Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Startup

EmasDigi, cara modern jual beli emas

Senin, 08 Oktober 2018 - 21:25 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Sigit Kurniawan
Natali Ardianto (Co-Founder, CTO EmasDigi), Claudia Kolonas (Founder, CEO EmasDigi),Iwan Tjam (Co-Founder EmasDigi) . Foto: Reza/Elshinta.com
Natali Ardianto (Co-Founder, CTO EmasDigi), Claudia Kolonas (Founder, CEO EmasDigi),Iwan Tjam (Co-Founder EmasDigi) . Foto: Reza/Elshinta.com

Elshinta.com - Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama. Berbeda dengan instrumen investasi saham atau surat berharga, emas adalah instrument investasi yang sudah familiar dan dipakai oleh banyak kalangan. Kecenderungan harganya yang selalu naik setiap tahun menjadikan emas sebagai investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. 

Seperti properti, emas termasuk ke dalam jenis investasi pada aktiva riil yang bentuk fisiknya dapat dilihat secara langsung. Karena itu, salah satu risiko investasi emas yang cukup tinggi adalah risiko kehilangan. Terlebih lagi, bila menjadikan emas sebagai perhiasan yang dipakai sehari-hari. Pada skala investasi emas yang lebih besar, misalnya dalam bentuk batangan, pemegang investasi emas biasanya membayar safe deposit box di perbankan untuk menyimpan aset emas mereka. . 

Seiring dengan perkembangan teknologi, investasi emas menjadi semakin mudah, murah dan aman dengan kehadiran financial technology (fintech) di bidang investasi emas. EmasDigi salah satunya. Perusahaan financial technology ini bergerak dalam perdagangan logam mulia emas melalui aplikasi web dan mobile. 

Menurut co-founder EmasDigi, Tjam Iwan, pihaknya ingin memberikan peluang invetasi emas bagi masyarakat luas yang mudah dan aman. “Kita ingin memberikan investasi opportunity pada masyarakat luas. Jadi sekarang ini orang kebanyakan was-was dan nggak tahu investasi yang aman itu di mana” ungkapnya. Menurut Iwan, investasi emas yang aman yaitu investasi emas yang bekerjasama dengan bursa. 

Perusahaan ini berafiliasi dengan PT PG Berjangka yang resmi terdaftar di Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komiditi (Bappebti). “Kita ini kan sebenarnya perusahaan berjangka dan EmasDigi ini platform untuk memberikan kemudahan masyarakat membeli emas dengan produk-produk berjangka. Itu terkoneksi dengan bursa, disupport sama ICDX” ujar Iwan. 

Menabung emas

EmasDigi menyajikan kepraktisan dalam membeli dan menyimpan emas di mana emas yang dibeli tersimpan aman dan pengguna bisa memantaunya melalui saldo emas di aplikasi. Pembelian emas bisa dimulai dari nominal yang kecil yakni 0,01 gram saja sehingga diharapkan dapat terjangkau oleh semua kalangan. “Kita ini idenya untuk mencakup semua masyarakat di Indonesia untuk berinvestasi dan menabung.” ujarnya.

EmasDigi juga menyajikan fitur cicilan emas yang memungkinkan penggunanya bisa membeli sejumlah gram emas dengan cara mencicilnya dalam rentang waktu atau tenor 6 – 36 bulan. Ini untuk mengakomodasi pembeli yang belum memiliki uang tunai namun ingin memiliki investasi emas. Pembeli akan menerima gram emas di awal dengan harga emas pada saat itu. 

Melalui pemanfaatan teknologi digital, EmasDigi juga memberikan fitur kirim emas yang memungkinkan penggunanya melakukan pemidahan saldo gram emas dari satu akun ke akun lainnya. Fitur tersebut dikembangkan pula menjadi program Rewards EmasDigi yang ditunjukan bagi korporasi untuk memberikan insentif bagi karyawan dalam bentuk saldo emas. 

Sementara itu, EmasDigi menjamin pembelian maupun penarikan emas dalam bentuk fisik dapat dilakukan secara realtime. Hal itu merupakan bukti jaminan bagi pembeli bahwa emas yang mereka beli benar-benar ada.

Memilih investasi aman

Menurut Claudia Colonas, co-founder yang menginisiasi EmasDigi, mencari tahu izin usaha layanan merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk berinvestasi pada instrument investasi apapun.”Paling penting sih perizinan, karena kalau tidak diawasi susah sekali untuk masyarakat mengetahui jika emasnya bener-bener ada.”ujar Claudia.

