Rabu, 12 Desember 2018 | 15:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Aplikasi `Cari Temu` untuk cari orang hilang di gempa Sulteng

Senin, 08 Oktober 2018 - 07:07 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Aplikasi `Cari Temu` adalah sebuah perangkat untuk membantu masyarakat mencari dan menemukan kembali anggota keluarga yang hilang dalam bencana, seperti gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. 

Aplikasi ini akan melengkapi kerja BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dalam aksinya melayani korban terdampak.

Aplikasi Cari Temu diperkenalkan oleh Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta dan Kepala Divisi Informasi Teknologi dan Pelaporan, Achmad Setio Adinugroho, di Jakarta, pada Jumat (5/10) lalu.

Arifin mengatakan, salah satu masalah utama pada bencana alam seperti yang terjadi pada gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah ialah masalah identifikasi korban.

Jenazah tertunda dimakamkan, salah satunya karena belum ada keluarga yang melaporkan kehilangan.  

“Oleh karena itu, BAZNAS mendorong percepatan penemuan identitas jenazah dan orang hilang dengan mendorong pembangunan aplikasi yang bernama Cari Temu,” papar Arifin, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko. 

Aplikasi ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat melaporkan kehilangan anggota keluarga, serta menampung informasi temuan. Keduanya kemudian dipadukan oleh mesin sehingga mudah menemukan orang yang dicari. 

“Kami berharap aplikasi ini akan melahirkan gagasan lain yang memudahkan korban hilang dalam bencana dan peristiwa-peristiwa darurat yang lain,” jelasnya.

Aplikasi Cari Temu yang merupakan inovasi buatan BAZNAS sendiri ini memiliki empat fitur utama, yaitu melaporkan orang hilang dari berbagai bencana, melaporkan penemuan orang hilang dari yang telah dilaporkan, mencari orang hilang dari yang telah dilaporkan dan mengirimkan informasi lokasi.

Achmad Setio mengatakan, masyarakat dapat dengan mudah memiliki aplikasi ini dengan cara mengunduh di playstore menggunakan kata kunci "Cari Temu".

Pada halaman pertama, masyarakat langsung dapat memasukkan nama orang yang sedang dicari dan melengkapi ciri-cirinya. Kemudahan ini juga berlaku bagi masyarakat yang menemukan orang yang tersesat, dapat dilaporkan melalui aplikasi ini dengan memilih menu "found" di dalam aplikasi.

"Semua fitur ini dapat digunakan oleh publik tetapi tetap dalam monitor BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), harapannya aplikasi ini dapat membantu mengorganisir informasi pencarian orang hilang sehingga tidak lagi sulit mencari dan melaporkan orang hilang akibat bencana," kata Achmad Setio.

Ia menambahkan, pada tahap awal ini aplikasi ini hanya mengandalkan laporan masyarakat. Namun untuk ke depan, aplikasi ini juga terintegrasi dengan lembaga atau organisasi lainnya yang memiliki informasi tentang orang hilang dan tidak terbatas hanya kepada bencana saja. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Aplikasi `Cari Temu` adalah sebuah perangkat untuk membantu masyarakat mencari dan menemukan kembali anggota keluarga yang hilang dalam bencana, seperti gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. 

Aplikasi ini akan melengkapi kerja BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dalam aksinya melayani korban terdampak.

Aplikasi Cari Temu diperkenalkan oleh Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta dan Kepala Divisi Informasi Teknologi dan Pelaporan, Achmad Setio Adinugroho, di Jakarta, pada Jumat (5/10) lalu.

Arifin mengatakan, salah satu masalah utama pada bencana alam seperti yang terjadi pada gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah ialah masalah identifikasi korban.

Jenazah tertunda dimakamkan, salah satunya karena belum ada keluarga yang melaporkan kehilangan.  

“Oleh karena itu, BAZNAS mendorong percepatan penemuan identitas jenazah dan orang hilang dengan mendorong pembangunan aplikasi yang bernama Cari Temu,” papar Arifin, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko. 

Aplikasi ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat melaporkan kehilangan anggota keluarga, serta menampung informasi temuan. Keduanya kemudian dipadukan oleh mesin sehingga mudah menemukan orang yang dicari. 

“Kami berharap aplikasi ini akan melahirkan gagasan lain yang memudahkan korban hilang dalam bencana dan peristiwa-peristiwa darurat yang lain,” jelasnya.

Aplikasi Cari Temu yang merupakan inovasi buatan BAZNAS sendiri ini memiliki empat fitur utama, yaitu melaporkan orang hilang dari berbagai bencana, melaporkan penemuan orang hilang dari yang telah dilaporkan, mencari orang hilang dari yang telah dilaporkan dan mengirimkan informasi lokasi.

Achmad Setio mengatakan, masyarakat dapat dengan mudah memiliki aplikasi ini dengan cara mengunduh di playstore menggunakan kata kunci "Cari Temu".

Pada halaman pertama, masyarakat langsung dapat memasukkan nama orang yang sedang dicari dan melengkapi ciri-cirinya. Kemudahan ini juga berlaku bagi masyarakat yang menemukan orang yang tersesat, dapat dilaporkan melalui aplikasi ini dengan memilih menu "found" di dalam aplikasi.

"Semua fitur ini dapat digunakan oleh publik tetapi tetap dalam monitor BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), harapannya aplikasi ini dapat membantu mengorganisir informasi pencarian orang hilang sehingga tidak lagi sulit mencari dan melaporkan orang hilang akibat bencana," kata Achmad Setio.

Ia menambahkan, pada tahap awal ini aplikasi ini hanya mengandalkan laporan masyarakat. Namun untuk ke depan, aplikasi ini juga terintegrasi dengan lembaga atau organisasi lainnya yang memiliki informasi tentang orang hilang dan tidak terbatas hanya kepada bencana saja. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com