Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Istri PM Israel disidangkan terkait penipuan soal jasa boga

Senin, 08 Oktober 2018 - 07:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sara Netanyahu. Sumber Foto: https://bit.ly/2zXcu4y
Sara Netanyahu. Sumber Foto: https://bit.ly/2zXcu4y

Elshinta.com - Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Sara, muncul di pengadilan pada Minggu (7/10) dalam persidangan pertama soal penipuan.

Ia diduga telah menyalahgunakan dana negara dalam memesan makanan jasa boga.

Menurut dakwaan, Sara Netanyahu beserta seorang pegawai negeri telah menyelewengkan dana negara sebesar lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,5 miliar).

Dana itu digunakan untuk memesan makanan dari sejumlah restoran.

Keduanya dianggap melanggar peraturan, yang melarang mereka melakukan pemesanan jika juru masaknya dipekerjakan di rumah.

Sara membantah dirinya melakukan kesalahan.

Ia pada Juni didakwa melakukan penipuan dan ingkar janji serta terlibat dalam pengeluaran kuitansi dengan kecurangan. Jika terbukti bersalah, Sara Netanyahu akan menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.

Sara, yang terlihat tegang, tidak memberikan pernyataan kepada para wartawan yang memenuhi ruang sidang sempit. Ia duduk di bangku di samping para pengacaranya.

Persidangan pertama itu sebagian besar membahas soal prosedur.

Hakim menetapkan tim jaksa dan pengacara para terdakwa akan bertemu pada 13 November. Hakim berharap pada saat itu kedua pihak bisa mempersempit perbedaan "atau bahkan bisa menyelesaikan kasus tersebut".

Namun, penyelesaian pada tingkat ini tampaknya sulit dicapai karena jaksa kemungkinan akan menuntut Sara mengaku bersalah, posisi yang ditepis tim pengacaranya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang juga sedang menghadapi penyelidikan korupsi terhadapnya, menganggap tuduhan yang ditujukan terhadap istrinya itu tidak masuk akal dan tidak berdasar.

Sara Netanyahu, 59, telah menghiasi laporan utama media pada masa lalu terkait sikapnya yang dianggap angkuh oleh sebagian kalangan.

Pada 2017, Benjamin dan Sara Netanyahu memenangi tuntutan hukum atas seorang wartawan Israel, yang mengatakan bahwa Sara pernah mengusir suaminya keluar dari mobil ketika keduanya bertengkar.

Pada 2016, pengadilan ketenagakerjaan Yerusalem memutuskan bahwa Sara telah menghina dan memarahi staf rumah tangga di kediaman resmi perdana menteri.

Sejauh ini, masalah hukum yang mengelilingi Sara belum merugikan posisi politik suaminya. Benjamin saat ini menjalani periode keempat kepemimpinan Israel dan terus memimpin posisi dalam jajak pendapat kendati ia menghadapi berbagai tuduhan, demikian dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 Oktober 2018 - 21:59 WIB

LPSK imbau seluruh pihak lawan serangan terhadap ahli

Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Elshinta.com - Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Sara, muncul di pengadilan pada Minggu (7/10) dalam persidangan pertama soal penipuan.

Ia diduga telah menyalahgunakan dana negara dalam memesan makanan jasa boga.

Menurut dakwaan, Sara Netanyahu beserta seorang pegawai negeri telah menyelewengkan dana negara sebesar lebih dari 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,5 miliar).

Dana itu digunakan untuk memesan makanan dari sejumlah restoran.

Keduanya dianggap melanggar peraturan, yang melarang mereka melakukan pemesanan jika juru masaknya dipekerjakan di rumah.

Sara membantah dirinya melakukan kesalahan.

Ia pada Juni didakwa melakukan penipuan dan ingkar janji serta terlibat dalam pengeluaran kuitansi dengan kecurangan. Jika terbukti bersalah, Sara Netanyahu akan menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.

Sara, yang terlihat tegang, tidak memberikan pernyataan kepada para wartawan yang memenuhi ruang sidang sempit. Ia duduk di bangku di samping para pengacaranya.

Persidangan pertama itu sebagian besar membahas soal prosedur.

Hakim menetapkan tim jaksa dan pengacara para terdakwa akan bertemu pada 13 November. Hakim berharap pada saat itu kedua pihak bisa mempersempit perbedaan "atau bahkan bisa menyelesaikan kasus tersebut".

Namun, penyelesaian pada tingkat ini tampaknya sulit dicapai karena jaksa kemungkinan akan menuntut Sara mengaku bersalah, posisi yang ditepis tim pengacaranya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang juga sedang menghadapi penyelidikan korupsi terhadapnya, menganggap tuduhan yang ditujukan terhadap istrinya itu tidak masuk akal dan tidak berdasar.

Sara Netanyahu, 59, telah menghiasi laporan utama media pada masa lalu terkait sikapnya yang dianggap angkuh oleh sebagian kalangan.

Pada 2017, Benjamin dan Sara Netanyahu memenangi tuntutan hukum atas seorang wartawan Israel, yang mengatakan bahwa Sara pernah mengusir suaminya keluar dari mobil ketika keduanya bertengkar.

Pada 2016, pengadilan ketenagakerjaan Yerusalem memutuskan bahwa Sara telah menghina dan memarahi staf rumah tangga di kediaman resmi perdana menteri.

Sejauh ini, masalah hukum yang mengelilingi Sara belum merugikan posisi politik suaminya. Benjamin saat ini menjalani periode keempat kepemimpinan Israel dan terus memimpin posisi dalam jajak pendapat kendati ia menghadapi berbagai tuduhan, demikian dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com