Senin, 10 Desember 2018 | 17:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Anak Krakatau alami 101 letusan dengan aliran-lontaran lava pijar

Selasa, 09 Oktober 2018 - 09:12 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Cx0WHL
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Cx0WHL

Elshinta.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sepanjang pengamatan Senin (8/10) hingga Selasa (9/10) dini hari, mengalami 101 kali letusan dengan sinar api, aliran, dan lontaran lava pijar.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Deny Mardiono AMd, petugas Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, seperti yang diterima Antara di Bandarlampung, Selasa (9/10), pada periode pengamatan 8 Oktober 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB itu, menunjukkan kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api, aliran lava pijar ke selatan dan lontaran pijar setinggi lebih kurang 100-200 meter ke segala arah. Terdengar suara dentuman dan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Ombak laut tenang.

Aktivitas kegempaan terpantau letusan 101 kali, amplitudo 30-48 mm, durasi 53-162 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 3-52 mm (dominan 45 mm).

Gunung api yang terus tumbuh meninggi dan berada pada ketinggian 338 meter dari permukaan laut ini selama pemantauan itu, menunjukkan cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 26-32 Celsius, kelembapan udara 62-86 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 16:06 WIB

3 menteri ground breaking rusunami Stasiun Rawabuntu

Elshinta.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sepanjang pengamatan Senin (8/10) hingga Selasa (9/10) dini hari, mengalami 101 kali letusan dengan sinar api, aliran, dan lontaran lava pijar.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Deny Mardiono AMd, petugas Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, seperti yang diterima Antara di Bandarlampung, Selasa (9/10), pada periode pengamatan 8 Oktober 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB itu, menunjukkan kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Visual pada malam hari dari CCTV teramati sinar api, aliran lava pijar ke selatan dan lontaran pijar setinggi lebih kurang 100-200 meter ke segala arah. Terdengar suara dentuman dan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Ombak laut tenang.

Aktivitas kegempaan terpantau letusan 101 kali, amplitudo 30-48 mm, durasi 53-162 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 3-52 mm (dominan 45 mm).

Gunung api yang terus tumbuh meninggi dan berada pada ketinggian 338 meter dari permukaan laut ini selama pemantauan itu, menunjukkan cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 26-32 Celsius, kelembapan udara 62-86 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com