Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

Terdampak musim kemarau, hasil panen ikan cupang Kediri merosot

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 21:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sejumlah petani budidaya ikan hias jenis cupang (beta) di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur mengeluhkan penurunan hasil produksinya setiap kali penen per minggunya akibat beberapa faktor, salah satunya ialah kemarau dan polusi udara dari pabrik.

Heru Sulistiyo selaku salah satu petani budidaya ikan cupang mengatakan, jika sebelum musim kemarau ia bisa memanen benih ikan cupang tiap minggunya mencapai 50 ribu ekor, kini menyusut menjadi 20 sampai 30 ribu ekor saja.

"Berkurangnya karena faktor cuaca panas akibat kemarau, kedua adanya polusi dari Pabrik Gula. Saat produksi karena cuaca yang panas, ditunjang polusi dari pabrik berbentuk langes yang jatuh ke air kolam mengandung minyak, berpotensi terjadinya kematian terhadap benih ikan. Itu sangat rentan sekali, jadi angka kematianya disitu," kata Heru di Kediri, Sabtu (6/10), dilaporkan Kontributor Elshinta Fendi Lesmana.

Guna meminimalisir kematian pada benih ikan, Heru mengaku dirinya sudah melakukan berbagai upaya dengan membuat penutup pada sejumlah kolam serta secara rutin mengganti air kolam setiap harinya. "Kita otak atik sendiri dengan cara kasih tutup, serta memperbarui dan mempercepat sirkulasi air dengan menguras kolam setiap hari," terang pria menggeluti bidang usahanya sejak tahun 1993 itu.

Harga ikan cupang hias yang dijual bervariatif tergantung jenis dan kualitas warna. Ikan cupang jenis Emperial pernah di jual seharga Rp500 ribu per ekor. Sementara jenis Koi dan Pensi dipatok harga Rp150 ribu. Ada juga ikan cupang yang dijual sangat murah seharga Rp5 ribu. Sementara benih ikan cupang jenis HM dijual per ekornya seharga Rp100-125 ribu, untuk ukuran kurang dari satu centimeter. Dia menjelaskan, hasil panen benih ikan cupang tiap minggunya dijual ke wilayah kawasan Kresidenan Kediri mencakup Tulunganggung, Blitar, Nganjuk dan Jombang. 

Karena turunya hasil produksi, keuntungan yang di dapat para petani ikan hias tidak begitu banyak, melainkan hanya cukup untuk menutup biaya operasional produksi saja. "Kalau operasional jadi muter aja. Kita menyisihkan uang pun tidak bisa. Ya keuntungan cukup buat makan aja," ungkapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 16:58 WIB

Kecurangan SPBU, Kemendag: Pengawasan daerah masih minim

Elshinta.com - Sejumlah petani budidaya ikan hias jenis cupang (beta) di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur mengeluhkan penurunan hasil produksinya setiap kali penen per minggunya akibat beberapa faktor, salah satunya ialah kemarau dan polusi udara dari pabrik.

Heru Sulistiyo selaku salah satu petani budidaya ikan cupang mengatakan, jika sebelum musim kemarau ia bisa memanen benih ikan cupang tiap minggunya mencapai 50 ribu ekor, kini menyusut menjadi 20 sampai 30 ribu ekor saja.

"Berkurangnya karena faktor cuaca panas akibat kemarau, kedua adanya polusi dari Pabrik Gula. Saat produksi karena cuaca yang panas, ditunjang polusi dari pabrik berbentuk langes yang jatuh ke air kolam mengandung minyak, berpotensi terjadinya kematian terhadap benih ikan. Itu sangat rentan sekali, jadi angka kematianya disitu," kata Heru di Kediri, Sabtu (6/10), dilaporkan Kontributor Elshinta Fendi Lesmana.

Guna meminimalisir kematian pada benih ikan, Heru mengaku dirinya sudah melakukan berbagai upaya dengan membuat penutup pada sejumlah kolam serta secara rutin mengganti air kolam setiap harinya. "Kita otak atik sendiri dengan cara kasih tutup, serta memperbarui dan mempercepat sirkulasi air dengan menguras kolam setiap hari," terang pria menggeluti bidang usahanya sejak tahun 1993 itu.

Harga ikan cupang hias yang dijual bervariatif tergantung jenis dan kualitas warna. Ikan cupang jenis Emperial pernah di jual seharga Rp500 ribu per ekor. Sementara jenis Koi dan Pensi dipatok harga Rp150 ribu. Ada juga ikan cupang yang dijual sangat murah seharga Rp5 ribu. Sementara benih ikan cupang jenis HM dijual per ekornya seharga Rp100-125 ribu, untuk ukuran kurang dari satu centimeter. Dia menjelaskan, hasil panen benih ikan cupang tiap minggunya dijual ke wilayah kawasan Kresidenan Kediri mencakup Tulunganggung, Blitar, Nganjuk dan Jombang. 

Karena turunya hasil produksi, keuntungan yang di dapat para petani ikan hias tidak begitu banyak, melainkan hanya cukup untuk menutup biaya operasional produksi saja. "Kalau operasional jadi muter aja. Kita menyisihkan uang pun tidak bisa. Ya keuntungan cukup buat makan aja," ungkapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com