Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Aktual Sepakbola

Kisruh saat jamu PSMS, ini penjelasan Barito Putera

Selasa, 09 Oktober 2018 - 07:47 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kisruh pada laga PSMS dan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/10). Sumber foto: https://bit.ly/2IOkmZe
Kisruh pada laga PSMS dan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/10). Sumber foto: https://bit.ly/2IOkmZe

Elshinta.com - Asisten Menejer Barito Putera Syarifuddin Ardasa di Banjarmasin, Senin (8/10),  pemicu terjadinya kisruh saat menjamu PSMS Medan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (7/10) ada dua titik pengamatan.

Yang pertama, katanya, usai peluit panjang berakhirnya pertandingan salah satu pemain lawan yang bernama Alexsandros Tanidis melakukan provokasi terhadap pemain Barito Matias Cordoba.

"Ada terjadi dorong-dorongan antar mereka berdua, tapi itu hal yang biasa, dan dapat dilerai antar kedua tim, bahkan pemain yang lain tidak ikut terprovokasi, ini ada bukti vedionya kita," tutur Syarifuddin.

Titik kedua, kata dia, saat dirinya dan asisten pelatih Yunan Helmi melakukan protes terhadap wasit usai pertandingan itu, sebab pihaknya meresa dirugikan atas kepemimpinan hakim pertandingan pada laga berkesudahan 3-3 tersebut.

Namun saat hal itu terjadi, ungkapnya, tiba-tiba pelatih PSMS Medan datang, dan melakukan sikap provokatif terhadap asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi. Sikap provokatif pelatih PSMS itulah, kata dia, yang menyulut emosi sejumlah pemain Barito Putera, hingga suasana tidak terkendali, yang mengakibatkan kericuhan tersebut hingga membuat timnya dirugikan dan terancam diberikan sanksi.

"Pelatih PSMS Medan Peter James Butler entah mengapa melakukan aksi dorongan terhadap asisten pelatih Yunan Helmi, bahkan sikutnya terkena dagu Yunan Helmi, dan ini kita miliki potongan foto peristiwanya," tegas Syarifuddin. Demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Asisten Menejer Barito Putera Syarifuddin Ardasa di Banjarmasin, Senin (8/10),  pemicu terjadinya kisruh saat menjamu PSMS Medan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (7/10) ada dua titik pengamatan.

Yang pertama, katanya, usai peluit panjang berakhirnya pertandingan salah satu pemain lawan yang bernama Alexsandros Tanidis melakukan provokasi terhadap pemain Barito Matias Cordoba.

"Ada terjadi dorong-dorongan antar mereka berdua, tapi itu hal yang biasa, dan dapat dilerai antar kedua tim, bahkan pemain yang lain tidak ikut terprovokasi, ini ada bukti vedionya kita," tutur Syarifuddin.

Titik kedua, kata dia, saat dirinya dan asisten pelatih Yunan Helmi melakukan protes terhadap wasit usai pertandingan itu, sebab pihaknya meresa dirugikan atas kepemimpinan hakim pertandingan pada laga berkesudahan 3-3 tersebut.

Namun saat hal itu terjadi, ungkapnya, tiba-tiba pelatih PSMS Medan datang, dan melakukan sikap provokatif terhadap asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi. Sikap provokatif pelatih PSMS itulah, kata dia, yang menyulut emosi sejumlah pemain Barito Putera, hingga suasana tidak terkendali, yang mengakibatkan kericuhan tersebut hingga membuat timnya dirugikan dan terancam diberikan sanksi.

"Pelatih PSMS Medan Peter James Butler entah mengapa melakukan aksi dorongan terhadap asisten pelatih Yunan Helmi, bahkan sikutnya terkena dagu Yunan Helmi, dan ini kita miliki potongan foto peristiwanya," tegas Syarifuddin. Demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 11:36 WIB

Ronaldo hadapi mantan klubnya MU

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:37 WIB

Barcelona tepis rumor akan kembali boyong Neymar

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:17 WIB

Gravina terpilih sebagai presiden baru FIGC

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:06 WIB
Piala AFC U-19

Indonesia siapkan lima eksekutor tendangan bebas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com