Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:23 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

Panitia Olimpiade Tokyo 2020 diminta terus berhemat

Selasa, 09 Oktober 2018 - 09:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2C28L7g
Sumber foto: https://bit.ly/2C28L7g

Elshinta.com - Biaya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 telah dikurangi hingga 4,5 miliar dolar AS, namun panitia diminta untuk lebih melakukan penghematan lagi dalam dua tahun ke depan, kata CEO Olimpiade Tokyo Toshiro Muto, Senin (8/10).

Seperti dilaporkan Reuters yang dilansir Antara, Muto mengatakan, Komite Olimpiade Internasional (IOC) berusaha untuk mengurangi anggaran dengan melakukan serangkaian inisatif terkait agenda 2020 dan menciptakan kewajaran baru dalam hal biaya.

Dua proyek IOC itu, "Agenda 2020" dan "New Norm", bertujuan untuk menyederhanakan pembiayaan Olimpiade, agar pesta olahraga sejagat itu nantinya lebih menarik bagi kota-kota yang ingin menjadi tuan rumah.

"Kami sudah bisa menghemat lagi 2,1 miliar dolar AS. Kini total penghematan sudah 4,3 dolar AS," kata Muto saat mempresentasikan laporan ke IOC.

Kenaikan biaya itu menyebabkan kota lainnya yang berharap menjadi tuan rumah juga terdorong untuk melakukan hal yang sama, sehingga Roma, Hamburg dan Budapest mengundurkan diri dalam pencalonan untuk Olimpiade 2024.

Total anggaran Olimpiade Tokyo, setelah direvisi, kini berada di angka 12,6 miliar dolar AS, termasuk 5,6 miliar biaya penyelenggaraan. Di mana kontribusi IOC sekitar 1,7 dolar dalam bentuk tunai dan jasa untuk panitia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Biaya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 telah dikurangi hingga 4,5 miliar dolar AS, namun panitia diminta untuk lebih melakukan penghematan lagi dalam dua tahun ke depan, kata CEO Olimpiade Tokyo Toshiro Muto, Senin (8/10).

Seperti dilaporkan Reuters yang dilansir Antara, Muto mengatakan, Komite Olimpiade Internasional (IOC) berusaha untuk mengurangi anggaran dengan melakukan serangkaian inisatif terkait agenda 2020 dan menciptakan kewajaran baru dalam hal biaya.

Dua proyek IOC itu, "Agenda 2020" dan "New Norm", bertujuan untuk menyederhanakan pembiayaan Olimpiade, agar pesta olahraga sejagat itu nantinya lebih menarik bagi kota-kota yang ingin menjadi tuan rumah.

"Kami sudah bisa menghemat lagi 2,1 miliar dolar AS. Kini total penghematan sudah 4,3 dolar AS," kata Muto saat mempresentasikan laporan ke IOC.

Kenaikan biaya itu menyebabkan kota lainnya yang berharap menjadi tuan rumah juga terdorong untuk melakukan hal yang sama, sehingga Roma, Hamburg dan Budapest mengundurkan diri dalam pencalonan untuk Olimpiade 2024.

Total anggaran Olimpiade Tokyo, setelah direvisi, kini berada di angka 12,6 miliar dolar AS, termasuk 5,6 miliar biaya penyelenggaraan. Di mana kontribusi IOC sekitar 1,7 dolar dalam bentuk tunai dan jasa untuk panitia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:15 WIB

Empat tim IBL siap perebutkan tempat di final

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:14 WIB

Minions hadapi seniornya pada semifinal Denmark

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 06:31 WIB

Owi/Butet menapaki semifinal Denmark Terbuka 2018

Jumat, 19 Oktober 2018 - 20:24 WIB

Lorenzo batal tampil di GP Jepang

Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Vettel: Seharusnya kami bisa tampil lebih baik

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com