Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Moeldoko: Masukan masyarakat penting untuk pembangunan

Selasa, 09 Oktober 2018 - 07:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Sumber foto: https://bit.ly/2A0BXdB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Sumber foto: https://bit.ly/2A0BXdB

Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, perspektif dan masukan masyarakat sipil sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan secara partisipatif dan inklusif serta menyempurnakan kebijakan publik berdasarkan kepentingan bersama.

"Peran serta partisipasi aktif, kritik dan seterusnya, itu menjadi sangat penting, karena perjuangan rekan-rekan kita yang tidak atau bahkan belum terakomodasi dalam sebuah kebijakan publik belum bisa disuarakan teman-teman sekalian, yang pada akhirnya pemerintah mendapat masukan," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin (8/10).

Menurut Moeldoko, pemerintah akan coba mengakomodasi masukan masyarakat sipil demi tercapainya keadilan sosial yang mengutamakan kepentingan rakyat.

"Orientasi pembangunan saat ini adalah pembangunan infrastruktur untuk membangun konektivitas antara daerah terpencil dengan perkotaan. Ini juga membangun nilai wawasan kebangsaan," jelasnya.

Kepala Staf Kepresidenan juga menuturkan, organisasi masyarakat sipil adalah mitra kunci bagi pemerintah yang berisi ahli-ahli di bidangnya yang bisa memberikan masukan dan penyeimbang bagi pemerintah.

Moeldoko juga yakin bahwa acara "The People`s Summit on Alternative Development" yang digelar di Sanur, Bali, 8-10 Oktober 2018, bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat sipil, yang selaras dengan energi orientasi pembangunan pemerintah saat ini. Di mana acara ini menuntut akuntabilitas lembaga keuangan, khususnya IMF dan World Bank yang memiliki utang sejarah dalam proses pembangunan Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, perspektif dan masukan masyarakat sipil sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan secara partisipatif dan inklusif serta menyempurnakan kebijakan publik berdasarkan kepentingan bersama.

"Peran serta partisipasi aktif, kritik dan seterusnya, itu menjadi sangat penting, karena perjuangan rekan-rekan kita yang tidak atau bahkan belum terakomodasi dalam sebuah kebijakan publik belum bisa disuarakan teman-teman sekalian, yang pada akhirnya pemerintah mendapat masukan," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin (8/10).

Menurut Moeldoko, pemerintah akan coba mengakomodasi masukan masyarakat sipil demi tercapainya keadilan sosial yang mengutamakan kepentingan rakyat.

"Orientasi pembangunan saat ini adalah pembangunan infrastruktur untuk membangun konektivitas antara daerah terpencil dengan perkotaan. Ini juga membangun nilai wawasan kebangsaan," jelasnya.

Kepala Staf Kepresidenan juga menuturkan, organisasi masyarakat sipil adalah mitra kunci bagi pemerintah yang berisi ahli-ahli di bidangnya yang bisa memberikan masukan dan penyeimbang bagi pemerintah.

Moeldoko juga yakin bahwa acara "The People`s Summit on Alternative Development" yang digelar di Sanur, Bali, 8-10 Oktober 2018, bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat sipil, yang selaras dengan energi orientasi pembangunan pemerintah saat ini. Di mana acara ini menuntut akuntabilitas lembaga keuangan, khususnya IMF dan World Bank yang memiliki utang sejarah dalam proses pembangunan Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com