto: https://bit.ly/2QmaKqU

Elshinta.com - Sebanyak 721 guru honorer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah mendapatkan surat keputusan (SK) penugasan, sedangkan sisanya yang dilaporkan ribuan guru masih dalam tahap verifikasi oleh dinas pendidikan.

"Saat ini proses verifikasi masih terus berjalan," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Burdan Ali Junjunan kepada wartawan di Garut, Rabu (3/10).

Ia menuturkan, jajarannya berdasarkan instruksi langsung dari Bupati Garut melakukan verifikasi data guru honorer yang ada di Garut sebelum akhirnya diberi SK penugasan.

Guru honorer yang sudah diverifikasi dan sesuai persyaratan, kata dia, akan diberikan SK penugasan sebagai legalitas guru dalam melaksanakan tugasnya menjadi tenaga pendidik. "Semua yang telah lolos verifikasi akan menerima SK tersebut," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menyampaikan, SK penugasan guru honorer itu resmi atau memiliki payung hukum yang jelas untuk kepentingan mendapatkan sertifikasi maupun persyaratan administrasi lainnya.

Namun guru yang ingin mendapatkan sertifikasi, kata dia, tidak hanya SK penugasan saja, ada persyaratan lainnya di antaranya memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

"Guru juga harus mengikuti pendidikan profesi guru, setelah itu melakukan sertifikasi," katanya.

Sebelumnya ribuan ribu guru honorer di Kabupaten Garut turun ke jalan melakukan demonstrasi menuntut Bupati Garut menerbitkan SK penugasan. SK tersebut sebagai legalitas guru dalam melaksanakan tugas, dan bisa mendapatkan sertifikasi guru.

Aksi ribuan guru tersebut akhirnya mendapatkan respons dari Bupati Garut Rudy Gunawan dan DPRD untuk memverifikasi guru sebelum akhirnya diberikan SK penugasan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Sebanyak 721 guru honorer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah mendapatkan surat keputusan (SK) penugasan, sedangkan sisanya yang dilaporkan ribuan guru masih dalam tahap verifikasi oleh dinas pendidikan.

"Saat ini proses verifikasi masih terus berjalan," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Burdan Ali Junjunan kepada wartawan di Garut, Rabu (3/10).

Ia menuturkan, jajarannya berdasarkan instruksi langsung dari Bupati Garut melakukan verifikasi data guru honorer yang ada di Garut sebelum akhirnya diberi SK penugasan.

Guru honorer yang sudah diverifikasi dan sesuai persyaratan, kata dia, akan diberikan SK penugasan sebagai legalitas guru dalam melaksanakan tugasnya menjadi tenaga pendidik. "Semua yang telah lolos verifikasi akan menerima SK tersebut," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menyampaikan, SK penugasan guru honorer itu resmi atau memiliki payung hukum yang jelas untuk kepentingan mendapatkan sertifikasi maupun persyaratan administrasi lainnya.

Namun guru yang ingin mendapatkan sertifikasi, kata dia, tidak hanya SK penugasan saja, ada persyaratan lainnya di antaranya memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

"Guru juga harus mengikuti pendidikan profesi guru, setelah itu melakukan sertifikasi," katanya.

Sebelumnya ribuan ribu guru honorer di Kabupaten Garut turun ke jalan melakukan demonstrasi menuntut Bupati Garut menerbitkan SK penugasan. SK tersebut sebagai legalitas guru dalam melaksanakan tugas, dan bisa mendapatkan sertifikasi guru.

Aksi ribuan guru tersebut akhirnya mendapatkan respons dari Bupati Garut Rudy Gunawan dan DPRD untuk memverifikasi guru sebelum akhirnya diberikan SK penugasan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com