Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:23 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Pertimbangan pemerintah hentikan pencarian korban pada 11 Oktober

Senin, 08 Oktober 2018 - 18:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2y8I3qX
Sumber foto: https://bit.ly/2y8I3qX

Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan proses pencarian dan evakuasi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah akan dihentikan pada Kamis (11/10).

Dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (8/10), Willem mengatakan keputusan untuk menghentikan pencarian korban pada 11 Oktober sudah dibahas bersama Kepala Basarnas M Syaugie dengan mempertimbangkan kesulitan mengidentifikasi jenazah korban 14 hari setelah bencana.

Kondisi jenazah korban kemungkinan sudah membusuk juga dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit yang bisa membahayakan keselamatan para penyintas di Sulawesi Tengah. "Kami akan meminta pemerintah daerah untuk berdialog dengan masyarakat. Dialog merupakan salah satu hal yang penting," katanya.

Tentang jumlah korban yang kemungkinan masih terkubur, Willem mengatakan belum ada angka pastinya. Satuan tugas gabungan masih menampung laporan-laporan dari masyarakat, data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta laporan kepala desa mengenai warga yang hilang pasca bencana. "Itu pun masih perlu validasi data, apakah benar saat kejadian bencana yang dilaporkan hilang benar ada di lokasi," jelasnya, dikutip Antara.

Willem menambahkan bahwa operasi pencarian dan evakuasi sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas adalah tujuh hari, saat ini sudah ditambah," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan proses pencarian dan evakuasi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah akan dihentikan pada Kamis (11/10).

Dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (8/10), Willem mengatakan keputusan untuk menghentikan pencarian korban pada 11 Oktober sudah dibahas bersama Kepala Basarnas M Syaugie dengan mempertimbangkan kesulitan mengidentifikasi jenazah korban 14 hari setelah bencana.

Kondisi jenazah korban kemungkinan sudah membusuk juga dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit yang bisa membahayakan keselamatan para penyintas di Sulawesi Tengah. "Kami akan meminta pemerintah daerah untuk berdialog dengan masyarakat. Dialog merupakan salah satu hal yang penting," katanya.

Tentang jumlah korban yang kemungkinan masih terkubur, Willem mengatakan belum ada angka pastinya. Satuan tugas gabungan masih menampung laporan-laporan dari masyarakat, data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta laporan kepala desa mengenai warga yang hilang pasca bencana. "Itu pun masih perlu validasi data, apakah benar saat kejadian bencana yang dilaporkan hilang benar ada di lokasi," jelasnya, dikutip Antara.

Willem menambahkan bahwa operasi pencarian dan evakuasi sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas adalah tujuh hari, saat ini sudah ditambah," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:46 WIB

BMKG pasang 20 sensor gempa di Sulteng

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Polresta Malang gerebek toko pembuat miras oplosan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com