Claudia menambahkan, bila suatu layanan investasi sudah mendapatkan izin, maka ia akan mendapatkan audit secara berkala untuk menjamin keamanan aset pengguna. Ia menyontohkan di PT PG Berjangka, audit dilakukan oleh pihak-pihak terkait seperti bursa maupun Bappeti selama 3 bulan sekali. 
Selain itu, pembeli juga harus memahami betul tren harga produk investasi yang ia pilih dan seberapa lama jangka waktu investasinya yang tepat. Khusus untuk emas, Claudia menyarankan agar produk investasi ini dibeli untuk jangka waktu menengah.

“Biasanya untuk menengah ya. Jadi biasanya kita sarankan ke nasabah itu satu sampai dua tahun.” ujarnya. Sama seperti produk investasi lain, harga emas juga mengalami fluktuasi. Namun dalam jangka waktu lama, trennya cenderung selalu naik dan risikonya lebih kecil bila dibanding intrumen investasi lainnya. “Menurut kita lebih kecil sih. karena memang dari sejarah emas itu, dia selalu meningkat ketimbang rupiah. Jarang sekali di tahun manapun emas itu mengalami penurunan yang drastis.” tambah Claudia. 

Sosok Mantan CTO Tiket.com di EmasDigi

EmasDigi secara resmi diluncurkan pada Februari tahun ini dan telah menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dengan mendapatkan puluhan ribu pengguna. Dari sisi teknologi, Natali Ardianto yang merupakan mantan Chief Officer Technology (CTO) Tiket.com, turut menyumbangkan pengalamannya di dunia startup selama 10 tahun terakhir ke EmasDigi. 

Natali bergabung setelah empat bulan EmasDigi diluncurkan. Ia mengaku tertarik dengan visi yang digagas oleh EmasDigi dan apa yang telah dijalankannya untuk memberikan akses pilihan investasi bagi semua orang. Disamping itu, ia memang menyukai membangun perusahaan dari nol. 

“Saya suka memulai company dari nol sih. Karena kaya Tiket.com aja selama dua tahun terakhir saya nyaris enggak kerja, SOP segala macemnya udah lengkap, timnnya sudah berjalan dengan baik. Bener-bener membuat saya kaya orang bodoh karena tidak mendapatkan ilmu baru lagi.” ujar Natali Ardianto. 

Menurut pria lulusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia tersebut, fokus utamanya dalam pekerjaan saat ini adalah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. EmasDigi baginya turut membantu pemerintah meningkatka inklusi keuangan, mendorong masyarakat untuk berinvetasi sehingga mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan dari pendapatannya sehari-hari. 

***

Artikel mengenai EmasDigi dan pelaku usaha investasi lainnya bisa Anda temukan di eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk membaca edisi lainnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama. Berbeda dengan instrumen investasi saham atau surat berharga, emas adalah instrument investasi yang sudah familiar dan dipakai oleh banyak kalangan. Kecenderungan harganya yang selalu naik setiap tahun menjadikan emas sebagai investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. 

Seperti properti, emas termasuk ke dalam jenis investasi pada aktiva riil yang bentuk fisiknya dapat dilihat secara langsung. Karena itu, salah satu risiko investasi emas yang cukup tinggi adalah risiko kehilangan. Terlebih lagi, bila menjadikan emas sebagai perhiasan yang dipakai sehari-hari. Pada skala investasi emas yang lebih besar, misalnya dalam bentuk batangan, pemegang investasi emas biasanya membayar safe deposit box di perbankan untuk menyimpan aset emas mereka. . 

Seiring dengan perkembangan teknologi, investasi emas menjadi semakin mudah, murah dan aman dengan kehadiran financial technology (fintech) di bidang investasi emas. EmasDigi salah satunya. Perusahaan financial technology ini bergerak dalam perdagangan logam mulia emas melalui aplikasi web dan mobile. 

Menurut co-founder EmasDigi, Tjam Iwan, pihaknya ingin memberikan peluang invetasi emas bagi masyarakat luas yang mudah dan aman. “Kita ingin memberikan investasi opportunity pada masyarakat luas. Jadi sekarang ini orang kebanyakan was-was dan nggak tahu investasi yang aman itu di mana” ungkapnya. Menurut Iwan, investasi emas yang aman yaitu investasi emas yang bekerjasama dengan bursa. 

Perusahaan ini berafiliasi dengan PT PG Berjangka yang resmi terdaftar di Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komiditi (Bappebti). “Kita ini kan sebenarnya perusahaan berjangka dan EmasDigi ini platform untuk memberikan kemudahan masyarakat membeli emas dengan produk-produk berjangka. Itu terkoneksi dengan bursa, disupport sama ICDX” ujar Iwan. 

