Mangkir, Amien Rais berpeluang dijemput paksa
Elshinta
Sabtu, 06 Oktober 2018 - 15:50 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Mangkir, Amien Rais berpeluang dijemput paksa
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Sumber foto: https://bit.ly/2E3J4WA

Elshinta.com - Polda Metro Jaya membuka peluang akan menjemput paksa Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais jika tak bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi untuk tersangka Ratna Sarumpaet.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto‎ menyampaikan, apabila Amien pada saat dipanggil kedua tidak ada pemberitahuan, maka pada panggilan ketiga akan dijemput dengan surat.

“Informasi (tak hadir memenuhi panggilan) juga harus dengan surat keterangan,” kata dia, dihimpun dari NTMC Polri di Jakarta, Sabtu (6/10).

Setyo menjelaskan, pemanggilan Amien Rais merupakan bagian dari rangkaian penyidikan kasus penyebaran berita hoax Ratna. Untuk itu, Amien Rais diminta menghormati proses hukum yang berjalan. 

Setyo masih menutup rapat informasi soal daftar nama saksi yang bakal dipanggil penyidik dalam kasus ini. “menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. Teknis, substansi penyidikan. Teknis nanti itu ada di penyidikan. Itu nanti tanyakan ke penyidik untuk memanggilnya siapa saja,” pungkas dia.

Amien Rais sedianya diperiksa pada Jumat (5/10) pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya dan akan dimintai keterangan terkait kasus penyebaran informasi hoax yang menjerat Ratna Sarumpaet. Namun, Amien Rais mangkir tanpa memberi keterangan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Elshinta

Kalo ga bersalah ngapa harus mangkir bah min

Elshinta

Ngomongo sing lantang nang pengadilan mbah.....

Baca Juga
 
Empat oknum polisi pemeras jalani sidang perdana
Rabu, 18 September 2019 - 18:11 WIB
Elshinta.com - Empat oknum polisi yang bertugas di Polsek Medan Area, yakni Jenli Hendra Damanik, ...
KPK tetapkan Menpora tersangka kasus suap KONI
Rabu, 18 September 2019 - 17:53 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)...
Projo sebut revisi UU KPK membawa optimisme dalam pemberantasan korupsi
Rabu, 18 September 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pida...
Kapolda tegaskan langsung tangani berbagai kejahatan di NTT
Rabu, 18 September 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Hamidin mengatakan berbagai bentuk kej...
KPK bentuk tim transisi identifikasi dampak pengesahan revisi UU KPK
Rabu, 18 September 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah membentuk tim transisi untuk m...
KPK panggil 2 pejabat Kemendag 
Rabu, 18 September 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil 2 pejabat Kementerian Perd...
Diduga pegawainya coba bunuh diri, Polisi panggil Transjakarta
Rabu, 18 September 2019 - 14:18 WIB
Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Timur melakukan pemanggilan kepada PT Transportasi Jakarta (Tr...
Akademisi: Apa urgensinya Dewan Pengawas KPK?
Rabu, 18 September 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) telah disahkan oleh Dewan Perwaki...
IPW apresiasi DPR sahkan revisi UU KPK
Rabu, 18 September 2019 - 12:29 WIB
Elshinta.com - Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada Rapat Paripurna DPR RI yang tel...
Gerindra usul Dewan Pengawas KPK juga dilakukan DPR
Rabu, 18 September 2019 - 12:01 WIB
Elshinta.com - Partai Gerindra mendukung uji materi terhadap perubahan ke-2 Undang-Undang Komisi Pem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)