Rabu, 12 Desember 2018 | 20:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

Indonesia raih emas ketiga cabang para-atletik

Selasa, 09 Oktober 2018 - 06:22 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Atlet para-atletik Indonesia Sapto Yogo Purnomo usai bertanding mengalahkan dua atlet Iran dan berhak mendapatkan medali emas di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (8/10). Sumber foto: https://bit.ly/2y9nvi5
Atlet para-atletik Indonesia Sapto Yogo Purnomo usai bertanding mengalahkan dua atlet Iran dan berhak mendapatkan medali emas di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (8/10). Sumber foto: https://bit.ly/2y9nvi5

Elshinta.com - Sapto Yogo Purnomo sukses menyumbang medali emas ketiga untuk Indonesia di cabang olahraga para-atletik Asian Para Games 2018, Senin (8/10), melalui nomor 200 meter T37 putra. 

Sapto menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 23,76 detik setelah berhasil mengalahkan dua atlet Iran yakni Ali Olfatnia yang mencatatkan waktu 24,27 detik untuk medali perak dan Davoudali Ghasemi dengan 24,38 detik peraih medali perunggu. 

"Sebenarnya ini kejutan karena target medali emas saya sebenarnya di 100 meter. Untuk 200 meter saya hanya diharapkan medi perak," ujar Sapto usai bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (8/10). 

Dilansir dari Antara, pria berusia 20 tahun asal Jawa Tengah itu menyebut, kunci dirinya bisa memenangkan laga adalah percaya pada diri sendiri. Sapto mengaku dirinya tak gentar menghadapi lawan tangguh yang lebih berpengalaman meskipun dirinya baru pertama kali mengikuti Asian Para Games. "Saya tidak mau kalah," ujar dia.

Sapto sendiri masih berpeluang menambah pundi-pundi medalinya karena masih akan tampil di nomor 100 meter T37, 400 meter T37 dan estafet 4X100 meter universal.

Dengan emas dari Sapto, maka para-atletik Indonesia sudah mempersembahkan tiga medali emas sampai Senin (8/10). Sebelumnya, emas datang dari tolak peliru F20 putri melalui Suparyanti dan lompat jauh T20 putri dari Rica Oktavia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Sapto Yogo Purnomo sukses menyumbang medali emas ketiga untuk Indonesia di cabang olahraga para-atletik Asian Para Games 2018, Senin (8/10), melalui nomor 200 meter T37 putra. 

Sapto menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 23,76 detik setelah berhasil mengalahkan dua atlet Iran yakni Ali Olfatnia yang mencatatkan waktu 24,27 detik untuk medali perak dan Davoudali Ghasemi dengan 24,38 detik peraih medali perunggu. 

"Sebenarnya ini kejutan karena target medali emas saya sebenarnya di 100 meter. Untuk 200 meter saya hanya diharapkan medi perak," ujar Sapto usai bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (8/10). 

Dilansir dari Antara, pria berusia 20 tahun asal Jawa Tengah itu menyebut, kunci dirinya bisa memenangkan laga adalah percaya pada diri sendiri. Sapto mengaku dirinya tak gentar menghadapi lawan tangguh yang lebih berpengalaman meskipun dirinya baru pertama kali mengikuti Asian Para Games. "Saya tidak mau kalah," ujar dia.

Sapto sendiri masih berpeluang menambah pundi-pundi medalinya karena masih akan tampil di nomor 100 meter T37, 400 meter T37 dan estafet 4X100 meter universal.

Dengan emas dari Sapto, maka para-atletik Indonesia sudah mempersembahkan tiga medali emas sampai Senin (8/10). Sebelumnya, emas datang dari tolak peliru F20 putri melalui Suparyanti dan lompat jauh T20 putri dari Rica Oktavia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 18:57 WIB

Greysia/Apriyani telan kekalahan pertama grup A

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com