Menabung emas

EmasDigi menyajikan kepraktisan dalam membeli dan menyimpan emas di mana emas yang dibeli tersimpan aman dan pengguna bisa memantaunya melalui saldo emas di aplikasi. Pembelian emas bisa dimulai dari nominal yang kecil yakni 0,01 gram saja sehingga diharapkan dapat terjangkau oleh semua kalangan. “Kita ini idenya untuk mencakup semua masyarakat di Indonesia untuk berinvestasi dan menabung.” ujarnya.

EmasDigi juga menyajikan fitur cicilan emas yang memungkinkan penggunanya bisa membeli sejumlah gram emas dengan cara mencicilnya dalam rentang waktu atau tenor 6 – 36 bulan. Ini untuk mengakomodasi pembeli yang belum memiliki uang tunai namun ingin memiliki investasi emas. Pembeli akan menerima gram emas di awal dengan harga emas pada saat itu. 

Melalui pemanfaatan teknologi digital, EmasDigi juga memberikan fitur kirim emas yang memungkinkan penggunanya melakukan pemidahan saldo gram emas dari satu akun ke akun lainnya. Fitur tersebut dikembangkan pula menjadi program Rewards EmasDigi yang ditunjukan bagi korporasi untuk memberikan insentif bagi karyawan dalam bentuk saldo emas. 

Sementara itu, EmasDigi menjamin pembelian maupun penarikan emas dalam bentuk fisik dapat dilakukan secara realtime. Hal itu merupakan bukti jaminan bagi pembeli bahwa emas yang mereka beli benar-benar ada.

Memilih investasi aman

Menurut Claudia Colonas, co-founder yang menginisiasi EmasDigi, mencari tahu izin usaha layanan merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk berinvestasi pada instrument investasi apapun.”Paling penting sih perizinan, karena kalau tidak diawasi susah sekali untuk masyarakat mengetahui jika emasnya bener-bener ada.”ujar Claudia.

Claudia menambahkan, bila suatu layanan investasi sudah mendapatkan izin, maka ia akan mendapatkan audit secara berkala untuk menjamin keamanan aset pengguna. Ia menyontohkan di PT PG Berjangka, audit dilakukan oleh pihak-pihak terkait seperti bursa maupun Bappeti selama 3 bulan sekali. 
Selain itu, pembeli juga harus memahami betul tren harga produk investasi yang ia pilih dan seberapa lama jangka waktu investasinya yang tepat. Khusus untuk emas, Claudia menyarankan agar produk investasi ini dibeli untuk jangka waktu menengah.

“Biasanya untuk menengah ya. Jadi biasanya kita sarankan ke nasabah itu satu sampai dua tahun.” ujarnya. Sama seperti produk investasi lain, harga emas juga mengalami fluktuasi. Namun dalam jangka waktu lama, trennya cenderung selalu naik dan risikonya lebih kecil bila dibanding intrumen investasi lainnya. “Menurut kita lebih kecil sih. karena memang dari sejarah emas itu, dia selalu meningkat ketimbang rupiah. Jarang sekali di tahun manapun emas itu mengalami penurunan yang drastis.” tambah Claudia. 

Sosok Mantan CTO Tiket.com di EmasDigi

EmasDigi secara resmi diluncurkan pada Februari tahun ini dan telah menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dengan mendapatkan puluhan ribu pengguna. Dari sisi teknologi, Natali Ardianto yang merupakan mantan Chief Officer Technology (CTO) Tiket.com, turut menyumbangkan pengalamannya di dunia startup selama 10 tahun terakhir ke EmasDigi. 

Natali bergabung setelah empat bulan EmasDigi diluncurkan. Ia mengaku tertarik dengan visi yang digagas oleh EmasDigi dan apa yang telah dijalankannya untuk memberikan akses pilihan investasi bagi semua orang. Disamping itu, ia memang menyukai membangun perusahaan dari nol. 

“Saya suka memulai company dari nol sih. Karena kaya Tiket.com aja selama dua tahun terakhir saya nyaris enggak kerja, SOP segala macemnya udah lengkap, timnnya sudah berjalan dengan baik. Bener-bener membuat saya kaya orang bodoh karena tidak mendapatkan ilmu baru lagi.” ujar Natali Ardianto. 

Menurut pria lulusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia tersebut, fokus utamanya dalam pekerjaan saat ini adalah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. EmasDigi baginya turut membantu pemerintah meningkatka inklusi keuangan, mendorong masyarakat untuk berinvetasi sehingga mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan dari pendapatannya sehari-hari. 

***

Artikel mengenai EmasDigi dan pelaku usaha investasi lainnya bisa Anda temukan di eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk membaca edisi lainnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com