Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Sandiaga tidak akan jenguk Ratna Sarumpaet

Senin, 08 Oktober 2018 - 20:34 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Calon wakil presiden Sandiaga Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2OJ0PP3
Calon wakil presiden Sandiaga Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2OJ0PP3

Elshinta.com - Calon wakil presiden Sandiaga Uno tidak akan menjenguk aktivis Ratna Sarumpaet yang ditahan di Polda Metro Jaya sejak 5 Oktober 2018 karena alasan politis.

"Saya sampaikan biar pihak kepolisian yang menangani. Menjenguk itu pasti dipolitisasi. Pasti akan menambah beban. Fokus kami ekonomi kreatif lapangan kerja dan biaya hidup. Ini distorsi isu," ucapnya di Jakarta, Senin (8/10).

Cawapres pasangan capres Prabowo Subianto itu menuturkan pihaknya memberikan ruang pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus dugaan penyebaraan berita bohong atau hoaks tersebut. 

Terkait bantuan hukum untuk Ratna yang sebelumnya tergabung dalam badan pemenangan Prabowo-Sandiaga, pengusaha muda itu enggan memberikan komentar dan menyerahkan pada badan pemenangan untuk memberikan tanggapan.

Sementara menanggapi keluarga yang meminta Ratna untuk menjadi tahanan kota dan menjamin tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti mau pun mengulangi kembali tindakan pidana, ia mengapresiasi putri Ratna. "Luar biasa, itu kita patut apresiasi bahwa anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Kami apresiasi," tutur pengusaha muda itu, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Calon wakil presiden Sandiaga Uno tidak akan menjenguk aktivis Ratna Sarumpaet yang ditahan di Polda Metro Jaya sejak 5 Oktober 2018 karena alasan politis.

"Saya sampaikan biar pihak kepolisian yang menangani. Menjenguk itu pasti dipolitisasi. Pasti akan menambah beban. Fokus kami ekonomi kreatif lapangan kerja dan biaya hidup. Ini distorsi isu," ucapnya di Jakarta, Senin (8/10).

Cawapres pasangan capres Prabowo Subianto itu menuturkan pihaknya memberikan ruang pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus dugaan penyebaraan berita bohong atau hoaks tersebut. 

Terkait bantuan hukum untuk Ratna yang sebelumnya tergabung dalam badan pemenangan Prabowo-Sandiaga, pengusaha muda itu enggan memberikan komentar dan menyerahkan pada badan pemenangan untuk memberikan tanggapan.

Sementara menanggapi keluarga yang meminta Ratna untuk menjadi tahanan kota dan menjamin tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti mau pun mengulangi kembali tindakan pidana, ia mengapresiasi putri Ratna. "Luar biasa, itu kita patut apresiasi bahwa anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Kami apresiasi," tutur pengusaha muda itu, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com