Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Sumbar wacanakan mitigasi bencana masuk kurikulum pendidikan

Kamis, 04 Oktober 2018 - 13:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Rp8cKg
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Rp8cKg

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mewacanakan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum pendidikan agar tercipta generasi muda yang sadar bencana.

"Jika masuk kurikulum, mau tidak mau siswa harus belajar dan memahami materi yang diberikan sehingga tercipta generasi sadar bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman di Padang, Kamis (4/10).

Dilansir dari Antara, siswa SMA menjadi sasaran awal mitigasi bencana karena merupakan kewenangan provinsi sehingga koordinasi lebih mudah dilakukan. Meski demikian, diharapkan wacana itu bisa terealisasi secepatnya dan dicontoh oleh kabupaten dan kota dengan menerapkannya di PAUD, SD, dan SMP yang menjadi kewenangannya.

Untuk mewujudkan hal itu, BPBD akan segera berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan terkait dengan mekanisme yang harus dilalui.

Terkait dengan bahan ajar, katanya, sudah cukup banyak materi dan hasil penelitian yang dijadikan buku. Bahkan, BNPB pernah menerbitkan buku saku terkait dengan mitigasi tersebut. Namun, kata dia, jika bahan-bahan tersebut dinilai masih kurang, BPBD Sumbar siap untuk membantu melengkapinya. 

Erman menyebut generasi sadar bencana bisa diukur dari pemahamannya terhadap potensi bencana dan ancamannya, kemudian bisa mengambil keputusan untuk antisipasi dan memperkecil risiko. "Jika ini sudah terbentuk, potensi jatuhnya korban saat terjadi bencana bisa diminimalkan," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Kemenkumham: Dana kampanye harus masuk pembukuan khusus

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mewacanakan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum pendidikan agar tercipta generasi muda yang sadar bencana.

"Jika masuk kurikulum, mau tidak mau siswa harus belajar dan memahami materi yang diberikan sehingga tercipta generasi sadar bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman di Padang, Kamis (4/10).

Dilansir dari Antara, siswa SMA menjadi sasaran awal mitigasi bencana karena merupakan kewenangan provinsi sehingga koordinasi lebih mudah dilakukan. Meski demikian, diharapkan wacana itu bisa terealisasi secepatnya dan dicontoh oleh kabupaten dan kota dengan menerapkannya di PAUD, SD, dan SMP yang menjadi kewenangannya.

Untuk mewujudkan hal itu, BPBD akan segera berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan terkait dengan mekanisme yang harus dilalui.

Terkait dengan bahan ajar, katanya, sudah cukup banyak materi dan hasil penelitian yang dijadikan buku. Bahkan, BNPB pernah menerbitkan buku saku terkait dengan mitigasi tersebut. Namun, kata dia, jika bahan-bahan tersebut dinilai masih kurang, BPBD Sumbar siap untuk membantu melengkapinya. 

Erman menyebut generasi sadar bencana bisa diukur dari pemahamannya terhadap potensi bencana dan ancamannya, kemudian bisa mengambil keputusan untuk antisipasi dan memperkecil risiko. "Jika ini sudah terbentuk, potensi jatuhnya korban saat terjadi bencana bisa diminimalkan," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com