Rabu, 12 Desember 2018 | 02:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Peristiwa Hari Ini

9 Oktober: Geger Pecinan di Batavia 10.000 warga China tewas

Selasa, 09 Oktober 2018 - 10:10 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
Geger Pecinan di Batavia 9 Oktober 1740/bit.ly/2Pp3Jpw
Geger Pecinan di Batavia 9 Oktober 1740/bit.ly/2Pp3Jpw

Elshinta.com - Peristiwa penting yang terjadi di Tanah Air sekali itu, berlangsung saat bangsa Indonesia belum merdeka. Indonesia masih dikuasai Belanda.

1740
Geger Pecinan di Batavia

Peristiwa yang disebut juga “Geger Pecinan”, terjadi pada 9 Oktober 1740. Lebih kurang 10.000. warga China menjadi korban pembantaian yang dilakukan oleh pasukan VOC Belanda. 

National Geographic, melaporkan kerusuhan dipicu oleh turunnya harga gula. Jumlah penggangguran yang meningkat di Batavia, dan kota yang dipenuhi warga keturunan China. 

Oleh Gubernur Jenderal VOC, Adriaan Valckenier para pengangguran dan warga China yang berlebihan itu dikirim ke Sri Langka. Kebetulan di sana, VOC sedang mendirikan benteng dan kota untuk persinggahan.

Di Batavia, isu yang beredar orang-orang China yang dikirim ke Sri Langka, bukan dipekerjakan melainkan dibunuh dengan diceburkan ke laut. Warga keturunan China pun berontak. Mereka marah dan mengangkat senjata.

Catatan lain menceritakan, kerusuhan dipicu oleh kejadian 7 Oktober 1740. Hari itu ratusan warga keturunan China --kebanyakan buruh pabrik gula-- membunuh 50 pasukan Belanda, dan Adriaan Valckenier memutuskan akan menindak tegas setiap pemberontakan. 

G. Bernhard Schwarzen, salah seorang pelaku pembantaian dan perampokan, dalam bukunya yang berjudul Reise in Ost-Indien, terbit tahun 1751menyebut kerusuhan dan pembantaian berhenti setelah empat hari.

Banyaknya korban akibat pembantaian digambarkan oleh G. Bernhard Schwarzen dengan begitu seram. “Seluruh jalanan dan gang-gang dipenuhi mayat. Kanal penuh dengan mayat, Bahkan kaki kita tak akan basah saat menyeberangi kanal jika melewati tumpukan mayat-mayat itu”. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Peristiwa penting yang terjadi di Tanah Air sekali itu, berlangsung saat bangsa Indonesia belum merdeka. Indonesia masih dikuasai Belanda.

1740
Geger Pecinan di Batavia

Peristiwa yang disebut juga “Geger Pecinan”, terjadi pada 9 Oktober 1740. Lebih kurang 10.000. warga China menjadi korban pembantaian yang dilakukan oleh pasukan VOC Belanda. 

National Geographic, melaporkan kerusuhan dipicu oleh turunnya harga gula. Jumlah penggangguran yang meningkat di Batavia, dan kota yang dipenuhi warga keturunan China. 

Oleh Gubernur Jenderal VOC, Adriaan Valckenier para pengangguran dan warga China yang berlebihan itu dikirim ke Sri Langka. Kebetulan di sana, VOC sedang mendirikan benteng dan kota untuk persinggahan.

Di Batavia, isu yang beredar orang-orang China yang dikirim ke Sri Langka, bukan dipekerjakan melainkan dibunuh dengan diceburkan ke laut. Warga keturunan China pun berontak. Mereka marah dan mengangkat senjata.

Catatan lain menceritakan, kerusuhan dipicu oleh kejadian 7 Oktober 1740. Hari itu ratusan warga keturunan China --kebanyakan buruh pabrik gula-- membunuh 50 pasukan Belanda, dan Adriaan Valckenier memutuskan akan menindak tegas setiap pemberontakan. 

G. Bernhard Schwarzen, salah seorang pelaku pembantaian dan perampokan, dalam bukunya yang berjudul Reise in Ost-Indien, terbit tahun 1751menyebut kerusuhan dan pembantaian berhenti setelah empat hari.

Banyaknya korban akibat pembantaian digambarkan oleh G. Bernhard Schwarzen dengan begitu seram. “Seluruh jalanan dan gang-gang dipenuhi mayat. Kanal penuh dengan mayat, Bahkan kaki kita tak akan basah saat menyeberangi kanal jika melewati tumpukan mayat-mayat itu”. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com