Kamis, 13 Desember 2018 | 14:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkeu pastikan pelemahan rupiah akibat pengaruh ekonomi AS

Selasa, 09 Oktober 2018 - 07:12 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sumber foto: https://bit.ly/2Oh4ioD
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sumber foto: https://bit.ly/2Oh4ioD

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan nilai tukar mata uang rupiah yang masih mengalami pelemahan terjadi karena pengaruh dari membaiknya kondisi ekonomi di Amerika Serikat.

"Kita melihat ekonomi AS itu masih sangat mendominasi dan pergerakannya cepat sekali," kata Sri Mulyani saat ditemui pada sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10). 

Sri Mulyani menjelaskan, membaiknya kondisi ekonomi AS tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) dan disertai oleh penyesuaian imbal hasil obligasi negara AS dengan tenor 10 tahun.

"Kita lihat dua-duanya bergerak, suku bunga The Fed naik dan `yield bonds` 10 tahun naik, ini semakin menkonfirmasi bahwa akselerasi ekonomi AS makin tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan, ekonomi AS juga akan terus berakselerasi hingga mencapai titik keseimbangan baru, karena kenaikan suku bunga acuan The Fed diproyeksikan akan terus terjadi, sebanyak satu kali di 2018 dan dua atau tiga kali pada 2019.

"Oleh karena itu harus dilakukan penyesuaian, baik di dalam strategi pembangunan supaya lebih stabil atau berdaya tahan, dan dalam bentuk nilai tukar yang dalam hal ini fleksibel. Kita memang harus berhati-hati dari pergerakan ini," tegas dia, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan nilai tukar mata uang rupiah yang masih mengalami pelemahan terjadi karena pengaruh dari membaiknya kondisi ekonomi di Amerika Serikat.

"Kita melihat ekonomi AS itu masih sangat mendominasi dan pergerakannya cepat sekali," kata Sri Mulyani saat ditemui pada sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10). 

Sri Mulyani menjelaskan, membaiknya kondisi ekonomi AS tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) dan disertai oleh penyesuaian imbal hasil obligasi negara AS dengan tenor 10 tahun.

"Kita lihat dua-duanya bergerak, suku bunga The Fed naik dan `yield bonds` 10 tahun naik, ini semakin menkonfirmasi bahwa akselerasi ekonomi AS makin tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan, ekonomi AS juga akan terus berakselerasi hingga mencapai titik keseimbangan baru, karena kenaikan suku bunga acuan The Fed diproyeksikan akan terus terjadi, sebanyak satu kali di 2018 dan dua atau tiga kali pada 2019.

"Oleh karena itu harus dilakukan penyesuaian, baik di dalam strategi pembangunan supaya lebih stabil atau berdaya tahan, dan dalam bentuk nilai tukar yang dalam hal ini fleksibel. Kita memang harus berhati-hati dari pergerakan ini," tegas dia, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com