Senin, 22 Oktober 2018 | 22:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK kantongi `Trio Kwek-Kwek` kasus suap Setiyono

Selasa, 09 Oktober 2018 - 06:46 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Tersangka kasus suap, Wali Kota Pasuruan Setiyono. Sumber foto: https://bit.ly/2PnDjo3
Tersangka kasus suap, Wali Kota Pasuruan Setiyono. Sumber foto: https://bit.ly/2PnDjo3

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi atau mengantongi nama-nama yang disebut sebagai "Trio Kwek-Kwek" dalam kasus suap Wali Kota Pasuruan 2016-2021 Setiyono.

"KPK sudah mengidentifikasi siapa saja diduga tiga orang yang diduga sebagai perpanjangan tangan dari Wali Kota dan tentu akan kami periksa untuk melihat lebih lanjut dugaan proyek-proyek apa saja yang mereka kelola dan juga sejauh mana Wali Kota juga mendapatkan `fee` dari proyek tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (8/10).

Namun, KPK belum bisa menyebutkan siapa saja tiga orang tersebut meski sudah diketahui karena disinyalir ketiga orang tersebut orang penting satu lapis di bawah wali kota.

Febri pun menyatakan bahwa ketiganya juga diduga membagi-bagi proyek dan kemudian mengaturnya secara masing-masing.

"Ada pembagian-pembagian yang mereka lakukan, misalnya A itu lebih menangani sejumlah proyek dengan rincian tertentu kemudian dua orang lain menangangi proyek lain. KPK sedang melakukan proses identifikasi tersebut tetapi tentu identitas dari orang-orang itu sudah kami pegang," tuturnya, dikutip Antara.

Selain itu, lanjut Febri, KPK juga tengah mengidentifikasi sekitar 10 proyek dalam kasus suap Wali Kota Pasuruan tersebut. "Saat ini ada sekitar lebih dari 10 proyek di Pasuruan yang sedang kami identifikasi yang diduga ada tabulasi nilai proyek HPS (harga perkiraan sendiri) dan nilai kontrak," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi atau mengantongi nama-nama yang disebut sebagai "Trio Kwek-Kwek" dalam kasus suap Wali Kota Pasuruan 2016-2021 Setiyono.

"KPK sudah mengidentifikasi siapa saja diduga tiga orang yang diduga sebagai perpanjangan tangan dari Wali Kota dan tentu akan kami periksa untuk melihat lebih lanjut dugaan proyek-proyek apa saja yang mereka kelola dan juga sejauh mana Wali Kota juga mendapatkan `fee` dari proyek tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (8/10).

Namun, KPK belum bisa menyebutkan siapa saja tiga orang tersebut meski sudah diketahui karena disinyalir ketiga orang tersebut orang penting satu lapis di bawah wali kota.

Febri pun menyatakan bahwa ketiganya juga diduga membagi-bagi proyek dan kemudian mengaturnya secara masing-masing.

"Ada pembagian-pembagian yang mereka lakukan, misalnya A itu lebih menangani sejumlah proyek dengan rincian tertentu kemudian dua orang lain menangangi proyek lain. KPK sedang melakukan proses identifikasi tersebut tetapi tentu identitas dari orang-orang itu sudah kami pegang," tuturnya, dikutip Antara.

Selain itu, lanjut Febri, KPK juga tengah mengidentifikasi sekitar 10 proyek dalam kasus suap Wali Kota Pasuruan tersebut. "Saat ini ada sekitar lebih dari 10 proyek di Pasuruan yang sedang kami identifikasi yang diduga ada tabulasi nilai proyek HPS (harga perkiraan sendiri) dan nilai kontrak," tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com