Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Peran dan fungsi Satgas PPA di Sumut diperkuat

Senin, 08 Oktober 2018 - 20:22 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Tahun 2017 di Provinsi Sumatera Utara, data kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaporkan masih tinggi, dimana korban terbanyak adalah perempuan dan anak-anak. Situasi tersebut mendasari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Provinsi Sumut menguatkan kembali peran dan fungsi Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) melalui pelatihan yang digelar selama tiga hari di Medan, dari tanggal 8-10 Oktober 2018.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina, dihadapan 66 orang anggota Satgas dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, pada pembukan pelatihan menekankan, perlunya pemerintah kabupaten/kota memprioritaskan aspek pencegahan agar anak dan perempuan dapat dicegah menjadi korban kekerasan. 

Sebelumnya, Kadis PPPA Sumut, Nurlela menyampaikan, tahun 2017 pihaknya menerima laporan 1.187 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimana 73 persen korbannya adalah perempuan dan mayoritas korban tersebut berusia 5-18 tahun dan masih banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan karena ada tidak tahu melapor kemana atau karena mereka menganggap hal tersebut akan membuka aib keluarga.

Sementara itu, panitia pelaksana, Afini kepada Kontributor Elshinta, Misriadi, Senin (8/10) menjelaskan, pelatihan tersebut diharapakan akan mencapai tiga tujuan yaitu refleksi praktik baik tantangan dan hambatan perlindungan perempuan dan anak yang dilakukan Satgas PPA di kabupaten/kota di Sumut, meningkatkan pemahaman dan kemampuan Satgas PPA dalam pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat peran Satgas PPA kabupaten/kota dalam pencegahan dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan, trafficking dan eksploitasi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Tahun 2017 di Provinsi Sumatera Utara, data kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaporkan masih tinggi, dimana korban terbanyak adalah perempuan dan anak-anak. Situasi tersebut mendasari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Provinsi Sumut menguatkan kembali peran dan fungsi Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) melalui pelatihan yang digelar selama tiga hari di Medan, dari tanggal 8-10 Oktober 2018.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina, dihadapan 66 orang anggota Satgas dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, pada pembukan pelatihan menekankan, perlunya pemerintah kabupaten/kota memprioritaskan aspek pencegahan agar anak dan perempuan dapat dicegah menjadi korban kekerasan. 

Sebelumnya, Kadis PPPA Sumut, Nurlela menyampaikan, tahun 2017 pihaknya menerima laporan 1.187 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimana 73 persen korbannya adalah perempuan dan mayoritas korban tersebut berusia 5-18 tahun dan masih banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan karena ada tidak tahu melapor kemana atau karena mereka menganggap hal tersebut akan membuka aib keluarga.

Sementara itu, panitia pelaksana, Afini kepada Kontributor Elshinta, Misriadi, Senin (8/10) menjelaskan, pelatihan tersebut diharapakan akan mencapai tiga tujuan yaitu refleksi praktik baik tantangan dan hambatan perlindungan perempuan dan anak yang dilakukan Satgas PPA di kabupaten/kota di Sumut, meningkatkan pemahaman dan kemampuan Satgas PPA dalam pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat peran Satgas PPA kabupaten/kota dalam pencegahan dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan, trafficking dan eksploitasi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com