Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi tangkap sembilan penyebar hoax bencana Palu

Jumat, 05 Oktober 2018 - 21:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kasubdit I Tindak Pidana Siber Polri Kombes Pol Dani Kustoni dalam konferensi pers di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (5/10). Sumber foto: https://bit.ly/2Rrgtxb
Kasubdit I Tindak Pidana Siber Polri Kombes Pol Dani Kustoni dalam konferensi pers di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (5/10). Sumber foto: https://bit.ly/2Rrgtxb

Elshinta.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap sembilan tersangka penyebar berita bohong atau hoax berkaitan dengan bencana alam di Palu dan sekitarnya melalui media sosial.

"Kami temukan sembilan tersangka yang melakukan penyebaran berita bohong berkaitan dengan gempa di wilayah Sulawesi," ujar Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Polri Kombes Pol Dani Kustoni di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (5/10).

Tidak hanya hoax bencana di Palu, para tersangka juga menyebarkan hoax gempa di NTB serta akan terjadi gempa di wilayah Jabar serta Jakarta sehingga meresahkan masyarakat.

Dari sembilan kasus tersebut, dua ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber, dua kasus ditangani Polda Jatim, satu kasus di Riau dan sisanya di ditangani di polda di Sulawesi.

"Bukan merasa prihatin, tetapi malah memanfaatkan dengan menyebarkan berita bohong di tengah masyarakat sehingga menimbulkan keresahan," tutur Dani, dilansir kantor berita Antara.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 14 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman tiga tahun telah menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

Untuk informasi, berita hoax yang muncul salah satunya adalah adanya imbauan masyarakat untuk mewaspadai Bendungan Bili-Bili yang retak, padahal setelah Polsek Mamuju Gowa melakukan pengecekan, hasilnya bendungan dalam kondisi baik dan aman. Hoax selanjutnya adalah informasi gempa susulan dengan kekuatan magnitude 8,1 dan BNPB telah melakukan klarifikasi informasi tersebut tidak benar.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 16:58 WIB

Kecurangan SPBU, Kemendag: Pengawasan daerah masih minim

Elshinta.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap sembilan tersangka penyebar berita bohong atau hoax berkaitan dengan bencana alam di Palu dan sekitarnya melalui media sosial.

"Kami temukan sembilan tersangka yang melakukan penyebaran berita bohong berkaitan dengan gempa di wilayah Sulawesi," ujar Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Polri Kombes Pol Dani Kustoni di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (5/10).

Tidak hanya hoax bencana di Palu, para tersangka juga menyebarkan hoax gempa di NTB serta akan terjadi gempa di wilayah Jabar serta Jakarta sehingga meresahkan masyarakat.

Dari sembilan kasus tersebut, dua ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber, dua kasus ditangani Polda Jatim, satu kasus di Riau dan sisanya di ditangani di polda di Sulawesi.

"Bukan merasa prihatin, tetapi malah memanfaatkan dengan menyebarkan berita bohong di tengah masyarakat sehingga menimbulkan keresahan," tutur Dani, dilansir kantor berita Antara.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 14 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman tiga tahun telah menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

Untuk informasi, berita hoax yang muncul salah satunya adalah adanya imbauan masyarakat untuk mewaspadai Bendungan Bili-Bili yang retak, padahal setelah Polsek Mamuju Gowa melakukan pengecekan, hasilnya bendungan dalam kondisi baik dan aman. Hoax selanjutnya adalah informasi gempa susulan dengan kekuatan magnitude 8,1 dan BNPB telah melakukan klarifikasi informasi tersebut tidak benar.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com