Senin, 10 Desember 2018 | 17:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Sepakbola / Aktual Sepakbola

Kisruh saat jamu PSMS, ini penjelasan Barito Putera

Selasa, 09 Oktober 2018 - 07:47 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kisruh pada laga PSMS dan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/10). Sumber foto: https://bit.ly/2IOkmZe
Kisruh pada laga PSMS dan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/10). Sumber foto: https://bit.ly/2IOkmZe

Elshinta.com - Asisten Menejer Barito Putera Syarifuddin Ardasa di Banjarmasin, Senin (8/10),  pemicu terjadinya kisruh saat menjamu PSMS Medan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (7/10) ada dua titik pengamatan.

Yang pertama, katanya, usai peluit panjang berakhirnya pertandingan salah satu pemain lawan yang bernama Alexsandros Tanidis melakukan provokasi terhadap pemain Barito Matias Cordoba.

"Ada terjadi dorong-dorongan antar mereka berdua, tapi itu hal yang biasa, dan dapat dilerai antar kedua tim, bahkan pemain yang lain tidak ikut terprovokasi, ini ada bukti vedionya kita," tutur Syarifuddin.

Titik kedua, kata dia, saat dirinya dan asisten pelatih Yunan Helmi melakukan protes terhadap wasit usai pertandingan itu, sebab pihaknya meresa dirugikan atas kepemimpinan hakim pertandingan pada laga berkesudahan 3-3 tersebut.

Namun saat hal itu terjadi, ungkapnya, tiba-tiba pelatih PSMS Medan datang, dan melakukan sikap provokatif terhadap asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi. Sikap provokatif pelatih PSMS itulah, kata dia, yang menyulut emosi sejumlah pemain Barito Putera, hingga suasana tidak terkendali, yang mengakibatkan kericuhan tersebut hingga membuat timnya dirugikan dan terancam diberikan sanksi.

"Pelatih PSMS Medan Peter James Butler entah mengapa melakukan aksi dorongan terhadap asisten pelatih Yunan Helmi, bahkan sikutnya terkena dagu Yunan Helmi, dan ini kita miliki potongan foto peristiwanya," tegas Syarifuddin. Demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 16:06 WIB

3 menteri ground breaking rusunami Stasiun Rawabuntu

Elshinta.com - Asisten Menejer Barito Putera Syarifuddin Ardasa di Banjarmasin, Senin (8/10),  pemicu terjadinya kisruh saat menjamu PSMS Medan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (7/10) ada dua titik pengamatan.

Yang pertama, katanya, usai peluit panjang berakhirnya pertandingan salah satu pemain lawan yang bernama Alexsandros Tanidis melakukan provokasi terhadap pemain Barito Matias Cordoba.

"Ada terjadi dorong-dorongan antar mereka berdua, tapi itu hal yang biasa, dan dapat dilerai antar kedua tim, bahkan pemain yang lain tidak ikut terprovokasi, ini ada bukti vedionya kita," tutur Syarifuddin.

Titik kedua, kata dia, saat dirinya dan asisten pelatih Yunan Helmi melakukan protes terhadap wasit usai pertandingan itu, sebab pihaknya meresa dirugikan atas kepemimpinan hakim pertandingan pada laga berkesudahan 3-3 tersebut.

Namun saat hal itu terjadi, ungkapnya, tiba-tiba pelatih PSMS Medan datang, dan melakukan sikap provokatif terhadap asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi. Sikap provokatif pelatih PSMS itulah, kata dia, yang menyulut emosi sejumlah pemain Barito Putera, hingga suasana tidak terkendali, yang mengakibatkan kericuhan tersebut hingga membuat timnya dirugikan dan terancam diberikan sanksi.

"Pelatih PSMS Medan Peter James Butler entah mengapa melakukan aksi dorongan terhadap asisten pelatih Yunan Helmi, bahkan sikutnya terkena dagu Yunan Helmi, dan ini kita miliki potongan foto peristiwanya," tegas Syarifuddin. Demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 09:35 WIB

Polda Metro siap amankan perayaan Persija

Senin, 10 Desember 2018 - 09:08 WIB
Liga Jerman

Pemain cadangan jadi pembeda saat Gladbach tundukkan Stuttgart

Senin, 10 Desember 2018 - 08:47 WIB
Liga Prancis

Penalti Pepe amankan satu poin untuk Lille

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com